Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Petinggi KPK Pilihan Panitia

Oleh

image-gnews
Iklan

Akhirnya panitia seleksi menyerahkan delapan nama kandidat pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Presiden Joko Widodo. Hasil kerja panitia yang diketuai oleh Destry Damayanti itu perlu disorot, terutama menyangkut figur yang dipilih. Masih ada calon yang kurang tepat untuk memimpin lembaga yang diharapkan tetap menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi itu.

Seorang calon yang terkesan mengecilkan peran KPK justru diloloskan dan diproyeksikan untuk memimpin penyidikan. Dalam wawancara terbuka dengan anggota panitia seleksi, si kandidat jelas mengatakan bahwa KPK tak boleh memonopoli kasus dan harus menguatkan fungsi sebagai mekanisme pendorong kinerja kepolisian serta kejaksaan. Ia juga mengatakan penyidikan menjadi jatah kepolisian, dan penuntutan merupakan urusan kejaksaan.

Panitia seleksi semestinya tidak meloloskan calon yang berpotensi memandulkan fungsi komisi antikorupsi. Negara ini jelas masih memerlukan peran besar KPK karena korupsi yang masih merajalela. Sesuai dengan undang-undang, komisi antikorupsi pun memiliki wewenang besar. KPK tak sekadar mensupervisi lembaga penegak hukum lain, tapi juga berhak mengambil alih kasus korupsi yang ditangani kepolisian atau kejaksaan.

Ada juga kandidat yang memiliki catatan kurang mengesankan saat menangani kasus korupsi. Panitia juga meloloskan calon yang memiliki harta dan kegiatan bisnis yang mengundang kecurigaan. Panitia seleksi seharusnya konsisten dengan kriteria yang ditetapkan, yakni memiliki integritas, kompetensi, independensi, kepemimpinan, dan pengalaman kerja yang relevan. Jika kriteria mengenai integritas dipatuhi, calon-calon yang memiliki catatan kurang baik semestinya tidak diloloskan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hasil kerja panitia seleksi yang kurang memuaskan itu perlu disorot lebih tajam setelah dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Komisi Hukum DPR akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap delapan calon pilihan itu pada Oktober mendatang. Dari delapan nama itu bersama dua nama lain yang telah menjalani uji kepatutan dan kelayakan, Komisi Hukum DPR akan memilih lima nama menjadi anggota pimpinan KPK periode 2015-2019.

Tidak bisa dihindari, anggota Komisi Hukum DPR tentu akan lebih menonjolkan pertimbangan politik dalam memilih lima pemimpin KPK. Tapi justru karena itulah akan tampak sikap partai politik di parlemen dalam kaitan dengan agenda pemberantasan korupsi. Jika partai politik, termasuk partai-partai pendukung pemerintah Jokowi, masih peduli memerangi kejahatan ini, semestinya mereka memilih calon yang berintegritas.

Bila yang terjadi sebaliknya atau calon-calon yang kurang berintegritas dipercaya memimpin komisi antikorupsi, sikap DPR hanya membenarkan sinyalemen adanya pelemahan KPK secara sistematis. Presiden Jokowi pun akan semakin diragukan komitmennya dalam memberantas korupsi, atau setidaknya dinilai tak berdaya di hadapan kekuatan yang membonsai KPK.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gejolak Demonstrasi Paramedis di Korea Selatan, Giliran Dokter Senior dan Profesor Memprotes

1 menit lalu

Para dokter saat protes terhadap rencana penerimaan lebih banyak siswa ke sekolah kedokteran, di depan Kantor Kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, 22 Februari 2024. REUTERS/Kim Soo-Hyeon
Gejolak Demonstrasi Paramedis di Korea Selatan, Giliran Dokter Senior dan Profesor Memprotes

Sejumlah akademisi dan dokter di Korea Selatan memprotes kebijakan baru pemerintah soal penerimaan Jurusan Kedokteran.


Andre Taulany Pernah Maju di Pilkada Tangsel 2010, Kini Langkahnya Diikuti Marshel Widianto

2 menit lalu

Andre Taulany . FOTO ANTARA/Muhammad Deffa
Andre Taulany Pernah Maju di Pilkada Tangsel 2010, Kini Langkahnya Diikuti Marshel Widianto

Partai Gerindra usung komika Marshel Widianto sebagai bakal calon Wakil Wali Kota di Pilkada Tangsel 2024. Sebelumnya, Andre Taulany pernah maju.


Prabowo Hampiri Jokowi di Halim, Langsung Ucapkan Selamat Ulang Tahun

4 menit lalu

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, 11 Oktober 2019. TEMPO/Subekti
Prabowo Hampiri Jokowi di Halim, Langsung Ucapkan Selamat Ulang Tahun

Keterangan tertulis Kementerian Pertahanan menyebut Prabowo menemui Jokowi seusai jam berkantor di kementerian.


Rincian UKT Unsoed Terbaru Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri 2024

5 menit lalu

Unsoed sosialisasikan beasiswa unggulan dosen Indonesia-Dalam Negeri. dok/unsoed.ac.id KOMUNIKA ONLINE
Rincian UKT Unsoed Terbaru Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri 2024

Unsoed batalkan kenaikan UKT dan IPI. Simak rincian UKT Unsoed terbaru untuk mahasiswa dari jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri 2024.


Jadwal Lengkap Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2024

9 menit lalu

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 20 Juni 2024. Jemaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jadwal Lengkap Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2024

Jadwal Kepulangan jemaah haji Indonesia terbagi dalam dua kloter, berikut tanggalnya


Minum Kopi Bisa Memicu Kecemasan?

9 menit lalu

Ilustrasi wanita minum kopi. Foto: Unsplash.com/Freestocks
Minum Kopi Bisa Memicu Kecemasan?

Kandungan kafein dari satu cangkir minum kopi atau teh bisa berbeda kadarnya dipengaruhi proses pembuatan dan jenisnya.


Barasuara Merilis Album Jalaran Sadrah Isi 9 Lagu

10 menit lalu

Vokalis kelompok musik Barasuara Iga Massardi (tengah), Asteriska (kanan) dan Puti Chitara (kiri) tampil dalam Joyland Festival Bali 2023 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu 18 Maret 2023. Barasuara membawakan sejumlah lagu diantaranya Api dan Lentera, Bahas Bahasa dan Mengunci Ingatan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Barasuara Merilis Album Jalaran Sadrah Isi 9 Lagu

Grup musik Barasuara merilis album ketiga berjudul Jalaran Sadrah pada Jumat, 21 Juni 2024


Bappenas Evaluasi 46 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran, Kemensos: Ada Perbedaan Sumber Data

15 menit lalu

Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin memberikan keterangan pers soal polemik 46 persen penerima bansos tak tepat sasaran. Agus menyampaikan ke awak media di Kantor Kementerian Sosial, Cawang, Jakarta, pada Jumat, 21 Juni 2024. Tempo/Adil Al Hasan
Bappenas Evaluasi 46 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran, Kemensos: Ada Perbedaan Sumber Data

Kemensos merespons Bappenas yang sempat menyebut ada 46 persen penerima bantuan sosial atau bansos tak tepat sasaran


Alexander Marwata Minta Pansel KPK Utamakan Rekam Jejak Ketimbang Tes Asesmen

20 menit lalu

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Alexander Marwata saat ditemui usai rapat dengan Komisi 3 DPR pada Selasa, 11 Juni 2024 di Kompleks Parlemen Senayan. Dia mengatakan KPK telah menargetkan akan menangkap Harun Masiku dalam seminggu ke depan. TEMPO/Intan Setiawanty
Alexander Marwata Minta Pansel KPK Utamakan Rekam Jejak Ketimbang Tes Asesmen

Presiden Joko Widodo telah membentuk tim pansel KPK yang terdiri dari 9 orang.


Kominfo: Kendala Penyediaan Internet di Daerah Terpencil karena Jaringan Transmisi Kerap Rusak

20 menit lalu

Satelit Internet SATRIA-1. Kominfo.go.id
Kominfo: Kendala Penyediaan Internet di Daerah Terpencil karena Jaringan Transmisi Kerap Rusak

Kominfo mengakui bahwa penyediaan internet di daerah terpencil terkendala karena jaringan transimisinya kerap rusak.