Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Nafsu Besar Membonsai KPK

Oleh

image-gnews
Iklan

Dalam rancangan revisi yang digodok Dewan Perwakilan Rakyat mulai Selasa lalu, yang drafnya beredar di media massa, terdapat sejumlah pasal yang bila disetujui akan melumpuhkan KPK. Bahkan ada pasal yang berpotensi membubarkan komisi antikorupsi itu.

Rancangan ini terdiri atas 73 pasal dan 12 bab. Pasal 5 menyebutkan KPK dibentuk untuk masa 12 tahun sejak diundangundangkan. Artinya, KPK akan dibubarkan setelah 12 tahun, tidak peduli korupsi masih merajalela.

Penetapan tenggat itu harus ditolak. Memberantas korupsi tidak segampang menghapus kotoran, karena koruptor adalah manusia yang pasti melawan. Faktanya, setelah KPK bekerja keras selama 14 tahun, kejahatan ini masih merajalela. Bahkan sudah menyeret banyak anggota DPR, menteri, hingga jenderaljenderal polisi.

Sebagai lembaga ad hoc, KPK memang harus memiliki tenggat operasional. Namun penetapan tenggat yang ketat harus disertai dukungan penuh terhadap lembaga ini, dari anggaran hingga aturan hukum. DPR dan juga pemerintah sejauh ini justru mengabaikan dukungan itu.

Draf revisi lainnya menyangkut jumlah kerugian negara. Pasal 13 huruf (b) menyebutkan KPK hanya menangani kasus korupsi yang dalam tahap penyidikan ditemukan kerugian negara minimal Rp 50 miliar. Sebelumnya, jumlah minimal kerugian negara Rp 1 miliar. Menurut Pasal 13 huruf (c), jika kerugian negara kurang dari Rp 50 miliar, kasusnya diserahkan ke kepolisian atau kejaksaan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ketentuan ini akan membatasi jumlah kasus yang ditangani KPK. Pertanyaannya: apakah kepolisian dan kejaksaan sudah bisa diandalkan? Soalnya, pemicu utama didirikannya KPK adalah ketidakmampuan kedua lembaga tersebut menangani kasus korupsi.

Draf revisi lainnya yang berbahaya adalah usulan lama, terkait dengan prosedur penyadapan. Disebutkan dalam pasal 14 huruf (a), penyadapan oleh KPK dilakukan setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup dengan seizin ketua pengadilan negeri. Aturan ini jelas memperumit prosedur penyadapan karena, dalam menyadap, KPK bergantung pada lembaga lain. Apalagi pengadilan termasuk lembaga yang juga rawan korupsi. Jika pasal ini lolos, keberhasilan operasi tangkap tangan oleh KPK bisa terganggu. Padahal selama ini KPK sudah banyak melakukan operasi tangkap tangan terhadap pejabat negara dengan berbekal penyadapan.

Melihat gelagat buruk revisi ini, perubahan UndangUndang KPK harus dilawan, karena bukan dimaksudkan untuk memperkuat lembaga itu. Presiden Jokowi saja sudah menolaknya, kenapa DPR bernafsu benar melemahkan KPK, bahkan rancangan yang semula inisiatif pemerintah ini dijadikan inisiatif DPR?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


PLN Terus Kembangkan Ekosistem Hidrogen di Indonesia

1 menit lalu

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo
PLN Terus Kembangkan Ekosistem Hidrogen di Indonesia

PT PLN (Persero) menjadi pionir pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia.


Profil Lai Kuanlin yang Umumkan Pensiun dari Dunia Hiburan untuk Berkarier Jadi Sutradara

3 menit lalu

Lai Kuanlin. Foto: Instagram
Profil Lai Kuanlin yang Umumkan Pensiun dari Dunia Hiburan untuk Berkarier Jadi Sutradara

Profil Lai Kuanlin yang mengumumkan pensiun dari dunia hiburan dan sebagai seorang selebritas.


Jelang Laga Timnas U-16 Indonesia vs Singapura di Piala AFF U-16 2024, I Putu Panji Apriawan Merasakan Grogi

5 menit lalu

Para pemain Timnas U-16 Indonesia melakukan latihan bersama terakhir kali di Stadion UNS Solo, Jawa Tengah, Kamis malam, 20 Juni 2024, sebelum mereka bertanding melawan Timnas Singapura besok, Jumat, 21 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Jelang Laga Timnas U-16 Indonesia vs Singapura di Piala AFF U-16 2024, I Putu Panji Apriawan Merasakan Grogi

Timnas U-16 Indonesia menjalani sesi latihan terakhir pada Kamis malam menjelang lawan Singapura di Piala AFF U-16 2024.


Kasus Pelecehan Eks Rektor Universitas Pancasila, Kuasa Hukum Bantah Ada Intervensi Petinggi Polri

5 menit lalu

Rektor Universitas Pancasila nonaktif Edie Tote Hendratno hadiri pemeriksaan atas dugaan pelecehan terhadap stafnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2024. Edie diperiksa sebagai terlapor untuk laporan yang debut oleh DF yang mengaku sebagai korban pelecehan. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kasus Pelecehan Eks Rektor Universitas Pancasila, Kuasa Hukum Bantah Ada Intervensi Petinggi Polri

Kuasa hukum eks Rektor Universitas Pancasila membantah tudingan adanya intervensi dalam penanganan kasus yang melibatkanya kliennya.


Gubernur BI Yakin Cara Ini Dapat Menstabilkan Kurs Rupiah yang Terus Anjlok

10 menit lalu

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengumumkan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Juni 2024 di Jakarta, Kamis, 20 Juni 2024. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6,25 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,5 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7 persen. TEMPO/Tony Hartawan
Gubernur BI Yakin Cara Ini Dapat Menstabilkan Kurs Rupiah yang Terus Anjlok

Gubernur BI mengklaim mata uang RI akan segera menguat.


Mengenal Elaelo, Platform Media Sosial yang Diklaim Jadi Pengganti X

11 menit lalu

elaelo. id. FOTO/Instagram/elaelo.id
Mengenal Elaelo, Platform Media Sosial yang Diklaim Jadi Pengganti X

Aplikasi Elaelo beberapa waktu yang lalu banyak diperbincangkan karena dianggap sebagai pengganti X. Kenali aplikasi Elaelo berikut ini.


Sistem One UI 6.1.1 Samsung Rilis Juli 2024, Begini Peningkatan Fungsi AI yang Dibawanya

14 menit lalu

Logo Samsung. Foto: gadgetsndtv.com
Sistem One UI 6.1.1 Samsung Rilis Juli 2024, Begini Peningkatan Fungsi AI yang Dibawanya

Pembocor teknologi mengungkapkan fitur baru pada sistem One UI 6 terbaru Samsung. Hasil pembaruan itu meluncur pada Juli mendatang.


Respons Mendagri Tito Soal Hanura Beri Rekomendasi Wamendagri John Wempi Wetipo di Pilkada

18 menit lalu

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo saat Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah dalam rangka Pra-peresmian Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan di Hotel Dynasty Resort Bali, Rabu (26/10/2022).
Respons Mendagri Tito Soal Hanura Beri Rekomendasi Wamendagri John Wempi Wetipo di Pilkada

Mendagri mengingatkan semua ASN harus mengundurkan diri sebelum ditetapkan sebagai pasangan calon untuk Pilkada 2024.


Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembuat Uang Palsu Rp 22 Miliar, Begini Peran Masing-masing Tersangka

19 menit lalu

Barang bukti Rp 22 miliar uang palsu siap edar pecahan Rp 100 ribu yang diamankan Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2024 di Srengseng, Jakarta Barat. Dok. Istimewa
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembuat Uang Palsu Rp 22 Miliar, Begini Peran Masing-masing Tersangka

Polda Metro Jaya kembali menangkap satu tersangka pembuat uang palsu sebesar Rp 22 miliar di Srengseng Raya, Jakarta Barat.


Arti Aura Magrib yang Viral di Medsos, Sering Digunakan untuk Mengejek

21 menit lalu

Arti aura magrib yang viral di sosial media. Foto: Canva
Arti Aura Magrib yang Viral di Medsos, Sering Digunakan untuk Mengejek

Istilah aura magrib akhir-akhir ini viral dan dikaitkan dengan ejekan penampilan seseorang yang gelap. Ini arti aura magrib yang sering dibicarakan.