Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Memburu Penyebar Hoax

Oleh

image-gnews
Iklan

Bagaimanapun kesulitan yang dihadapi polisi, juga entah sejauh mana hasilnya, upaya mereka memburu penyebar berita palsu tentang terorisme patut didukung. Berita palsu atau hoax selama ini sangat mengganggu, tapi kerap diabaikan. Berita palsu tentang terorisme, jika dibiarkan, bisa menimbulkan kecemasan dan mengacaukan kegiatan masyarakat.

Langkah polisi memburu pelaku penyebaran hoax diambil setelah serangan teror terjadi di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, pekan lalu. Segera setelah terjadi serangan yang menewaskan delapan orang itu, di media sosial menyebar aneka informasi berdasarkan pendapat atau komentar bernada meremehkan polisi. Sebagian besar bernada meragukan bahwa kejadian itu memang teror. Ada yang bahkan meyakininya sebagai rekayasa untuk mengalihkan isu.

Banyak dalih dari pendapat-pendapat itu. Tapi tak satu pun yang valid. Umumnya, yang dijadikan dasar adalah apa yang dianggap sebagai kejanggalan di lapangan, yang disimpulkan dari berbagai rekaman video dan foto yang tersebar di media sosial. Ini semacam tindakan mencocok-cocokkan berbagai kebetulan.

Seperti informasi serupa yang selama ini justru mudah menyebar ke mana-mana, hoax tentang rekayasa teror dan pengalihan isu itu pun menjadi seperti "bola matang" yang enteng digiring dan ditendang ke sana-sini untuk menghasilkan gol. Menurut polisi, jumlahnya bahkan terus meningkat. Penyebarnya datang dari berbagai lapisan masyarakat, tentu dengan bermacam-macam motif.

Sebenarnya sudah banyak diunggah di Internet, yang tentu saja kemudian juga disebarkan pembacanya, ihwal tata cara dan adab bermedia sosial. Termasuk di dalamnya bagaimana menghadapi dan membagikan informasi. Masalahnya, pengetahuan dan kemauan setiap anggota masyarakat untuk membentengi diri dari hoax tak sama. Maka berharap setiap orang bisa memahami dan menerapkannya sama saja dengan menunggu laut kering.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pencipta hoax paham benar kenyataan itu. Karena itu, produksi hoax tak pernah berhenti. Membiarkannya, karena menganggap hal itu sebagai bagian dari kebebasan berpendapat, malah akan menambahkan faktor kemudahan.

Apa yang dilakukan polisi menjadi penting untuk menambah tingkat kesulitan memproduksi hoax. Ini langkah yang sebetulnya sudah digaransi keabsahannya, khususnya oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008. Dalam pasal 28 (2) disebutkan larangan bagi setiap orang untuk "... dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)."

Harapan kita, polisi tak berhenti hanya pada isu terorisme. Selain untuk menegakkan peraturan itu, perburuan, penangkapan, dan pengadilan atas penyebar kabar atau informasi bohong tentang apa pun diharapkan akan menimbulkan efek jera.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Andy Robertson: Timnas Skotlandia Bisa Buat Sejarah di Euro 2024

18 menit lalu

Andy Robertson. REUTERS
Andy Robertson: Timnas Skotlandia Bisa Buat Sejarah di Euro 2024

Kapten Timnas Skotlandia, Abdy Robertson, mengatakan bahwa timnya bisa membuat sejarah di Euro 2024.


Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Klaster Filantropi Konservasi Tanam 3 Ribu Pohon di 18 Provinsi

19 menit lalu

Penanaman pohon di bantaran Sungai Ciliwung, Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis, 13 Juni 2024. Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi melakukan tanam pohon serentak  di 18 provinsi di Indonesia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024. (FOTO/DOK. KFLHK)
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Klaster Filantropi Konservasi Tanam 3 Ribu Pohon di 18 Provinsi

Hari Lingkungan Hidup Sedunia jatuh setiap 5 Juni dan tahun ini ini mengangkat tema 'Our Land, Our Future, We Are #GenerationRestoration'.


Jerman vs Skotlandia Awali Euro 2024: Kuncinya Ada pada Pertarungan Lini Tengah

37 menit lalu

Timnas Jerman. Instagram/tonikroos
Jerman vs Skotlandia Awali Euro 2024: Kuncinya Ada pada Pertarungan Lini Tengah

Pertandingan Jerman vs Skotlandia akan mengwali Euro 2024. Simak bedak pertarungan lini tengah dan rekor pertemuan kedua tim.


Laga Pembuka Euro 2024: Nagelsmann Yakin Timnas Jerman Bisa Atasi Tekanan dan Kalahkan Skotlandia

1 jam lalu

Pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann memimpin latihan timnas Jerman pada 27 Mei 2024. REUTERS/Karina Hessland
Laga Pembuka Euro 2024: Nagelsmann Yakin Timnas Jerman Bisa Atasi Tekanan dan Kalahkan Skotlandia

Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, yakin skuadnya bisa mengatasi tekanan dan mengalahkan Skotlandia di laga pembukaan Euro 2024.


Penelitian Ini Bandingkan Risiko Kanker Para Pekerja di 3 Pabrik Cat Berbeda

1 jam lalu

Ilustrasi mengecat furnitur. Pixabay.com
Penelitian Ini Bandingkan Risiko Kanker Para Pekerja di 3 Pabrik Cat Berbeda

Pemerintah Indonesia diharap lebih terdorong melarang penggunaan timbal dalam cat yang beredar di pasaran. Risiko kanker dan non kanker meningkat.


Euro 2024 Dimulai, Simak Hasil Semua Laga Perdana dalam Sejarah Piala Eropa

1 jam lalu

Logo Euro 2024.
Euro 2024 Dimulai, Simak Hasil Semua Laga Perdana dalam Sejarah Piala Eropa

Turnamen Euro 2024 atau Piala Eropa 2024 dimulai hari ini, dibuka dengan laga Jerman vs Skotlandia. Simak hasil laga pembuka sebelumnya.


Bakti Sosial di Banten, Ikhtiar Risma Selamatkan Warga Rentan

1 jam lalu

Menteri Sosial Tri Rismaharini mendatangi penyandang diabilitas di Pendopo Pandeglang, Banten, Jumat 14 Juni 2024. TEMPO/ Sandi Prastanto
Bakti Sosial di Banten, Ikhtiar Risma Selamatkan Warga Rentan

Sulitanya akses dipengaruhi wilayah geografis di Banten. Kemensos penetrasi langsung untuk mempercepat penyelesaian masalah-masalah sosial


Demi Bisa Kembali ke Timnas Indonesia, Ini yang Akan Dilakukan Ramadhan Sananta

2 jam lalu

Pesepak bola Timnas Indonesia Ramadhan Sananta mencoba mengejar dalam pertandingan melawan Timnas Brunei Darussalam pada babak fase kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2023. Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Timnas Brunei Darussalam dengan skor 6-0. Gol Indonesia dicetak oleh Dimas Drajad (tiga gol), Ramdhan Sananta (dua gol) dan Rizky Ridho (satu gol). TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Demi Bisa Kembali ke Timnas Indonesia, Ini yang Akan Dilakukan Ramadhan Sananta

Ramadhan Sananta mengaku dirinya tak takut bersaing demi bisa kembali ke Timnas Indonesia.


6 Film dan Drama Korea di Viu yang Tayang Juni 2024

2 jam lalu

High School Return of a Gangster. (dok. Viu)
6 Film dan Drama Korea di Viu yang Tayang Juni 2024

Rekomendasi drama baru Viu di bulan Juni menawarkan cerita aksi dan fantasi.


Netflix dan Riot Games Rilis Teaser untuk Arcane Season 2, Bagaimana Kelanjutan Kisah Jinx dan Vi?

2 jam lalu

Poster film Arcane Season 2. Foto: Netflix.
Netflix dan Riot Games Rilis Teaser untuk Arcane Season 2, Bagaimana Kelanjutan Kisah Jinx dan Vi?

Teaser musim kedua serial animasi Arcane baru saja rilis, rencananya akan kembali di layar Netflix pada November 2024.