Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ujaran Kebencian

Oleh

image-gnews
Iklan

Surat edaran Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengenai penanganan ujaran kebencian (hate speech) bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, hal ini diperlukan agar kepolisian bisa bertindak cepat dalam menangani segala bentuk hasutan dan provokasi. Di sisi lain, isi edaran ini bisa menjadi alat untuk mengekang kebebasan berpendapat. Maka, yang harus dipastikan dari keluarnya edaran ini adalah agar jangan disalahgunakan untuk kepentingan yang justru membahayakan demokrasi.

Surat edaran bernomor SE/6/X/2015 bertanggal 8 Oktober itu berisi "petunjuk" bagi polisi agar lebih peka terhadap munculnya ujaran kebencian yang berpotensi memicu konflik. Yang tergolong dalam ujaran kebencian adalah penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, provokasi, penghasutan, dan penyebaran berita bohong. Ujaran kebencian diyakini bisa memercikkan kebencian kolektif, diskriminasi, pengucilan, kekerasan, sampai pembantaian kelompok etnis.

Sudah tak terhitung banyaknya konflik sosial yang meletus akibat tersulut oleh ujaran kebencian. Peristiwa di Tolikara (Papua) dan Aceh Singkil (Aceh) hanyalah dua contoh. Dan ada kecenderungan bahwa kian hari produksi ujaran kebencian ini semakin intensif, entah lewat jalur konvensional maupun lini digital. Lewat jalur konvensional, misalnya, dengan mengembuskan isu provokatif, selebaran gelap, hingga pemasangan spanduk pemecah-belah kesatuan di ruang publik.

Sedangkan lewat ranah digital, caranya dengan memanfaatkan berbagai media sosial. Berbagai ujaran kebencian itu sering begitu telanjang. Maka kini tak ada alasan lagi membiarkan pelakunya lolos dari jerat hukum.

Ketegasan dan konsistensi aparat penegak hukum dalam menangani ujaran kebencian kini dipertaruhkan. Jika polisi masih saja membiarkan pawai-pawai dan rapat-rapat terbuka yang terang-terangan memprovokasi aksi kekerasan terhadap pihak lain, surat itu hanya akan menjadi macan ompong.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penanganan ujaran kebencian sebetulnya jamak dilakukan di negara-negara Barat yang dianggap menganut demokrasi liberal. Bahkan ada kesepakatan internasional untuk membatasi ujaran kebencian.

Kesepakatan itu antara lain termaktub dalam International Convention on the Elimination of Racial Discrimination dan International Covenant on Civil and Political Rights. Artinya, gejala ini memang menjadi keprihatinan global, mengingat dampaknya yang sangat merusak bagi kemanusiaan.

Itu sebabnya, dalam pelaksanaannya nanti, polisi wajib dibekali pemahaman untuk membedakan: manakah ujaran kebencian dan manakah yang hanya tergolong menyatakan pendapat dan perwujudan kebebasan berekspresi. Jika tidak, edaran itu bisa dimanfaatkan untuk menindas perbedaan. Khalayak juga wajib mengawasi agar pelaksanaan aturan tersebut tidak diselewengkan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


PM Hungaria: Sia-sia Upaya Negara Barat dan NATO Ingin Kalahkan Rusia di Ukraina

2 menit lalu

Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban. Yuri Kochetkov/Pool via REUTERS/File Photo
PM Hungaria: Sia-sia Upaya Negara Barat dan NATO Ingin Kalahkan Rusia di Ukraina

PM Hungaria Viktor Orban menilai upaya Barat dan NATO untuk mengalahkan Rusia dalam perang di Ukraina akan sia-sia dan malah harus membayar mahal


Virgoun Sempat Ketakutan Saat Ditangkap Polisi

7 menit lalu

Virgoun. FOTO/Instagram/Virgoun_
Virgoun Sempat Ketakutan Saat Ditangkap Polisi

Polisi menyatakan Virgoun sempat ketakutan saat ditangkap pada Kamis lalu.


Ombudsman NTT: Baru Dibuka 19 Juni, Orang Tua Sudah Tak Bisa Daftar PPDB 2024

20 menit lalu

Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Ombudsman NTT: Baru Dibuka 19 Juni, Orang Tua Sudah Tak Bisa Daftar PPDB 2024

Ombudsman NTT menerima 8 aduan dari orang tua murid mengenai pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2024.


Trik Mensiasati Aturan Batasan Cairan saat Bepergian dengan Pesawat

23 menit lalu

Ilustrasi koper. Freepik.com
Trik Mensiasati Aturan Batasan Cairan saat Bepergian dengan Pesawat

Supaya tidak menghabiskan uang untuk mengemas cairan ada beberapa trik yang dapat dilakukan sebelum naik pesawat


Kaesang: Peluang Pilkada Jakarta hingga Bagi Buku Tulis Bertanda Tangan

29 menit lalu

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di kantor Muhammadiyah DKI Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menegaskan dirinya tidak akan berduet dengan Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Kaesang: Peluang Pilkada Jakarta hingga Bagi Buku Tulis Bertanda Tangan

Kaesang Pangarep belakangan terus menjadi sorotan, karena dirumorkan akan ikut Pilkada 2024


Justin Timberlake Ngotot Hanya Minum Satu Kali Sebelum Insiden DUI

33 menit lalu

Justin Timberlake ditampilkan dalam foto resmi polisi setelah dia ditangkap karena mengemudi sambil mabuk, dalam gambar yang dirilis pada 18 Juni 2024. Justin dilaporkan gagal mematuhi rambu berhenti dan dua kali keluar dari jalurnya di kawasan kelas atas Hamptons Seaside di New York, kata pihak berwenang pada hari Selasa. SAG HARBOR POLICE DEPARTMENT/Handout via REUTERS
Justin Timberlake Ngotot Hanya Minum Satu Kali Sebelum Insiden DUI

Justin Timberlake mengklaim hanya minum satu martini sebelum ditangkap, namun laporan penangkapan menunjukkan tanda-tanda mabuk.


Titip Kartu Keluarga Masih Terjadi pada Pelaksanaan Jalur Zonasi PPDB

35 menit lalu

Jalur zonasi dalam PPDB yang telah diterapkan sejak 2017 sampai saat ini masih menyisakan masalah.
Titip Kartu Keluarga Masih Terjadi pada Pelaksanaan Jalur Zonasi PPDB

Praktik titip kartu keluarga masih terjadi dalam pelaksanaan jalur zonasi PPDB atau penerimaan peserta didik baru.


Jasa Marga Masuk Perusahaan Terbaik Versi Top 500 Fortune Southeast Asia 2024

43 menit lalu

PT Jasa Marga Tbk sukses masuk ke dalam jajaran 500 perusahaan terbesar dan terbaik se-Asia Tenggara versi Fortune Southeast Asia 500 di 2024.
Jasa Marga Masuk Perusahaan Terbaik Versi Top 500 Fortune Southeast Asia 2024

Sepanjang tahun 2023 Jasa Marga konsisten melakukan sejumlah inisiatif strategis


Kandidat Rektor Unpad Mengerucut 3 Orang, Sepuluh Bakal Calon Tersingkir

45 menit lalu

Universitas Padjajaran atau Unpad. unpad.ac.id
Kandidat Rektor Unpad Mengerucut 3 Orang, Sepuluh Bakal Calon Tersingkir

Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor Unpad menetapkan tiga nama calon rektor periode 2024-2029. Apa saja syarat terpilihnya Rektor Unpad?


Jerman Tangkap Warga Rusia, Ukraina dan Armenia atas Tuduhan Mata-mata

50 menit lalu

Petugas polisi Jerman bekerja selama penggerebekan. (File photo: Reuters)
Jerman Tangkap Warga Rusia, Ukraina dan Armenia atas Tuduhan Mata-mata

Jerman menangkap tiga pria - seorang Rusia, seorang Ukraina dan seorang Armenia - karena dicurigai menjadi mata-mata untuk badan intelijen asing.