Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Memvisualisasi Nabi

image-profil

image-gnews
Iklan

Ahmad Sahidah, Dosen Filsafat Universitas Utara Malaysia

Kontes menggambar kartun Nabi Muhammad mengentak orang ramai. Malangnya, sebuah pameran seni yang dijadikan ajang perlombaan menggambar Nabi di Garland, Dallas County, Amerika, telah memakan korban. Seorang penyerang bernama Elton Simpton meninggal setelah peluru aparat menembus tubuhnya. Seorang lagi teman korban belum diidentifikasi. Tragedi ini makin menebalkan persepsi orang Barat bahwa Islam begitu dekat dengan fanatisme, sehingga penganutnya mudah melakukan kekerasan.

Apakah provokasi ini benar-benar mencerminkan kebebasan yang diagungkan oleh Barat? Di sinilah, silang sengketa bermula.

Dengan merujuk pada dua pengertian kebebasan, yaitu kebebasan dari (from) dan untuk (for), sejatinya siapa pun bebas melakukan apa saja, termasuk menggugat kepercayaan orang lain. Namun, untuk apa kebebasan hendak diperjuangkan jika ia berhadapan dengan sebuah keyakinan yang dianggap suci? Kalau kontes semacam ini hadir dalam ruang yang seimbang, tentu titik-temu mungkin bisa dirayakan karena setiap yang hadir bertenggang rasa untuk meraih nilai keutamaan dari perbedaan. Tapi kebebasan yang dilakukan dengan menyinggung isu sensitif adalah "absurd", karena ia tak mendatangkan manfaat apa-apa bagi kehidupan manusia secara keseluruhan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bagaimanapun, ketidakpekaan pejuang kebebasan terhadap keyakinan agama sebenarnya bisa dimaklumi. Mereka tidak mempunyai pandangan yang sama tentang kesucian, karena latar belakang ideologi materialisme tidak memberikan ruang sedikit pun pada apa yang dianggap sakral. Sedangkan kaum fanatik tergesa-gesa menilai bahwa penghujat itu menistakan Nabi dan dengan motif tunggal: kebebasan. Padahal, mereka belum tentu membaca Muhammad: A Biography of Prophet yang ditulis oleh Karen Armstrong, yang menggambarkan nabi dengan adil sehingga persepsi mereka tak lebih dari sebuah khayalan belaka. Sebagaimana kaum fanatik juga gagal mengambil pesan utama kisah Nabi dari kitab suci dan ucapan Nabi sendiri.

Semestinya, isu kartun Nabi Muhammad menyadarkan penganutnya bahwa sosok Nabi tidak hanya hadir dalam wajah ideal. Dalam persepsi Barat, jika umat Islam berperilaku serampangan dan kejam, maka secara otomatis itulah yang diajarkan oleh junjungannya. Dengan mengabaikan sejarah panjang Islam dan kerumitan teks kitab suci, tak hanya Barat yang gagal membedakan antara Islam ideal dan praktis, tapi juga muslim sendiri terbelah menjadi pelbagai kelompok dalam menerapkan ide-ide agama dalam kehidupan sehari-hari. Sejarah menunjukkan bahwa sesama muslim saling berbaku bunuh atas nama agama, padahal pembelaan itu hanya helat untuk melanggengkan kekuasaan.

Dari kenyataan di atas, bagaimana penganutnya seharusnya membela Nabi? Pertama, Muhammad harus dilihat secara utuh. Dengan mengabaikan kemanusiaan Nabi, umat cenderung menjadikan sosok Nabi begitu jauh dari kehidupan sehari-hari yang bersifat rutin. Kedua, pembelaan terhadap Nabi mesti hadir dengan meneladani tindak tanduknya. Nabi hidup sederhana dan berdakwah untuk menjadikan budi pekerti sebagai tujuan tertinggi makhluk. Dengan demikian, jika penyanjungnya melakukan kekerasan kepada orang lain sebagai wujud pembelaan, jelas kecintaan seperti ini lancung. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mahfud Md Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama, tapi Negara Beragama

43 hari lalu

Mahfud MD di UII Yogyakarta Selasa (30/4). Dok.istimewa.
Mahfud Md Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama, tapi Negara Beragama

Mahfud Md, mengatakan relasi agama dan negara bagi Indonesia sebenarnya sudah selesai secara tuntas. Dia menegaskan bahwa Indonesia bukan negara agama, tapi negara beragama.


Prabowo-Gibran Dilantik Oktober 2024, Ini Sosok yang Pertama Kali Menggagas Sumpah Jabatan

49 hari lalu

Enam penjabat Walikota dan Bupati diambil sumpah saat dilantik oleh penjabat Gubernur Bey Machmudin di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 20 September 2023. Enam kepala daerah sisa masa jabatan 2023-2024 yang dilantik adalah Pj Walikota Bekasi Gani Muhammad, Pj Walikota Sukabumi Kusmana Hartadji, Pj Walikota Bandung Bambang Tirtoyuliono, Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif, Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman, dan Pj Bupati Purwakarta Benny Irwan. TEMPO/Prima Mulia
Prabowo-Gibran Dilantik Oktober 2024, Ini Sosok yang Pertama Kali Menggagas Sumpah Jabatan

Ritual sumpah jabatan, yang akan dilakukan Prabowo dan Gibran pertama kali dilakukan pada ribuan tahun lalu. Ini sosok yang mencetuskannya


Mengenal Narsisis Spiritual yang Selalu Sok Paling Benar soal Agama

21 Maret 2024

Ilustrasi pasangan. Dok: StockXpert
Mengenal Narsisis Spiritual yang Selalu Sok Paling Benar soal Agama

Narsisis spiritual akan menggunakan ajaran agama dengan maksud membuat orang memenuhi keinginannya atau menyalahkan tindakan orang lain.


Ini Respons Berbagai Pihak soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama

27 Februari 2024

Suasana ijab kabul pasangan pengantin April dan Iyan di Kantor Urusan Agama, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu, 4 April 2020. TEMPO/IJAR KARIM
Ini Respons Berbagai Pihak soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama

Rencana Yaqut Cholil Qoumas menjadikan KUA sebagai sentral pelayanan keagamaan mendapat berbagai respons.


Soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama, Apa Kata SETARA Institute?

27 Februari 2024

Pasangan calon pengantin, April dan Iyan bersiap menikah di Kantor Urusan Agama, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu, 4 April 2020. Pasangan ini terpaksa menunda rencana resepsi pernikahan mereka karena larangan selama pandemi virus corona. TEMPO/IJAR KARIM
Soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama, Apa Kata SETARA Institute?

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, mengatakan rencana KUA jadi tempat pernikah semua agama harus dituangkan dalam PP atau Perpres.


Apa Saja Agama Tertua di Dunia? Ini Daftar dan Sejarahnya

29 Januari 2024

Ada beberapa agama tertua di dunia, di antaranya adalah Buddha dan Hindu. Agama ini sudah muncul sekitar 1.500 SM. Berikut sejarahnya. Foto: Canva
Apa Saja Agama Tertua di Dunia? Ini Daftar dan Sejarahnya

Ada beberapa agama tertua di dunia, di antaranya adalah Buddha dan Hindu. Agama ini sudah muncul sekitar 1.500 SM. Berikut sejarahnya.


Ketua Fraksi PAN Ungkap Video Zulhas yang Bilang Orang-orang Tak Lagi Ucap Amin saat Salat Disalahartikan

20 Desember 2023

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas bersalaman dengan wraga usai blusukan di Pasar TOS 3000 Jodoh, Batam, Minggu (17/12/2023). TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Ketua Fraksi PAN Ungkap Video Zulhas yang Bilang Orang-orang Tak Lagi Ucap Amin saat Salat Disalahartikan

Ketua Fraksi PAN menyatakan tak ada sedikit pun niat Zulhas melecehkan agama.


10 Agama Terbesar di Dunia 2023 Berdasarkan Jumlah Pemeluknya , Islam Ke Berapa?

10 November 2023

Bangunan Gereja Ortodok di pulau Kizhi di Rusia ini menjadi bangunan kayu terbesar dan tertinggi di dunia. Tinggi bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu ini mencapai 37,5 meter. Wayfaring.info
10 Agama Terbesar di Dunia 2023 Berdasarkan Jumlah Pemeluknya , Islam Ke Berapa?

Berikut daftar 10 agama terbesar di dunia 2022 berdasarkan jumlah pengikutnya, pertama Kristen


UIN Jakarta Undang 64 Peneliti Dalam & Luar Negeri Bicara Agama, Sains & Teknologi

6 November 2023

Asep Saepudin Jahar. antaranews.com
UIN Jakarta Undang 64 Peneliti Dalam & Luar Negeri Bicara Agama, Sains & Teknologi

Forum ICONIST 2023 kumpulkan penelitia dalam dan luar negeri bahas relevansi agama menghadapi kecanggihan teknologi dan perubahan iklim.


Semua Kalangan Diundang ke Aksi Bela Palestina Besok, MUI: Tidak Usah Pikir Agama

4 November 2023

Massa dari Koalisi Indonesia Bela Baitul  Maqdis (KIBBM) melakukan aksi bela Palestina di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu, 15 Oktober 2023. Dalam aksinya, mereka melakukan doa bersama dan menggalang dana untuk memberi dukungan untuk warga Palestina. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Semua Kalangan Diundang ke Aksi Bela Palestina Besok, MUI: Tidak Usah Pikir Agama

Aksi Bela Palestina untuk menyuarakan kepada dunia bahwa masyarakat Indonesia menolak dan mengecam segala bentuk penjajahan oleh Israel.