Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Padamkan Api tanpa Malu

Oleh

image-gnews
Iklan

Kita tak sepatutnya menolak bantuan Singapura dalam menangani bencana asap. Tahun lalu, kita telah meratifikasi kesepakatan ASEAN untuk mengatasi polusi asap lintas batas--kesepakatan yang sudah ditandatangani 12 tahun silam. Dengan ratifikasi itu, Indonesia wajib mengatasi masalah asap yang menyebar hingga ke negeri tetangga secara terpadu, termasuk dengan kerja sama internasional. Bila menolak, Indonesia bisa dimintai pertanggungjawaban karena telah mendatangkan bencana ke negeri tetangga.

Singapura telah berteriak lantang ihwal kiriman asap akibat pembakaran hutan di Sumatera. Pertengahan pekan lalu, indeks polusi udara Singapura tercatat 187 Psi, angka tertinggi tahun ini. Ambang batas tidak sehat adalah 100 Psi.

Pekan lalu, pemerintah Singapura mengirim nota diplomatik ke Kedutaan Indonesia di sana. Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen juga mengemukakan tawaran untuk membantu pemadaman api di Sumatera dan Kalimantan dengan mengirim pesawat C-130 beserta timnya.

Namun Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya menolak. Menurut Menteri, Indonesia belum butuh bantuan. Pemerintah telah mengerahkan 18 pesawat water bomber dan segera ditambah dua lagi. Ribuan tentara dan polisi juga dikerahkan. Dianggarkan dana Rp 385 miliar.

Namun upaya itu belum membuahkan hasil optimal. Pekan lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei menyatakan kebakaran hutan akan teratasi dalam sebulan. Senin lalu, titik api tercatat sebanyak 1.205, tersebar di 52 kabupaten di lima provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Riau bahkan meningkatkan status darurat setelah lima bulan siaga asap. Indeks pencemaran udara di Riau sudah beberapa hari berada pada angka 300 Psi atau berbahaya bagi kesehatan. Bukan hanya kesehatan, pendidikan juga terganggu. Sekolah kerap diliburkan. Belum lagi kerugian ekonomi yang diperkirakan Rp 5 miliar per hari.

Jangan sampai insiden 2013 terulang. Saat itu kabut asap membuat Singapura terpapar polusi hingga mencapai angka 401, menyebabkan krisis diplomatik. Jakarta menuding perusahaan asal Malaysia dan Singapura yang berbisnis perkebunan di Sumatera dan Kalimantan termasuk di antara mereka yang membakar hutan. Kedua negeri jiran itu tak terima. Singapura sampai mengeluarkan undang-undang yang memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menjatuhkan denda hingga US$ 1,6 juta kepada perusahaan yang memiliki kantor di wilayahnya jika terbukti menyebabkan atau menyumbang terjadinya kebakaran hutan.

Kini, api harus segera dipadamkan. Proses hukum juga harus dijalankan dengan tegas. Ongkos akibat kebakaran hutan terlalu mahal, apalagi terjadi setiap tahun. Karena itu, tawaran bantuan dan kerja sama di kawasan ini layak disambut. Tentu harus dilanjutkan dengan tindakan pencegahan. Agar kita tak malu kepada tetangga, juga agar rakyat terhindar dari penyakit pernapasan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pria di Madura Meninggal di Atas Panggung Orkes Dangdut

2 menit lalu

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Pria di Madura Meninggal di Atas Panggung Orkes Dangdut

Seorang pria di Madura meninggal saat hendak menyawer biduan orkes Dangdut. Almarhum diduga memiliki riwayat penyakit jantung


Film yang Dibintangi Jang Ki Yong, Aktor Korea yang akan Fan Meeting Asia

9 menit lalu

Jang Ki Yong dalam drama The Atypical Family. Dok. JTBC
Film yang Dibintangi Jang Ki Yong, Aktor Korea yang akan Fan Meeting Asia

Jang Ki Yong akan mengadakan jumpa penggemar atau fan meeting di beberapa negara di Asia


Layanan Imigrasi Andalkan Cloud Amazon, Pengamat Siber: Bukti Ketidakmampuan PDNS

15 menit lalu

Amazon Web Services logo. Kredit: Amazon
Layanan Imigrasi Andalkan Cloud Amazon, Pengamat Siber: Bukti Ketidakmampuan PDNS

Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, menyebut migrasi data imigrasi ke web Amazon mencerminkan kelemahan PDNS dalam pengamanan data.


KPK: Korupsi Basarnas Akibatkan Kerugian Negara Rp 20,4 Miliar

24 menit lalu

Koordinator Humas Basarnas/PPK Basarnas tahun 2012 - 2018, Anjar Sulistiyono (tengah), Sestama Basarnas tahun 2009 - 2015, Max Ruland Boseke (depan) dan Direktur CV Delima Mandiri, William Widarta, memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024. KPK menahan Max Ruland Boseke, Anjar Sulistiyono dan William Widarta dalam kasus dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel 4WD dan rescue carrier vehicle atau pengadaan barang jasa lainnya di lingkungan Badan SAR Nasional Tahun 2012-2018 yang merugikan negara Rp20,4 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
KPK: Korupsi Basarnas Akibatkan Kerugian Negara Rp 20,4 Miliar

KPK mengungkap dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel dan kendaraan penyelamat di Badan SAR Nasional (Basarnas) periode 2012-2018.


Mengenang Tokoh Sastrawan Indonesia, Abdul Hadi WM dengan Berbagai Prestasinya

26 menit lalu

Sastrawan Abdul Hadi WM sedang membahas puisi-puisi dalam buku
Mengenang Tokoh Sastrawan Indonesia, Abdul Hadi WM dengan Berbagai Prestasinya

Mengenang sastrawan dan budayawan Abdul Hadi WM yang dikenal dengan aliran sufinya yang memiliki berbagai penghargaan bergengsi.


Day6 Gelar Konser Spesial untuk Anak Pejuang Leukemia, Wonpil Berikan Keyboardnya

27 menit lalu

Grup band asal Korea Selatan, DAY6. Foto: X/@day6official
Day6 Gelar Konser Spesial untuk Anak Pejuang Leukemia, Wonpil Berikan Keyboardnya

Day6 menghabiskan waktu bersama anak pejuang leukemia limfoblastik akut berusia 7 tahun yang tidak dapat datang ke konser karena sakit.


Trik Menyimpan Selada agar Segar Lebih Lama, Bisa Tahan 6 Bulan

37 menit lalu

Daun Selada. TEMPO/Subekti
Trik Menyimpan Selada agar Segar Lebih Lama, Bisa Tahan 6 Bulan

Selada termasuk sayuran daun yang cepat layu. Untungnya, ada trik menyimpan selada agar segar lebih lama. Simak caranya.


KPK Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Truk Angkut di Basarnas

44 menit lalu

Koordinator Humas Basarnas/PPK Basarnas tahun 2012 - 2018, Anjar Sulistiyono (kanan), Sestama Basarnas tahun 2009 - 2015, Max Ruland Boseke dan Direktur CV Delima Mandiri, William Widarta (kiri), memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024. KPK menahan Max Ruland Boseke, Anjar Sulistiyono dan William Widarta dalam kasus dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel 4WD dan rescue carrier vehicle atau pengadaan barang jasa lainnya di lingkungan Badan SAR Nasional Tahun 2012-2018 yang merugikan negara Rp20,4 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Truk Angkut di Basarnas

KPK mengungkap dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel dan kendaraan penyelamat di Basarnas


Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Dugaan Penyiksaan Bocah oleh Polisi, Komnas HAM: Intimidasi

46 menit lalu

Polisi menemukan jasad Afif (13 tahun) di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang. Istimewa
Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Dugaan Penyiksaan Bocah oleh Polisi, Komnas HAM: Intimidasi

Komnas HAM menilai Polda Sumbar tengah melakukan intimidasi dengan mencari orang yang memviralkan dugaan penyiksaan bocah hingga tewas oleh polisi.


Kuota Pemain Asing Liga 1 2024-2025 Akan Ditentukan setelah RUPS PSSI

1 jam lalu

Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri acara PSSI Pers di Jakarta, Selasa, 6 Februari 2024. ANTARA/Aloysius Lewokeda
Kuota Pemain Asing Liga 1 2024-2025 Akan Ditentukan setelah RUPS PSSI

Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga memastikan bahwa aturan pemain asing untuk setiap klub Liga 1 Indonesia 2024-2025 belum ada keputusan final.