Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tema Fantasi Muhammadiyah-NU

image-profil

image-gnews
Iklan

Dirga Maulana, Peneliti Junior Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta

Dua organisasi Islam menggelar muktamar hampir bersamaan: Muhammadiyah di Makassar dan Nadlatul Ulama (NU) di Jombang. Muhammadiyah mengambil tema "Islam Berkemajuan", dan NU mengusung "Islam Nusantara". Keduanya memiliki persamaan, yakni membumikan Islam di Indonesia dan keinginan untuk menjawab tantangan zaman. Keduanya memiliki pesan bahwa Islam tidak melulu identik dengan Arab, tapi Islam memiliki wajahnya sendiri di Indonesia. Muhammadiyah-NU telah menasbihkan bahwa mereka berperan cukup lama sebelum Indonesia merdeka.

Kita bisa menelisik dalam kajian komunikasi. "Islam Berkemajuan" dan "Islam Nusantara" merupakan tema fantasi yang dimainkan oleh kedua organisasi Islam tersebut. Tema fantasi adalah bagian dari teori konvergensi simbolik yang dicetuskan oleh Ernest Bornmann dalam tulisan "Fantasies and Rhetorical Vision: The Rhetorical Criticism of Social Reality", yang diterbitkan dalam Quarterly Journal of Speech pada 1972. Bagi Bornmann, tema fantasi merupakan cerita-cerita, kisah, ritual, perumpamaan, atau permainan kata-kata yang memiliki fungsi penting dalam mengurangi ketegangan kelompok (tension release), bahkan mampu meningkatkan kesolidan kelompok.

Artinya, "Islam Berkemajuan" ala Muhammadiyah seharusnya bisa memutus mata rantai kemiskinan, buta huruf, dan pendidikan. Bukan hanya mencari pemimpin yang go international (Koran Tempo, 31 Juli 2015), tapi juga lebih memberikan solusi bagi negara-bangsa yang tercabik-cabik oleh gurita korupsi. Angka kemiskinan kita masih tinggi, buta huruf juga masih banyak, dan belum semua anak bangsa merasakan pendidikan berkualitas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

NU tidak kalah menariknya. Perdebatan Islam Nusantara mendapat porsi yang cukup baik di kalangan intelektual muslim Indonesia. Sayanganya, Islam Nusantara belum mendapatkan bentuk ideal dalam menerjemahkan konsepnya. Isu radikalisme agama, kepemimpinan perempuan, LGBT, teknologi baru (Internet), dan isu-isu nasional maupun internasioal belum mendapat tempat yang cukup serius di kalangan nadliyin. Malah orang-orang NU yang progresif kerap diasingkan, bahkan disingkirkan.

Banyak isu sensitif di atas belum mendapatkan perhatian yang cukup serius oleh Muhammadiyah dan NU. Padahal, tercatat dalam sejarah, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan (1912) menekankan tidak semata kesalehan individual, melainkan juga kesalehan sosial. Pun demikian, KH Hasyim Asy'ari mendirikan NU (1926) merupakan salah satu wajah Islam toleran yang tidak pernah absen dalam menyampaikan pesan dakwahnya yang damai.

Jika demikian, Muhammadiyah dan NU adalah garda depan "Islam Tengah" yang memperjuangkan Islam rahmatan lil alamin. Tentu Muhammadiyah dan NU harus memainkan isu-isu sensitif dan merumuskan masalah bangsa yang sudah sangat kronis. Pertama, Muhammadiyah dan NU berperan mencitrakan Islam toleran di mata dunia dan kedua, serius pada isu-isu radikalisasi agama dan bagaimana mencegahnya. Agar "tema fantasi" yang diusung keduanya tidak hanya menjadi "visi retoris" belaka. Melainkan, kedua tema itu harus mendorong pada solidaritas dan kekohesivan kelompok yang membentuk realitas bersama (shared reality). *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mahfud Md Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama, tapi Negara Beragama

44 hari lalu

Mahfud MD di UII Yogyakarta Selasa (30/4). Dok.istimewa.
Mahfud Md Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama, tapi Negara Beragama

Mahfud Md, mengatakan relasi agama dan negara bagi Indonesia sebenarnya sudah selesai secara tuntas. Dia menegaskan bahwa Indonesia bukan negara agama, tapi negara beragama.


Prabowo-Gibran Dilantik Oktober 2024, Ini Sosok yang Pertama Kali Menggagas Sumpah Jabatan

51 hari lalu

Enam penjabat Walikota dan Bupati diambil sumpah saat dilantik oleh penjabat Gubernur Bey Machmudin di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 20 September 2023. Enam kepala daerah sisa masa jabatan 2023-2024 yang dilantik adalah Pj Walikota Bekasi Gani Muhammad, Pj Walikota Sukabumi Kusmana Hartadji, Pj Walikota Bandung Bambang Tirtoyuliono, Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif, Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman, dan Pj Bupati Purwakarta Benny Irwan. TEMPO/Prima Mulia
Prabowo-Gibran Dilantik Oktober 2024, Ini Sosok yang Pertama Kali Menggagas Sumpah Jabatan

Ritual sumpah jabatan, yang akan dilakukan Prabowo dan Gibran pertama kali dilakukan pada ribuan tahun lalu. Ini sosok yang mencetuskannya


Mengenal Narsisis Spiritual yang Selalu Sok Paling Benar soal Agama

21 Maret 2024

Ilustrasi pasangan. Dok: StockXpert
Mengenal Narsisis Spiritual yang Selalu Sok Paling Benar soal Agama

Narsisis spiritual akan menggunakan ajaran agama dengan maksud membuat orang memenuhi keinginannya atau menyalahkan tindakan orang lain.


Ini Respons Berbagai Pihak soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama

27 Februari 2024

Suasana ijab kabul pasangan pengantin April dan Iyan di Kantor Urusan Agama, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu, 4 April 2020. TEMPO/IJAR KARIM
Ini Respons Berbagai Pihak soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama

Rencana Yaqut Cholil Qoumas menjadikan KUA sebagai sentral pelayanan keagamaan mendapat berbagai respons.


Soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama, Apa Kata SETARA Institute?

27 Februari 2024

Pasangan calon pengantin, April dan Iyan bersiap menikah di Kantor Urusan Agama, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu, 4 April 2020. Pasangan ini terpaksa menunda rencana resepsi pernikahan mereka karena larangan selama pandemi virus corona. TEMPO/IJAR KARIM
Soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama, Apa Kata SETARA Institute?

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, mengatakan rencana KUA jadi tempat pernikah semua agama harus dituangkan dalam PP atau Perpres.


Apa Saja Agama Tertua di Dunia? Ini Daftar dan Sejarahnya

29 Januari 2024

Ada beberapa agama tertua di dunia, di antaranya adalah Buddha dan Hindu. Agama ini sudah muncul sekitar 1.500 SM. Berikut sejarahnya. Foto: Canva
Apa Saja Agama Tertua di Dunia? Ini Daftar dan Sejarahnya

Ada beberapa agama tertua di dunia, di antaranya adalah Buddha dan Hindu. Agama ini sudah muncul sekitar 1.500 SM. Berikut sejarahnya.


Ketua Fraksi PAN Ungkap Video Zulhas yang Bilang Orang-orang Tak Lagi Ucap Amin saat Salat Disalahartikan

20 Desember 2023

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas bersalaman dengan wraga usai blusukan di Pasar TOS 3000 Jodoh, Batam, Minggu (17/12/2023). TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Ketua Fraksi PAN Ungkap Video Zulhas yang Bilang Orang-orang Tak Lagi Ucap Amin saat Salat Disalahartikan

Ketua Fraksi PAN menyatakan tak ada sedikit pun niat Zulhas melecehkan agama.


10 Agama Terbesar di Dunia 2023 Berdasarkan Jumlah Pemeluknya , Islam Ke Berapa?

10 November 2023

Bangunan Gereja Ortodok di pulau Kizhi di Rusia ini menjadi bangunan kayu terbesar dan tertinggi di dunia. Tinggi bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu ini mencapai 37,5 meter. Wayfaring.info
10 Agama Terbesar di Dunia 2023 Berdasarkan Jumlah Pemeluknya , Islam Ke Berapa?

Berikut daftar 10 agama terbesar di dunia 2022 berdasarkan jumlah pengikutnya, pertama Kristen


UIN Jakarta Undang 64 Peneliti Dalam & Luar Negeri Bicara Agama, Sains & Teknologi

6 November 2023

Asep Saepudin Jahar. antaranews.com
UIN Jakarta Undang 64 Peneliti Dalam & Luar Negeri Bicara Agama, Sains & Teknologi

Forum ICONIST 2023 kumpulkan penelitia dalam dan luar negeri bahas relevansi agama menghadapi kecanggihan teknologi dan perubahan iklim.


Semua Kalangan Diundang ke Aksi Bela Palestina Besok, MUI: Tidak Usah Pikir Agama

4 November 2023

Massa dari Koalisi Indonesia Bela Baitul  Maqdis (KIBBM) melakukan aksi bela Palestina di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu, 15 Oktober 2023. Dalam aksinya, mereka melakukan doa bersama dan menggalang dana untuk memberi dukungan untuk warga Palestina. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Semua Kalangan Diundang ke Aksi Bela Palestina Besok, MUI: Tidak Usah Pikir Agama

Aksi Bela Palestina untuk menyuarakan kepada dunia bahwa masyarakat Indonesia menolak dan mengecam segala bentuk penjajahan oleh Israel.