Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Fenomena Calon Tunggal Pilkada

Oleh

image-gnews
Iklan

Pemilihan kepala daerah serentak akan diundurkan di sebuah daerah jika hanya menampilkan pasangan tunggal calon kepala daerah. Kemarin adalah batas terakhir pendaftaran calon. Harus ada paling tidak dua pasangan calon dalam pilkada serentak yang dilaksanakan di 269 daerah.

Bila hanya ada satu pasangan calon, KPU akan mengadakan sosialisasi selama tiga hari, lalu membuka pendaftaran kembali selama tiga hari. Batas akhir pendaftaran susulan adalah 3 Agustus nanti. Bila calon lain tak kunjung ada, menurut Peraturan KPU, pilkada di daerah itu ditunda hingga periode berikutnya, 2017.

Masih ada calon tunggal di banyak daerah. Di Surabaya, yang mendaftar sebagai calon wali kota dan wakil wali kota hanyalah pasangan inkumben Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana. Sampai batas terakhir pukul 16.00 kemarin, di Jawa Tengah pun masih ada calon tunggal. Di Kabupaten Boyolali, misalnya, calon yang maju hanyalah pasangan Senosamudra-M. Said Hidayat, yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Di Solo, ada duet F.X. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo, yang juga dari PDIP. Sedangkan di Demak, hanya ada pasangan Harwanto-Maskuri, yang diusung koalisi Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Demokrat.

Calon tunggal berbahaya bagi demokrasi. Calon tunggal mengandaikan tidak ada kompetisi. Padahal, semakin banyak calon yang bersaing, kualitas demokrasi akan semakin baik. Budaya aklamasi adalah budaya yang harus ditinggalkan dalam demokrasi. Memang, calon tunggal bisa berarti tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap seorang tokoh. Tapi di situ juga bisa terselip kemungkinan adanya politik uang. Bisa jadi calon tunggal membayar partai agar tidak ada calon lain yang tampil. Dengan uang, mereka bisa meminta calon lain mengundurkan diri. Syukurlah, untuk menghindari itu, Komisi Pemilihan Umum membuat aturan: pilkada diundurkan di daerah yang cuma ada calon tunggal.

Fenomena calon tunggal menunjukkan kaderisasi partai gagal. Hal ini memperlihatkan betapa partai kesulitan memiliki calon-calon alternatif. Sesungguhnya mengajukan sebanyak mungkin calon alternatif untuk maju dalam pilkada merupakan sebuah investasi bagi partai. Partai akan memiliki kader-kader masa depan yang punya pengalaman kompetisi. Politik ibarat lari maraton, bukan estafet. Adapun kurangnya calon dari jalur independen bisa dimaklumi karena persyaratan dukungan yang jauh lebih banyak dibanding dalam pilkada sebelumnya.

Setelah 3 Agustus nanti, jika di suatu daerah calonnya tetap tunggal, diputuskan pilkada diundurkan. Daerah lain yang calonnya dua pasang atau lebih memasuki masa verifikasi. Pada 24 Agustus, KPU kabupaten/kota akan mengumumkan siapa saja pasangan yang lolos verifikasi. Partai politik harus berkomitmen untuk menyukseskan pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. Tidak perlu ada usulan peraturan pemerintah pengganti undang-undang yang khusus mengatur mengenai calon tunggal. Laksanakan saja aturan KPU yang sudah ada. Pilkada serentak harus berlangsung tepat waktu dengan segala kekurangannya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pria di Madura Meninggal di Atas Panggung Orkes Dangdut

4 menit lalu

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Pria di Madura Meninggal di Atas Panggung Orkes Dangdut

Seorang pria di Madura meninggal saat hendak menyawer biduan orkes Dangdut. Almarhum diduga memiliki riwayat penyakit jantung


Film yang Dibintangi Jang Ki Yong, Aktor Korea yang akan Fan Meeting Asia

11 menit lalu

Jang Ki Yong dalam drama The Atypical Family. Dok. JTBC
Film yang Dibintangi Jang Ki Yong, Aktor Korea yang akan Fan Meeting Asia

Jang Ki Yong akan mengadakan jumpa penggemar atau fan meeting di beberapa negara di Asia


Layanan Imigrasi Andalkan Cloud Amazon, Pengamat Siber: Bukti Ketidakmampuan PDNS

17 menit lalu

Amazon Web Services logo. Kredit: Amazon
Layanan Imigrasi Andalkan Cloud Amazon, Pengamat Siber: Bukti Ketidakmampuan PDNS

Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, menyebut migrasi data imigrasi ke web Amazon mencerminkan kelemahan PDNS dalam pengamanan data.


KPK: Korupsi Basarnas Akibatkan Kerugian Negara Rp 20,4 Miliar

26 menit lalu

Koordinator Humas Basarnas/PPK Basarnas tahun 2012 - 2018, Anjar Sulistiyono (tengah), Sestama Basarnas tahun 2009 - 2015, Max Ruland Boseke (depan) dan Direktur CV Delima Mandiri, William Widarta, memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024. KPK menahan Max Ruland Boseke, Anjar Sulistiyono dan William Widarta dalam kasus dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel 4WD dan rescue carrier vehicle atau pengadaan barang jasa lainnya di lingkungan Badan SAR Nasional Tahun 2012-2018 yang merugikan negara Rp20,4 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
KPK: Korupsi Basarnas Akibatkan Kerugian Negara Rp 20,4 Miliar

KPK mengungkap dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel dan kendaraan penyelamat di Badan SAR Nasional (Basarnas) periode 2012-2018.


Mengenang Tokoh Sastrawan Indonesia, Abdul Hadi WM dengan Berbagai Prestasinya

28 menit lalu

Sastrawan Abdul Hadi WM sedang membahas puisi-puisi dalam buku
Mengenang Tokoh Sastrawan Indonesia, Abdul Hadi WM dengan Berbagai Prestasinya

Mengenang sastrawan dan budayawan Abdul Hadi WM yang dikenal dengan aliran sufinya yang memiliki berbagai penghargaan bergengsi.


Day6 Gelar Konser Spesial untuk Anak Pejuang Leukemia, Wonpil Berikan Keyboardnya

29 menit lalu

Grup band asal Korea Selatan, DAY6. Foto: X/@day6official
Day6 Gelar Konser Spesial untuk Anak Pejuang Leukemia, Wonpil Berikan Keyboardnya

Day6 menghabiskan waktu bersama anak pejuang leukemia limfoblastik akut berusia 7 tahun yang tidak dapat datang ke konser karena sakit.


Trik Menyimpan Selada agar Segar Lebih Lama, Bisa Tahan 6 Bulan

39 menit lalu

Daun Selada. TEMPO/Subekti
Trik Menyimpan Selada agar Segar Lebih Lama, Bisa Tahan 6 Bulan

Selada termasuk sayuran daun yang cepat layu. Untungnya, ada trik menyimpan selada agar segar lebih lama. Simak caranya.


KPK Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Truk Angkut di Basarnas

46 menit lalu

Koordinator Humas Basarnas/PPK Basarnas tahun 2012 - 2018, Anjar Sulistiyono (kanan), Sestama Basarnas tahun 2009 - 2015, Max Ruland Boseke dan Direktur CV Delima Mandiri, William Widarta (kiri), memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024. KPK menahan Max Ruland Boseke, Anjar Sulistiyono dan William Widarta dalam kasus dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel 4WD dan rescue carrier vehicle atau pengadaan barang jasa lainnya di lingkungan Badan SAR Nasional Tahun 2012-2018 yang merugikan negara Rp20,4 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Truk Angkut di Basarnas

KPK mengungkap dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel dan kendaraan penyelamat di Basarnas


Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Dugaan Penyiksaan Bocah oleh Polisi, Komnas HAM: Intimidasi

48 menit lalu

Polisi menemukan jasad Afif (13 tahun) di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang. Istimewa
Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Dugaan Penyiksaan Bocah oleh Polisi, Komnas HAM: Intimidasi

Komnas HAM menilai Polda Sumbar tengah melakukan intimidasi dengan mencari orang yang memviralkan dugaan penyiksaan bocah hingga tewas oleh polisi.


Kuota Pemain Asing Liga 1 2024-2025 Akan Ditentukan setelah RUPS PSSI

1 jam lalu

Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri acara PSSI Pers di Jakarta, Selasa, 6 Februari 2024. ANTARA/Aloysius Lewokeda
Kuota Pemain Asing Liga 1 2024-2025 Akan Ditentukan setelah RUPS PSSI

Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga memastikan bahwa aturan pemain asing untuk setiap klub Liga 1 Indonesia 2024-2025 belum ada keputusan final.