Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Monumen Kasih Sayang

image-profil

image-gnews
Iklan

Muhidin M. Dahlan, kerani warungarsip

Tak ada respons publik yang begitu gempita tentang kematian tak wajar seorang bocah kecuali kematian yang dialami Arie Hanggara (Jakarta, November 1984) dan Angeline (Denpasar, Mei 2015).

Kematian bocah secara tak wajar memang bukan domain Arie-Angeline (A-A). Tiap tahun, rubrik "Hukum & Kriminal" di koran cetak maupun daring mengabarkan terbunuhnya anak-anak. Tapi tak pernah seheboh A-A.

Angeline merajai tren topik di Twitter dan tak henti-hentinya berseliweran di lini masa Facebook pada hari penemuan mayatnya, 10 Juni 2015, yang dikubur di pekarangan rumahnya. Proses pencarian Angeline yang sebelumnya dikabarkan hilang itu sempat mengundang respons dua menteri di Kabinet Kerja.

Geger nasional kematian Angeline itu mengingatkan kita akan geger serupa saat Arie Hanggara, 8 tahun, tewas akibat kekerasan rumah tangga yang dilakukan ayah kandungnya (Machtino) dan ibu tirinya (Santi). Kematian bocah kelas 1 SD pada November 1984 itu mula-mula menggemparkan Ibu Kota. Namun karena media cetak terus-menerus mengeksposnya, kematian Arie menjadi "perkabungan" nasional. Arie menjadi ikon dan menyumbang makna sosial bahwa "ibu tiri (pasti) kejam".

Tak tanggung-tanggung, Menteri P & K Nugroho Notosusanto bahkan sudah mengambil tindakan "kreatif" mendahului keputusan hakim. Nugroho bertindak cepat mengabadikan keharuan nasional ini dengan memesan patung Arie Hanggara.

Nugroho, yang lebih berduka atas kematian Arie Hanggara ketimbang penyembelihan massal WNI berideologi komunis dan pengagum Sukarno pada tahun 1965 itu, berdalih: "Ada seorang anak yang terbunuh oleh orang tuanya. Ini satu kasus dalam sejarah kita… ini peringatan bagi orang tua. Apa kita mau kasus seperti ini terulang lagi?"

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dengan alasan mengabadikan "keharuan nasional" dan demi "sejarah kita" itulah, Nugroho memesan patung ke perupa dengan jejak karya monumental yang legendaris: Edhi Soenarso. Edhi membuat patung Arie Hanggara itu di Studio Patung Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Patung itu patung gips seorang anak setinggi 125 sentimeter dengan hanya memakai celana pendek. Bocah itu berdiri membungkuk dengan ekspresi wajah yang kesakitan, sementara kaki dan tangannya terikat tali.

Patung Arie Hanggara karya Edhi Soenarso ini, yang rencananya ditaruh di gedung Departemen P & K, memang tak pernah "selesai" karena mengundang kontroversi. Niat mulia Nugroho mengabadikan "keharuan nasional" oleh publik yang marah sejak November 1984 dipandang berlebihan.

Kegagalan Menteri Nugroho tak menghentikan laju menjadikan Arie Hanggara sebagai ikon kekerasan terhadap anak. Film yang dibesut Frank Rorimpandey dengan skenario yang ditulis Arswendo Atmowiloto ini sukses mendatangkan ratusan ribu penonton ke bioskop; dari ibu kota hingga ke kabupaten; dan bahkan diputar di bioskop-bioskop kampung yang jauh dari Jakarta.

Setelah kehebohan itu, kekerasan terhadap anak di ruang domestik maupun ruang sosial-ekonomi tak pernah berhenti. Tapi boleh dibilang peristiwa-peristiwa itu hanya menjadi statistik dan tak satu pun menghadirkan "rasa haru nasional". Sampai kita bertemu dengan kematian Angeline di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Arie-Angeline--pinjam istilah Nugroho Notosusanto saat menamai patung Arie pesanannya--adalah monumen kasih sayang dalam keluarga. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pekerja Rumah Tangga Tewas Akibat Lompat dari Atap, Empat Orang Jadi Tersangka

17 hari lalu

Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin didampingi Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain dan Ketua DPRD Gatot Wibowo saat mengunjungi korban CC, ART yang lompat dari rumah majikannya, di RSUD Kabupaten Tangerang, Sabtu, 1 Juni 2024. ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Pekerja Rumah Tangga Tewas Akibat Lompat dari Atap, Empat Orang Jadi Tersangka

Polisi menetapkan empat orang tersangka dalam insiden pekerja rumah tangga (PRT) yang tewas akibat melompat dari atap rumah majikan Cimone Permai.


Libatkan Banyak Pihak untuk Tangani Kesehatan Mental Anak

34 hari lalu

Ilustrasi kekerasan pada anak. momtastic.com
Libatkan Banyak Pihak untuk Tangani Kesehatan Mental Anak

Persoalan anak yang sedang marak adalah kekerasan akibat kesehatan mental anak yang tingkat emosionalnya tidak terkendali sehingga perlu rehabilitasi.


Pelaku Kekerasan Anak Biasanya Punya Gangguan Mental

5 April 2024

Ilustrasi kekerasan pada anak. health. wyo.gov
Pelaku Kekerasan Anak Biasanya Punya Gangguan Mental

Psikolog menyebut para pelaku kekerasan anak cenderung memiliki gangguan kesehatan mental dan biasanya orang terdekat.


Komnas PA: Kasus Kekerasan Anak Meningkat 30 Persen Tahun ini, Terbanyak Terjadi di Keluarga dan Sekolah

29 Desember 2023

Ilustrasi kekerasan pada anak. health. wyo.gov
Komnas PA: Kasus Kekerasan Anak Meningkat 30 Persen Tahun ini, Terbanyak Terjadi di Keluarga dan Sekolah

Kasus kekerasan terhadap anak terbanyak tahun ini adalah kekerasan seksual


Viral Kasus KDRT Dialami Dokter Qory, Begini Ancaman Hukuman Bagi Pelaku KDRT

18 November 2023

Konferensi pers di Markas Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, menghadirkan tersangka pelaku KDRT, Jumat 17 November 2023. Kasus ini terungkap setelah viral di media sosial seorang suami mencari istri, Dokter Qory, yang pergi meninggalkan rumah. Dok. Polres Bogor
Viral Kasus KDRT Dialami Dokter Qory, Begini Ancaman Hukuman Bagi Pelaku KDRT

Belakangan ramai di media sosial kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami dokter Qory. Apa hukuman bagi pelaku KDRT?


Deddy Mizwar dan Nenek Ariel Tatum Pemeran Film Arie Hanggara, Kisah Tragis Bocah 7 Tahun

10 November 2023

Arie Hanggara. youtube.com
Deddy Mizwar dan Nenek Ariel Tatum Pemeran Film Arie Hanggara, Kisah Tragis Bocah 7 Tahun

Kematian anak berusia 7 tahun karena disiksa orang tuanya diangkat ke layar lebar. Film Arie Hanggara dibintangi Deddy Mizwar dan nenek Ariel Tatum.


Dokter di Makassar Jadi Tersangka Usai Aniaya Balita, Berikut Pasal-Pasal Kekerasan Terhadap Anak

4 Agustus 2023

Ilustrasi kekerasan pada anak. health. wyo.gov
Dokter di Makassar Jadi Tersangka Usai Aniaya Balita, Berikut Pasal-Pasal Kekerasan Terhadap Anak

Seorang dokter di Makassar ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap anak. Pahami pasal-pasal kekerasan terhadap anak.


Anak yang Ditelantarkan Ibu Kandung di Depok Dapat Pendampingan Psikologi dan Hukum

7 Februari 2023

Ilustrasi kekerasan pada anak. youtube.com
Anak yang Ditelantarkan Ibu Kandung di Depok Dapat Pendampingan Psikologi dan Hukum

Pemerintah Kota Depok akan memberikan pendampingan psikologis dan hukum karena anak yang disiram air panas oleh ibunya sendiri itu trauma.


Anak yang Ditelantarkan Ibu Kandung di Depok Alami Luka Bakar Grade 2

7 Februari 2023

Ilustrasi kekerasan pada anak. health. wyo.gov
Anak yang Ditelantarkan Ibu Kandung di Depok Alami Luka Bakar Grade 2

Peristiwa KDRT yang dialaminya itu diduga membuat korban, warga Cipayung Depok, trauma.


Berikut Langkah Hukum yang Dapat Ditempuh saat Anak Menjadi Korban Bullying

20 November 2022

Ilustrasi Persekusi / Bullying. shutterstock.com
Berikut Langkah Hukum yang Dapat Ditempuh saat Anak Menjadi Korban Bullying

Saat anak menjadi korban bullying, orang tua dapat melaporkan pelaku ke Komnas HAM dan polisi dengan membawa bukti dari peristiwa tersebut.