Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ramadan, Identitas, dan Konsumerisme

image-profil

image-gnews
Iklan

Wasisto Raharjo Jati, Peneliti di Pusat Peneltiian Politik - LIPI

Lebaran yang tinggal menunggu hari sudah ditandai dengan sebuah pemandangan paradoks, menurunnya jumlah pengunjung di masjid dan naiknya jumlah pengunjung di pusat belanja. Umat muslim urban yang didominasi para kelas menengah kini sudah mengalami pergeseran makna ibadah-dari secara teologis menjadi ibadah secara konsumtif. Itulah yang kemudian terbaca dari berbagai bazar dan Ramadan midnite sale di mal.

Kecenderungan psikologis demikian membuat konsumsi menjadi ajang eksistensi diri untuk dapat diakui oleh orang lain. Karakter konsumsi kelas menengah muslim di Indonesia sendiri adalah panic buying dan impulsive buying yang melihat dan belanja barang tidak secara terencana dan langsung beli seketika juga. Pada titik inilah kita bisa memaknai bahwa kebutuhan akan pengakuan sendiri begitu tinggi di kalangan kelas menengah muslim.

Namun mereka juga menghadiri berbagai forum majelis taklim maupun pengajian. Munculnya pengajian eksklusif dan munculnya dai dengan pakaian trendi sebenarnya merupakan upaya untuk menarik minat kelas menengah untuk mengikuti kegiatan dakwah. Selain itu pula, kegiatan sumbangan massal yang dihimpun melalui Dompet Dhuafa, Rumah Yatim, dan lembaga filantropis lainnya merupakan cara menghadirkan konsumsi uang dan barang yang bisa dimaknai sebagai ajang ibadah. Konsumsi juga bagian dari pembentuk citra bahwa kelas menengah merupakan representasi kelas mapan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Konsumsi menjelang Lebaran bagi kelas menengah muslim juga dapat diartikan sebagai bentuk pencarian identitas sebuah kelompok. Identitas tersebut bisa terbaca dari seberapa banyak barang yang dibeli. Konsumsi tersebut dapat diartikan sebagai simbol kemapanan maupun juga simbol keagungan Ramadan. Kesalehan kemudian dimaknai dengan adanya perayaan simbol Islam seperti halnya bulan sabit, kurma, unta Arab, maupun sarung di pusat belanja.

Kecenderungan setiap Ramadan adalah naiknya inflasi 0-0,5 persen, naiknya transaksi uang sebesar 3 persen, dan sirkulasi barang jasa yang sebegitu masif. Artinya, Ramadan juga disebut sebagai bulan penghabisan bagi kalangan kelas menengah untuk menikmati hasil jerih payahnya selama setahun untuk bisa dirayakan saat Lebaran secara berkesan.

Pada akhirnya, ritual mudik yang selama ini menjadi agenda rutin dan klasik bagi masyarakat Indonesia diartikan sebagai kebutuhan psikologis untuk diakui di lingkungan asalnya. Mudik merupakan momentum transisi dari kelas masyarakat agraria menjadi kelas menengah perkotaan yang selalu menimbulkan pesona bagi warga asalnya. Maka, dengan melihat kecenderungan masyarakat kelas menengah sedemikian ini, kita bisa melihat bahwa konsumerisme yang terpancar dan kesalehan sosial yang dilakukan oleh kalangan kelas menengah kita adalah bentuk pengakuan diri sebagai kelas mapan. Akan lebih baik apabila, di samping memenuhi kebutuhan konsumsi, kebutuhan teologis juga tak dilupakan, mengingat Ramadan adalah saat mengerem hawa nafsu, bukannya memaksimalkan hawa nafsu melalui belanja. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Turis Indonesia Senang Belanja saat Liburan ke Luar Negeri, Pengeluarannya Terbesar Keempat di Asia

2 hari lalu

Ilustrasi turis atau wisatawan di bandara. (Pexel)
Turis Indonesia Senang Belanja saat Liburan ke Luar Negeri, Pengeluarannya Terbesar Keempat di Asia

Di Asia, wisatawan dengan belanja tertinggi adalah orang Korea Selatan, Singapura, Taiwan, dan keempat turis Indonesia.


Astro Masuk ke Pangsa Pasar Konsumen yang Berbelanja Online Kebutuhan Sehari-hari

7 hari lalu

Vincent Tjendra saat melakukan konferensi pers Peluncuran Kampanye
Astro Masuk ke Pangsa Pasar Konsumen yang Berbelanja Online Kebutuhan Sehari-hari

Dalam dua setengah tahun terakhir, Astro mencoba masuk ke pangsa pasar yang cukup spesifik, berbelanja kebutuhan sehari-hari secara online.


Inilah Sederet Kritik Program Makan Siang Gratis yang Kini Diubah Jadi Makan Bergizi Gratis

25 hari lalu

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkunjung ke sekolah Beijing No. 2 Middle School, di Dongcheng District, Beijing, Cina, Selasa, 2 April 2024. Presiden terpilih 2024-2029 itu meninjau penerapan program makan siang gratis untuk siswa di Negeri Tirai Bambu. Foto: Humas Prabowo
Inilah Sederet Kritik Program Makan Siang Gratis yang Kini Diubah Jadi Makan Bergizi Gratis

Program makan siang gratis yang kini istilahnya diubah menjadi makan bergizi gratis sejak awal dicetuskan telah menuai kritik dari sejumlah pihak.


Luhut Sebut 25,2 Juta UMKM Sudah Masuk ke Ekosistem Digital di 2023

25 hari lalu

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memberi sambutan saat acara penandatanganan dokumen transaksi pengambilalihan saham Divestasi PT Vale Indonesia Tbk. di Jakarta, Senin, 26 Februari 2024. TEMPO/Tony Hartawan
Luhut Sebut 25,2 Juta UMKM Sudah Masuk ke Ekosistem Digital di 2023

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, sebanyak 25,2 juta UMKM telah masuk (onboarding) ke ekosistem digital per 2023.


Sandiaga Uno Sebut Perputaran Ekonomi dari World Water Forum Bisa Capai Rp 1,5 Triliun

30 hari lalu

Seorang turis asing melewati baliho World Water Forum ke-10 di kawasan Nusa Dua, Bali, Indonesia, Jumat (17/5/2024). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym)
Sandiaga Uno Sebut Perputaran Ekonomi dari World Water Forum Bisa Capai Rp 1,5 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yakin pergelaran event World Water Forum atau WWF ke-10 di Bali mengerek perputaran ekonomi.


Kesalahan saat Belanja Bahan Makanan yang Bikin Pengeluaran Membengkak

34 hari lalu

Ilustrasi wanita belanja bahan makanan di tengah pandemi. Freepik.com/Aleksandarlittlewolf
Kesalahan saat Belanja Bahan Makanan yang Bikin Pengeluaran Membengkak

Belanja cerdas adalah kunci untuk berhemat. Berikut kesalahan belanja bahan makanan yang biasa terjadi dan bikin pengeluaran lebih banyak.


Shopee Berikan Hadiah Total Rp 6 Miliar untuk Promo 6.6 Great Mid Year Sale

36 hari lalu

Cara belanja di Shopee cukup mudah. Anda hanya perlu memilih barang, kemudian checkout, dan membayarnya. Berikut langkah-langkahnya. Foto: Canva
Shopee Berikan Hadiah Total Rp 6 Miliar untuk Promo 6.6 Great Mid Year Sale

Shopee memberikan ragam promo dalam kampanye Shopee 6.6 Great Mid-Year Sale sejak 13 Mei-6 Juni 2024.


8 Destinasi Wisata Belanja Terbaik di Macau

39 hari lalu

City of Dreams, Macau. Instagram.com/@cityofdreamsmacau
8 Destinasi Wisata Belanja Terbaik di Macau

Macau juga dikenal dengan pusat belanja mewahnya, yang semakin menegaskan reputasi sebagai surga belanja terbaik di Asia Tenggara


Belanja dan Taksi, Dua Hal yang Paling Banyak Dikeluhkan Wisatawan di Korea

43 hari lalu

Turis asing berfoto dengan remaja Korea berpakaian hanbok  di Istana Gyeongbok, Seoul, Korea Selatan, 27 Maret 2016. Para remaja juga mempromosikan pakaian khas ini kepada para wisatawan asing. Jean Chung/Getty Images
Belanja dan Taksi, Dua Hal yang Paling Banyak Dikeluhkan Wisatawan di Korea

Korea Selatan menerima total 808 pengaduan resmi dari wisatawan internasional pada tahun lalu.


3 Hal yang Paling Banyak Dikeluhkan Wisatawan saat ke Korea Selatan

45 hari lalu

Istana Gyeongbokgung di Korea Selatan. Unsplash.com/chanhee lee
3 Hal yang Paling Banyak Dikeluhkan Wisatawan saat ke Korea Selatan

Korea Tourism Organization mencatat 902 pengaduan dari wisatawan selama tahun 2023