Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Transmisi Radikalisme Agama

image-profil

image-gnews
Iklan

Dirga Maulana, Peneliti Junior Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta

Kasus radikalisme agama terus menjadi dilema umat manusia, tidak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia, diseminasi paham radikalisme agama tak hanya ada di institusi pendidikan, tapi juga telah tersemai di media sosial dan Internet. Kedua tempat tersebut menjadi ruang terbuka munculnya paham radikalisme agama. Kita bisa menelisik riset-riset sebelumnya bahwa, pertama, radikalisme muncul akibat pemahaman guru terhadap agama sangat eksklusif (PPIM; 2008); kedua, keberadaan rohis di sekolah-sekolah pemicu pemahaman keagamaan yang rigid dan intoleran (Ciciek; 2008); dan ketiga, anak muda kerap harmonis dengan paham radikalisme (Maarif Institute; 2011); kemudian kemunculan buku-buku ajar berkonten radikal (Tempo; 2015); dan menyeruaknya situs-situs Islam radikal di Internet.

Artinya, gejala radikalisme agama tidak bisa dinafikan keberadaannya akibat pemahaman keagamaan yang literal terhadap teks-teks suci keagamaan. Kemudian kasus media sosial atau Internet yang kerap melansir konten-konten radikal untuk menjelekkan pemerintah dan mengkafirkan orang lain yang tidak sepemahaman kini menjadi perhatian serius pemerintah untuk menangkalnya. Sebab, kita bisa mengatakan bahwa Internet merupakan "new public sphere" bagi transmisi radikalisme agama. Pasalnya, kemajuan teknologi ini memudahkan kita untuk berselancar di dunia virtual guna mendapatkan informasi dengan cepat.

Eric Schmidt dan Jared Cohen dalam bukunya, The New Digital Age (2013), menggambarkan masa depan gerakan terorisme dengan menggunakan teknologi informasi sebagai sebuah serangan teror. Internet membekali para ekstremis dengan informasi dan memberikan informasi untuk gerakan ideologis mereka. Mereka bisa masuk ke mana saja dengan menggunakan YouTube, Facebook, Twitter, dan lain-lain untuk mengajak anak-anak muda melakukan tindak kekerasan dengan dalih agama. Contoh teranyar gerakan ISIS yang melansir video-video mereka ke YouTube.

Dilansir oleh Tech in Asia, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada 2015 sekitar 72,7 juta orang dan 30 juta pengguna aktif adalah anak muda. Jika pengguna aktif Internet ini mengkonsumsi konten-konten radikal bernuansa agama, tentu bisa kita bayangkan betapa akan mereduksi nilai-nilai toleransi dan multikulturalisme. Kecemasan ini perlu diantisipasi dengan serius oleh pemerintah. Bagaimana paham-paham radikalisme semakin mengganggu sikap toleransi dan rasa multikulturalisme yang telah dibangun oleh bangsa kita sejak dulu. Pemerintah harus memiliki definisi yang jelas soal radikalisme.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Misalnya, situs web media radikal-dalam konsep Badan Nasional Penanggulangan Terorisme-adalah ingin melakukan perubahan dengan cepat menggunakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama; takfiri atau mengkafirkan orang lain; mendukung, menyebarkan, dan mengajak bergabung dengan ISIS/IS; serta memaknai jihad secara terbatas.

Definisi web radikal seperti ini sudah pas untuk operasionalisasi. Pemerintah berhak dan memiliki wewenang untuk mengoperasionalkan definisi ini sebagai cara untuk memantau situs-situs tersebut. Pak Lukman Hakim Saifuddin dan Rudiantara bisa berkolaborasi untuk menangkal transmisi radikalisme agama di Indonesia. *


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mahfud Md Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama, tapi Negara Beragama

53 hari lalu

Mahfud MD di UII Yogyakarta Selasa (30/4). Dok.istimewa.
Mahfud Md Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama, tapi Negara Beragama

Mahfud Md, mengatakan relasi agama dan negara bagi Indonesia sebenarnya sudah selesai secara tuntas. Dia menegaskan bahwa Indonesia bukan negara agama, tapi negara beragama.


Prabowo-Gibran Dilantik Oktober 2024, Ini Sosok yang Pertama Kali Menggagas Sumpah Jabatan

59 hari lalu

Enam penjabat Walikota dan Bupati diambil sumpah saat dilantik oleh penjabat Gubernur Bey Machmudin di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 20 September 2023. Enam kepala daerah sisa masa jabatan 2023-2024 yang dilantik adalah Pj Walikota Bekasi Gani Muhammad, Pj Walikota Sukabumi Kusmana Hartadji, Pj Walikota Bandung Bambang Tirtoyuliono, Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif, Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman, dan Pj Bupati Purwakarta Benny Irwan. TEMPO/Prima Mulia
Prabowo-Gibran Dilantik Oktober 2024, Ini Sosok yang Pertama Kali Menggagas Sumpah Jabatan

Ritual sumpah jabatan, yang akan dilakukan Prabowo dan Gibran pertama kali dilakukan pada ribuan tahun lalu. Ini sosok yang mencetuskannya


Mengenal Narsisis Spiritual yang Selalu Sok Paling Benar soal Agama

21 Maret 2024

Ilustrasi pasangan. Dok: StockXpert
Mengenal Narsisis Spiritual yang Selalu Sok Paling Benar soal Agama

Narsisis spiritual akan menggunakan ajaran agama dengan maksud membuat orang memenuhi keinginannya atau menyalahkan tindakan orang lain.


Ini Respons Berbagai Pihak soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama

27 Februari 2024

Suasana ijab kabul pasangan pengantin April dan Iyan di Kantor Urusan Agama, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu, 4 April 2020. TEMPO/IJAR KARIM
Ini Respons Berbagai Pihak soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama

Rencana Yaqut Cholil Qoumas menjadikan KUA sebagai sentral pelayanan keagamaan mendapat berbagai respons.


Soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama, Apa Kata SETARA Institute?

27 Februari 2024

Pasangan calon pengantin, April dan Iyan bersiap menikah di Kantor Urusan Agama, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu, 4 April 2020. Pasangan ini terpaksa menunda rencana resepsi pernikahan mereka karena larangan selama pandemi virus corona. TEMPO/IJAR KARIM
Soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama, Apa Kata SETARA Institute?

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, mengatakan rencana KUA jadi tempat pernikah semua agama harus dituangkan dalam PP atau Perpres.


Apa Saja Agama Tertua di Dunia? Ini Daftar dan Sejarahnya

29 Januari 2024

Ada beberapa agama tertua di dunia, di antaranya adalah Buddha dan Hindu. Agama ini sudah muncul sekitar 1.500 SM. Berikut sejarahnya. Foto: Canva
Apa Saja Agama Tertua di Dunia? Ini Daftar dan Sejarahnya

Ada beberapa agama tertua di dunia, di antaranya adalah Buddha dan Hindu. Agama ini sudah muncul sekitar 1.500 SM. Berikut sejarahnya.


Ketua Fraksi PAN Ungkap Video Zulhas yang Bilang Orang-orang Tak Lagi Ucap Amin saat Salat Disalahartikan

20 Desember 2023

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas bersalaman dengan wraga usai blusukan di Pasar TOS 3000 Jodoh, Batam, Minggu (17/12/2023). TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Ketua Fraksi PAN Ungkap Video Zulhas yang Bilang Orang-orang Tak Lagi Ucap Amin saat Salat Disalahartikan

Ketua Fraksi PAN menyatakan tak ada sedikit pun niat Zulhas melecehkan agama.


10 Agama Terbesar di Dunia 2023 Berdasarkan Jumlah Pemeluknya , Islam Ke Berapa?

10 November 2023

Bangunan Gereja Ortodok di pulau Kizhi di Rusia ini menjadi bangunan kayu terbesar dan tertinggi di dunia. Tinggi bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu ini mencapai 37,5 meter. Wayfaring.info
10 Agama Terbesar di Dunia 2023 Berdasarkan Jumlah Pemeluknya , Islam Ke Berapa?

Berikut daftar 10 agama terbesar di dunia 2022 berdasarkan jumlah pengikutnya, pertama Kristen


UIN Jakarta Undang 64 Peneliti Dalam & Luar Negeri Bicara Agama, Sains & Teknologi

6 November 2023

Asep Saepudin Jahar. antaranews.com
UIN Jakarta Undang 64 Peneliti Dalam & Luar Negeri Bicara Agama, Sains & Teknologi

Forum ICONIST 2023 kumpulkan penelitia dalam dan luar negeri bahas relevansi agama menghadapi kecanggihan teknologi dan perubahan iklim.


Semua Kalangan Diundang ke Aksi Bela Palestina Besok, MUI: Tidak Usah Pikir Agama

4 November 2023

Massa dari Koalisi Indonesia Bela Baitul  Maqdis (KIBBM) melakukan aksi bela Palestina di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu, 15 Oktober 2023. Dalam aksinya, mereka melakukan doa bersama dan menggalang dana untuk memberi dukungan untuk warga Palestina. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Semua Kalangan Diundang ke Aksi Bela Palestina Besok, MUI: Tidak Usah Pikir Agama

Aksi Bela Palestina untuk menyuarakan kepada dunia bahwa masyarakat Indonesia menolak dan mengecam segala bentuk penjajahan oleh Israel.