Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

SKB tentang Gafatar

Oleh

image-gnews
Iklan

Pemerintah sebenarnya tidak perlu mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Organisasi Masyarakat Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Keputusan itu tidak hanya menyudutkan organisasi tersebut, tapi jugauntuk kesekian kalinyamenunjukkan campur tangan pemerintah yang terlalu jauh terhadap urusan warga negara.

Dalam surat yang diteken Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, serta Jaksa Agung dan diumumkan pekan lalu itu, diatur beberapa hal yang menyangkut bekas pengikut Gafatar. Di antaranya, dilarang menyebarkan dan berbicara tentang ajaran atau kegiatan mereka di muka umum. Mereka yang melanggar akan mendapat sanksi pidana.

Walau dalam surat tersebut termaktub juga imbauan agar masyarakat tidak melakukan tindakan melanggar hukum terhadap pengikut Gafatar, toh hal itu tak banyak gunanya, sudah terlambat. Anggota Gafatar sudah lebih dulu mendapat teror, cercaan, hingga kediaman mereka dirusak. Esensi SKB itu jelas, pemerintah "menjepit" kegiatan organisasi tersebut. Organisasi itu akan mengempis karena ancaman pemerintah.

Surat kesepakatan tersebut kian menunjukkan cengkeraman pemerintah terhadap kehidupan warga negara yang meluas. Alih-alih mendorong kelompok masyarakat yang berbeda untuk hidup bersanding secara harmonis, pemerintah memilih "menjaga harmoni" dengan mengikuti keinginan kelompok besar dalam masyarakat. Kita menyesalkan sikap ini, apalagi konstitusi melindungi hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan berorganisasi.

Sebagai organisasi yang berdiri sejak 2012, Gafatar berhasil memikat banyak orang bergabung, berkat program sosial mereka. Organisasi ini menjadi sorotan setelah akhir tahun lalu muncul laporan banyaknya "orang hilang" yang diduga direkrut Gafatar. Belakangan diketahui bahwa mereka yang "hilang" itu hidup bersama di sebuah permukiman yang mereka bangun di Mempawah, Kalimantan Barat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemerintah kemudian memulangkan orang-orang tersebut, sedangkan kediaman mereka diluluhlantakkan oleh orang-orang yang menganggap kelompok ini menganut agama Islam yang menyimpang. Majelis Ulama Indonesia belakangan kemudian menyatakan Gafatar adalah aliran sesat karena dianggap sebagai metamorfosis dari Al-Qiyadah al-Islamiah, organisasi yang sebelumnya dinyatakan sebagai penganut aliran sesat.

Di sinilah kita menyesalkan sikap pemerintah yang tak melindungi warga Gafatar. Mereka menjadi pesakitan. Harta mereka hilang dan mereka disudutkan dengan tudingan menganut aliran menyimpang.

Gafatar dan para anggotanya seharusnya diperlakukan sama seperti warga negara lain. Mereka bebas menggunakan haknya, termasuk memilih keyakinan apa punsesuatu yang tak bisa diadili. Jika mereka diduga melanggar hukum, proses peradilanlah yang harus dilakukan. Tak perlu setiap kali ada kelompok yang tidak diterima mayoritas kemudian "diamputasi" dengan cara mengeluarkan SKB. Cara ini menunjukkan bahwa pemerintah tak mengayomi warga negaranya dengan memberi mereka ruang dan hak yang sama.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Job Fair di Bandung Sediakan 5.435 Lowongan Kerja, Catat Tanggal dan Waktunya

7 menit lalu

Sejumlah pencari kerja antre untuk masuk ke dalam area Pameran Bursa Kerja di Thamrin City, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2024. Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar bursa kerja yang diikuti 40 perusahaan nasional dengan 1.200 lowongan pekerjaan itu bertujuan untuk untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan
Job Fair di Bandung Sediakan 5.435 Lowongan Kerja, Catat Tanggal dan Waktunya

Pada bursa ini tersedia 5.435 lowongan kerja dari 40 perusahaan.


Melukat Jadi Wisata Spiritual yang Diminati Wisatawan di Bali, Begini Proses dan Tata Caranya

12 menit lalu

Wisatawan mancanegara melakukan ritual melukat atau pembersihan diri di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Rabu, 24 April 2024. Ritual tersebut direncanakan masuk dalam agenda World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang akan diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024 mendatang. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Melukat Jadi Wisata Spiritual yang Diminati Wisatawan di Bali, Begini Proses dan Tata Caranya

Melukat adalah ritual khas yang ditujukan untuk membersihkan diri dan biasa dilakukan oleh umat Hindu maupun masyarakat Bali. Ini tata caranya.


Malaysia Sepakat Atasi Sengketa Laut Cina Selatan lewat Dialog

13 menit lalu

Perdana Menteri Cina Li Qiang berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat pertemuan mereka di Putrajaya, Malaysia, 19 Juni 2024. Syazrul Azis/Department of Information Malaysia/Handout via REUTERS
Malaysia Sepakat Atasi Sengketa Laut Cina Selatan lewat Dialog

Malaysia sepakat untuk mengatasi masalah Laut Cina Selatan bersama-sama dengan negara-negara ASEAN lain melalui jalur dialog.


Penyelidikan WNI yang Sempat Hilang di Osaka Jepang Diperkirakan 1 Bulan

13 menit lalu

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha. Sumber: dokumen Kementerian Luar Negeri
Penyelidikan WNI yang Sempat Hilang di Osaka Jepang Diperkirakan 1 Bulan

KJRI telah menemui Revi Cahya Windi Sulihatun, WNI yang sempat dinyatakan hilang di Osaka Jepang.


KPK Sita 54 Bidang Tanah dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Proyek Jalan Tol Trans Sumatera

13 menit lalu

Kepala biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati Iskak (tengah) memperkernalkan Tessa Mahardhika Sugiarto (kiri) sebagai Juru Bicara KPK yang baru dan Budi Prasetio (kanan) sebagai tim Juru Bicara KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024. KPK resmi menunjuk mantan Penyidik berasal dari institusi Polri, Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Jubir KPK menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh oleh Ali Fikri. Selain itu, Tessa Mahardhika juga pernah mengikuti seleksi untuk jabatan Direktur Pengaduan Masyarakat KPK pada 2020 dan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I pada 2023.  TEMPO/Imam Sukamto
KPK Sita 54 Bidang Tanah dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Proyek Jalan Tol Trans Sumatera

KPK menyita 54 bidang tanah dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan di sekitar proyek Jalan Tol Trans Sumatera.


IMIFEST 2024 Akan Layani Seribu Pemohon Paspor Dalam Sehari

13 menit lalu

Festival Imigrasi 2024, kerja sama KantorImigrasi Kelas I TPI Bandung dan Tempo aja!
IMIFEST 2024 Akan Layani Seribu Pemohon Paspor Dalam Sehari

Pada tahun 2023, Imifest sukses diselenggarakan di Denpasar, Bali, dan Yogyakarta, DIY.


Akhir Pekan Ini, Ada Festival Kampung Wisata di Yogyakarta Selama Tiga Hari

13 menit lalu

Kampung wisata Purbayan Kotagede Yogyakarta. Dok. Istimewa
Akhir Pekan Ini, Ada Festival Kampung Wisata di Yogyakarta Selama Tiga Hari

Di festival ini, wisatawan bisa melihat lebih dekat berbagai keunikan 25 kampung wisata di Kota Yogyakarta


10 Startup Indonesia yang PHK Massal Karyawan sampai Juni 2024, Terbaru Tokopedia-TikTok Shop

13 menit lalu

Ilustrasi TikTok dan Tokopedia. TEMPO/Tony Hartawan
10 Startup Indonesia yang PHK Massal Karyawan sampai Juni 2024, Terbaru Tokopedia-TikTok Shop

Daftar startup di Indonesia yang melakukan PHK massal sejak 2022 hingga 2024.


Hasil Copa America 2024: Argentina vs Kanada, Babak Pertama Skor 0-0

13 menit lalu

Pemain timnas Argentina, Lionel Messi berebut bola dengan pemain timnas Kanada, Moise Bombito dalam laga penyisihan grup A Copa America di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, 21 Juni 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Hasil Copa America 2024: Argentina vs Kanada, Babak Pertama Skor 0-0

Argentina dan Kanada sama-sama tak mampu memaksimalkan berbagai peluang yang diperoleh selama babak pertama laga Grup A Copa America 2024.


Info Gempa Terkini BMKG: Magnitudo 5,7 di Papua Pegunungan

14 menit lalu

Ilustrasi gempa. geo.tv
Info Gempa Terkini BMKG: Magnitudo 5,7 di Papua Pegunungan

Gempa berkekuatan Magnitudo 5,7 terjadi di Papua Pegunungan pada Jumat pagi ini, 21 Juni 2024.