Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Putusan Janggal Hai Fa

Oleh

image-gnews
Iklan

Tak ada gunanya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyesalkan lolosnya kapal MV Hai Fa dari jerat hukum. Kapal yang dituding merampok ikan di perairan Papua itu melenggang setelah Pengadilan Negeri Ambon hanya menjatuhkan denda Rp 200 juta atau pengganti 6 bulan penjara.

Hai Fa kembali mengarungi lautan pada 1 Juni lalu. Hal itu seperti menjadi penanda: betapa digdayanya "mafia ikan".

Bukan cuma gagal mengirim mereka yang dituduh mencoleng ikan ke bui, Menteri Susi balik digugat dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh pemilik kapal Hai Fa. Susi juga diadukan ke pengadilan perdata dan dituntut membayar ganti rugi Rp 1 triliun karena kapal Hai Fa tak melaut dari Desember 2014 hingga April 2015. Faktanya, kapal ini berlayar tanpa dokumen pelayaran dan tidak menyalakan vessel monitoring system (sistem pengawasan kapal).

Hakim menjatuhkan vonis ringan karena jaksa hanya menuntutnya dengan soal sepele, yakni penyelundupan satwa langka hiu martilbukan soal pencurian ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan tak bisa mengajukan banding karena hakim memutus sesuai dengan tuntutan jaksa. Tuntutan jaksa dan putusan hakim itu aneh bin ajaib. Wajar bila publik curiga ada patgulipat di baliknya.

Keputusan konyol itu menunjukkan belum semua pihak memiliki semangat yang sama dalam memberantas perampokan ikan. Padahal Indonesia sudah bertahun-tahun rugi karena kejahatan ini. Organisasi Pangan Dunia (FAO) mencatat sedikitnya Rp 50 triliun per tahun nilai pencurian kekayaan laut Indonesia. Menteri Susi malah menyebutkan angka yang jauh lebih besar, yakni Rp 3.000 triliun per tahunlebih besar daripada APBN 2015.

Susi tak perlu ciut nyali. Musuh yang ia hadapi mungkin punya beking orang kuat, yang berani mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk mencopotnya dari jabatan menteri. Tapi perang terhadap kejahatan ini tak boleh surut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perang itu seharusnya dilakukan bersama oleh Kementerian Kelautan, Kepolisian, Kejaksaan, dan TNI. Kepolisian dan Kejaksaan selayaknya juga menyelidiki dugaan bahwa aparatnya "masuk angin" sehingga perkara Hai Fa dianggap enteng.

Betapa besar kerugian kita bila pengurasan ikan ilegal ini terus berlangsung. Pemerintah tak boleh pura-pura tidak tahu seperti yang selama ini terjadi. Harus ada tindakan tegas. Bila perlu, jaksa, polisi, atau hakim yang menangani perkara Hai Fa diselidiki secara serius.

Pencurian ikan bukan cuma soal kriminal. Hal ini juga bisa merobohkan sendi ekonomi negara. Jika tak ada langkah tegas dari Jokowi, apa yang dilakukan Susi hanya seperti berteriak di tengah padang: hampa makna.

Pemerintah terlalu lama berpura-pura tak tahu ada pencurian ikan. Inilah saatnya meluruskan sikap. Tanpa tindakan tegas dan sanksi keras, upaya memberantas perampokan ikan dan niat Jokowi membangkitkan lagi poros maritim hanya akan jadi pepesan kosong. Di laut, kita pun akan tetap merana.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jadwal Portugal vs Republik Cek di Matchday Pertama Euro 2024: Duel Cristiano Ronaldo dan Patrik Schick

1 jam lalu

Pemain timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. REUTERS/Rodrigo Antunes
Jadwal Portugal vs Republik Cek di Matchday Pertama Euro 2024: Duel Cristiano Ronaldo dan Patrik Schick

Jadwal Portugal vs Republik Cek akan berlangsung di Grup F Euro 2024 (Piala Eropa 2024) Rabu dinihari, 19 Juni 2024. Duel Ronaldo vs Schick.


Apakah Jabodetabek Hujan Hari Ini? Simak Prediksi Cuaca BMKG Lengkap Pagi - Malam

1 jam lalu

Ilustrasi Cuaca DKI Jakarta yang berawan. Tempo/Tony Hartawan
Apakah Jabodetabek Hujan Hari Ini? Simak Prediksi Cuaca BMKG Lengkap Pagi - Malam

Prediksi cuaca BMKG menyebut seluruh wilayah Jakarta akan cerah berawan pada Senin pagi, 17 Juni 2024, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.


Bahan Utama Memasak Gulai Kambing dan Tongsengnya

1 jam lalu

Ilustrasi gulai kambing. Tabloidbintang
Bahan Utama Memasak Gulai Kambing dan Tongsengnya

Termasuk Idul Adha, di mana banyak orang memiliki daging kurban, kambing maupun sapi. Ini bahan-bahan utama untuk memasak gulai kambing dan tongseng.


Lupakan Gaduh Proyek Beach Club, Ini 9 Destinasi Wisata Pilihan di Gunungkidul

1 jam lalu

Suasana malam di Bukit Bintang, Pathuk, Gunungkidul, Yogyaakarta, Rabu, 5 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Lupakan Gaduh Proyek Beach Club, Ini 9 Destinasi Wisata Pilihan di Gunungkidul

Menunggu realisasi dari janji Raffi Ahmad itu dan mendesak investor lain mengikutinya sehingga rencana resort di bentang alam Karst Gunungkidul batal.


93 Anggota: ICC Harus Diizinkan Bekerja 'tanpa Intimidasi'

2 jam lalu

Markas Besar ICC, Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda .
93 Anggota: ICC Harus Diizinkan Bekerja 'tanpa Intimidasi'

Pengungkapan tentang tindakan intelijen Israel terhadap ICC telah "benar-benar membuka mata banyak diplomat."


Saran Ahli Gizi agar Kolesterol Tak Naik usai Santap Daging Kurban

2 jam lalu

Gulai kambing. TEMPO/Febrianti
Saran Ahli Gizi agar Kolesterol Tak Naik usai Santap Daging Kurban

Masyarakat diminta membatasi garam dan santan demi mencegah kenaikan kolesterol jahat usai menyantap daging kurban


Rekor Suhu Panas Bulanan Global Sudah Terangkai Setahun Penuh per Mei 2024

2 jam lalu

Pengendara motor lewat di bawah alat penyiram air saat gelombang panas di Ahmedabad, India, 9 Mei 2024. Setidaknya dua orang tewas di negara bagian Kerala, India Selatan, diduga karena serangan suhu panas. REUTERS/Amit Dave
Rekor Suhu Panas Bulanan Global Sudah Terangkai Setahun Penuh per Mei 2024

Studi memperingatkan kalau suhu panas dan gelombang panas bisa bertambah ekstrem lagi jika suhu udara global menembus batas 1,5 derajat Celsius.


Sebagian karena Kepanasan, 14 Warga Yordania Meninggal saat Ibadah Haji

2 jam lalu

Umat Muslim berdoa di Gunung Rahmah di dataran Arafat saat melakukan ritual ibadah Haji, di luar kota suci Mekah, Arab Saudi, 15 Juni 2024. REUTERS/Mohamad Torokman
Sebagian karena Kepanasan, 14 Warga Yordania Meninggal saat Ibadah Haji

Empat belas warga Yordania dilaporkan meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi, sementara 17 lainnya dilaporkan hilang.


Sandiaga Persilakan Ketua Umum PPP Dievaluasi Asal Sesuai Aturan

2 jam lalu

Sejumlah massa dari Front Kader Ka'bah Bersatu (FKKB), menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Menteng, Jakarta Pusat, 14 Juni 2024. Mereka menuntut Plt. Ketua Umum PPP Mardiono untuk mengundurkan diri, karena dinilai gagal mengantarkan Ka'bah ke Senayan di Pemilu 2024. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Sandiaga Persilakan Ketua Umum PPP Dievaluasi Asal Sesuai Aturan

Sandiaga Uno tak persoalkan demonstrasi kader partainya yang mendesak Mardiono mundur dari jabatan ketua umum PPP. Bagian dari kebebasan berpendapat.


BamBam GOT7 Akui Unfollow Medsos Taeyeon SNSD Demi Fokus Tur Dunia

3 jam lalu

Taeyeon SNSD dan BamBam GOT7. Foto: Instagram/@bambam1a
BamBam GOT7 Akui Unfollow Medsos Taeyeon SNSD Demi Fokus Tur Dunia

BamBam GOT7 mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk berhenti mengikuti sang idola, Taeyeon SNSD di media sosial.