Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ojong dan Buku

image-profil

image-gnews
Iklan

Muhidin M. Dahlan, kerani @warungarsip

Ketika orang-orang dengan "gempita" menyambut separuh abad umur salah satu koran nasional terbesar di Indonesia, saya teringat buku milik Auwjong Peng Koen. Ini bukan perihal buku biografi jurnalis tangguh yang lebih dikenal dengan nama PK Ojong ini, Hidup Sederhana Berpikir Mulia. Ini soal sejumlah koleksi bukunya yang berceceran di lapak-lapak buku bekas di Jakarta.

Sudah bukan rahasia, PK Ojong adalah pengoleksi buku. Ia menjadi jurnalis dengan kaya wawasan mula-mula karena ia pencinta buku. Karena itu, menyusuri jejak pikiran PK Ojong tak bisa hanya bersandar pada melihat amal usaha jurnalistiknya, antara lain kehadiran Star Weekly, Intisari, dan Kompas.

Lebih jauh dari itu, warisan utama PK Ojong adalah buku-buku yang dikoleksinya bertahun-tahun yang mencakup tema yang kaya, seperti arsitektur, teologi, sejarah, hukum, kebudayaan, sains, jurnalistik, botani, hingga kuliner. Yang menarik, dalam buku-buku koleksi Ojong selalu terdapat litografi yang menandakan jejak kepemilikan Ojong yang intim atas buku tersebut.

Mendengar kabar bahwa buku-buku yang dikoleksinya makin mudah ditemui di lapak-lapak Jakarta menunjukkan bahwa ada kontradiksi tentang apa yang ingin dikenang dari Ojong. Bahwa ia mewariskan sebuah korporasi jurnalistik yang luar biasa besarnya saat ini, namun di satu sisi korporasi itu khilaf mengeluarkan zakat untuk memberi perlindungan maksimum terhadap "keamanan" koleksi sang maestro di lapangan jurnalistik dan bentang pemikiran.

Saya membayangkan, jika pemerintah-walau datangnya sangat terlambat-sudah memberi contoh yang baik bagaimana memberi rumah yang layak bagi koleksi buku Soekarno-Hatta lewat program Perpustakaan Sang Proklamator di Blitar dan Bukittinggi, selayaknya juga korporasi yang didirikan Ojong memberi teladan dari sisi swasta, dengan membuatkan museum di mana penziarahan atas pikiran Ojong berlangsung terbuka untuk publik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Nasib koleksi Ojong, jika tak ada usaha mengerem kejatuhannya di lapak-lapak buku bekas di seantero Jakarta, makin setara dengan nasib koleksi pemikir-pemikir masa silam kita yang sudah babak-belur. Sebut saja koleksi Adam Malik, Sutan Takdir Alisjahbana, Ali Sastroamidjojo, Subandrio, dan seterusnya.

Koleksi-koleksi buku yang menjadi batu bata bagaimana idea-idea tersusun dari banyak tokoh bangsa kita mengalami pemusnahan. Koleksi yang tak terurus adalah langkah awal dari pemusnahan itu. Ini bukan lagi soal uang, ini soal ketakpedulian yang menjadi mental kendali utama.

Rupanya, berlaku prinsip umum bahwa koleksi buku bukan warisan berharga bagi mereka yang ditinggalkan sang pemilik. Buku berbeda dengan sertifikat tanah dan benda-benda fana lainnya. Bukan saja bikin rempong merawatnya, koleksi buku bikin repot. Nyaris keluarga pewaris kehilangan semangat melihat koleksi berdebu. Karena itu, jalan sungsang yang paling mudah diambil adalah melegonya ke pasar lapak buku.

Cara sungsang yang perlahan menjadi kultur ini menampakkan hasil. Kita tak pernah memiliki museum yang berangkat dari koleksi sang tokoh dan menjadi ikon di sebuah kota. Jikapun ada, sebut saja PDS HB Jassin, karena sang tokoh berjuang gigih nyaris sendirian mempersiapkan agar buku-bukunya memiliki rumah "permanen" dan tak mempercayakan begitu saja buku-buku itu pada keluarganya. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Nikson Nababan Diundang Hadiri Peluncuran Buku Guru Patimpus

34 hari lalu

Nikson Nababan Diundang Hadiri Peluncuran Buku Guru Patimpus

Eks Bupati Tapanuli Utara dua periode, Nikson Nababan, diundang oleh sejumlah tokoh Karo dari marga Sembiring Pelawi garis keturunan Guru Patimpus, untuk menghadiri peluncuran buku Guru Patimpus


Akademisi Dorong Metode Nikson Nababan Bangun Desa Diterapkan Nasional

17 April 2024

Akademisi Dorong Metode Nikson Nababan Bangun Desa Diterapkan Nasional

Nikson Nababan menggunakan model NIKSON (needs, innovation, knowledge, synergy, operation and norm) dalam perencanaan pembangunan daerah berbasis data presisi.


Buku Awan Merah: Cerita Colombus hingga Cyrus Habib dalam Refleksi Rohaniwan

28 September 2023

Suasana peluncuran Buku Awan Merah: Catatan Sepanjang Jalan di Yogyakarta Selasa, 26 September 2023. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Buku Awan Merah: Cerita Colombus hingga Cyrus Habib dalam Refleksi Rohaniwan

Rohaniwan yang juga pengajar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Baskara T. Wardaya menulis buku bertajuk Awan Merah: Catatan Sepanjang Jalan.


Konsisten Berkarya, Komunitas Saya Belajar Hidup Meluncuran Buku ke-12 di Yogyakarta

11 Juni 2023

Peluncuran buku #sayabelajarhidup karya S. Dian Andryanto di Ace Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Sabtu, 10 Juni 2023. Foto: Eko Rini
Konsisten Berkarya, Komunitas Saya Belajar Hidup Meluncuran Buku ke-12 di Yogyakarta

Komunitas Saya Belajar Hidup konsisten berkarya dan menerbitkan buku. Komunitas menulis ini sudah berjalan selama 8 tahun dan menerbitkan 12 buku


Hari Pendidikan Nasional, BRIN dan Sultanate Institute Luncurkan Buku

2 Mei 2023

Merayakan Hari Pendidikan Nasional 2023, BRIN bekerja sama dengan Sultanate Institute mengadakan webinar dan peluncuran buku 'Keajaiban Negeri Emas Zabaj - Indonesia dalam catatan dunia Islam masa Abbasiyah'. (Tangkapan layar)
Hari Pendidikan Nasional, BRIN dan Sultanate Institute Luncurkan Buku

Buku Keajaiban Negeri Emas Zabaj menjelaskan tentang kawasan Asia Tenggara dari sudut pandang pelayar abad 9 dan 10.


Jelang HUT ke-68, SYL Luncurkan Dua Buku

16 Maret 2023

Jelang HUT ke-68, SYL Luncurkan Dua Buku

Dua buku perjalanan tersebut berujudul "The SYL Way: The Miracle of Hardworking" dan "The SYL Way: I Love My Job".


NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

7 Februari 2023

Pengurus Cabang Istimewa NU Tiongkok meluncurkan buku bertajuk Santri Indonesia di Tiongkok di UIN Sunan Ampel, Surabaya, Senin, 6 Februari 2022. Foto: Istimewa
NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok meluncurkan buku bertajuk "Santri Indonesia di Tiongkok"


Wartawan Senior Tempo Arif Zulkifli Luncurkan Buku Jurnalisme di Luar Algoritma

28 Januari 2023

Wartawan senior Tempo Arif Zulkifli melakukan peluncuran buku berjudul Jurnalisme di Luar Algoritma, berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Sabtu, 28 Januari 2023. TEMPO/Tika Ayu
Wartawan Senior Tempo Arif Zulkifli Luncurkan Buku Jurnalisme di Luar Algoritma

Buku itu dibuat, kata wartawan Tempo Arif Zulkifli, untuk mencoba memberikan insight dalam pemberitaan berbentuk reportase.


Rilis Buku Baru, Bamsoet Hargai Pentingnya Pertemanan

10 September 2022

Ketua MPR Bambang Soesatyo merilis buku terbarunya,
Rilis Buku Baru, Bamsoet Hargai Pentingnya Pertemanan

Pertemanan dan membina jaringan menjadi kunci penting dalam perjalanan karier Bambang Soesatyo.


Ketua MPR RI Apresiasi Terbitnya Buku 'NKRI Harga Mati'

24 Agustus 2022

Ketua MPR RI Apresiasi Terbitnya Buku 'NKRI Harga Mati'

Merujuk aspek yuridis, gagasan negara kesatuan merupakan pengejawantahan rumusan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia