Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengembalikan Martabat Rupiah

image-profil

image-gnews
Iklan

Arfanda Siregar, Dosen Manajemen Industri Politeknik Negeri Medan

Pemerintah berteori bahwa kejatuhan nilai rupiah adalah akibat devaluasi yuan yang dilakukan Cina. Devaluasi yuan memicu perang kurs, khususnya dengan dolar AS yang belakangan ini menguat akibat bank sentral AS akan menaikkan suku bunganya.

Cina melakukan hal itu agar daya saingnya kembali stabil. Upah buruh dan harga tanah di sana terus melonjak belakangan ini sehingga ekspornya melemah. Nilai yuan dilemahkan agar tingkat ekspor dari Cina meningkat, termasuk ke Indonesia. Inilah penyebab utama martabat rupiah terus-menerus terempas belakangan ini. Adakah upaya mengembalikan harkat martabat rupiah di tengah devaluasi yuan?

Indonesia merupakan salah satu negara utama yang menjadi sasaran pasar produk mereka. Bukan hanya karena secara kuantitas rakyat Indonesia tergolong besar, terlebih lagi adalah lantaran budaya konsumerisme pun tumbuh subur di tengah rakyat. Cina sangat memahami itu, sehingga terus menggenjot produknya memasuki Indonesia. Akibatnya, defisit perdagangan Indonesia terhadap Cina terus melebar dan membuat rupiah terkena sentimen negatif.

Rendahnya kualitas produk dalam negeri menjadi pemicu rendahnya daya saing bangsa terhadap barang dari Cina. Produk mereka mampu memuaskan dahaga konsumen Indonesia yang terkenal lapar akan barang impor. Bayangkan saja, harga sekilogram apel Fuji yang ranum dan berwarna menawan itu lebih murah dibanding harga sekilo jeruk Berastagi yang berwarna kusam.

Hal inilah yang membuat konsumen Indonesia tergoda membeli produk mereka. Hampir semua produk Cina menguasai pasar indonesia. Mulai dari yang remeh temeh, seperti baju bekas, jarum, peniti, pakaian, buah-buahan, hingga yang mahal, seperti smartphone, komputer, hingga kereta api supercepat yang saat ini sedang getol ditawarkan ke Indonesia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Besarnya permintaan konsumen atas barang yang berasal dari Cina menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan negara cukup membebani. Sampai sejauh ini masyarakat memang tidak sadar bahwa potensi krisis juga bersumber dari konsumerisme laten masyarakat Indonesia terhadap produk impor, khususnya dari Cina.

Melarang masuk produk Cina ke Indonesia juga tidak mungkin. Globalisasi membawa konsekuensi perdagangan bebas antarnegara. Apalagi Indonesia pun termasuk anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan ASEAN Economic Community (AEC). Kalau sudah menjadi anggota, Indonesia harus siap diserbu barang buatan negara anggota organisasi perdagangan dunia tersebut.

Cara yang paling ampuh, mudah, dan murah mengembalikan martabat rupiah adalah dengan memboikot produk impor, terutama yang berasal dari Cina. Nafsu menggebu konsumen Indonesia yang terus memberontak ingin menggunakan barang Cina harus segera dimusnahkan.

Seluruh elemen bangsa dapat mempertahankan kedaulatan rupiah dengan menahan diri untuk tak membeli produk impor, khususnya yang berasal dari Cina. Kehancuran nilai rupiah yang telah melebihi level psikologis jangan dianggap remeh. Krisis ekonomi tahun 1998 harus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri, meskipun berkualitas lebih rendah daripada produk bangsa lain, khususnya dari serbuan produk Cina. Inilah cara ampuh mempertahankan marwah rupiah di tengah devaluasi yuan.


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot, Rp 16.255 per USD

51 hari lalu

Karyawan menunjukkan uang pecahan 100 dolar Amerika di penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa 16 April 2024, Nilai tukar rupiah tercatat melemah hingga menembus level Rp16.200 per dolar Amerika Serikat (AS) setelah libur Lebaran 2024. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Edi Susianto menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terjadi seiring dengan adanya sejumlah perkembangan global saat libur Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan
Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot, Rp 16.255 per USD

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 45 poin ke level Rp 16.255 per USD dalam perdagangan hari ini.


95 Persen Pakai Bahan Baku Lokal, Unilever Tak Terdampak Pelemahan Rupiah

56 hari lalu

95 Persen Pakai Bahan Baku Lokal, Unilever Tak Terdampak Pelemahan Rupiah

Unilever Indonesia mengaku tak terlalu terdampak dengan pelemahan rupiah karena mayoritas bahan baku mereka berasal dari dalam negeri.


Tingginya Suku Bunga the Fed dan Geopolitik Timur Tengah, Biang Pelemahan Rupiah

56 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersama jajaran Deputi Bank Indonesia saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2024 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu 21 Februari 2024. Perry Warjiyo mengatakan keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00 persen tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability. TEMPO/Tony Hartawan
Tingginya Suku Bunga the Fed dan Geopolitik Timur Tengah, Biang Pelemahan Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter AS yang masih mempertahankan suku bunga tinggi.


Ekonom Sebut Putusan MK Tak Beri Pengaruh Signifikan terhadap Nilai Tukar Rupiah

58 hari lalu

Suasana sidang putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin, 22 April 2024. Dari 8 hakim MK, 5 hakim memutuskan menolak seluruh permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan oleh passion Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Ekonom Sebut Putusan MK Tak Beri Pengaruh Signifikan terhadap Nilai Tukar Rupiah

Yusuf Wibisono menilai bukan putusan MK yang memberi pengaruh terhadap nilai tukar rupiah, melainkan konflik geopolitik dan kebijakan The Fed.


Pelemahan Rupiah dan IHSG Berlanjut, Airlangga: Indonesia Masih Lebih Baik

58 hari lalu

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ketika ditemui usai Salat Idulfitri 1445 H di Masjid Ainul Hikmah, DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta pada Rabu, 10 April 2024. TEMPO/Defara
Pelemahan Rupiah dan IHSG Berlanjut, Airlangga: Indonesia Masih Lebih Baik

Kendati terjadi pelemahan rupiah, Airlangga mengklaim rupiah masih lebih baik dibanding mata uang lain. IHSG juga diklaim lebih baik dari negara lain.


Bos BCA Ungkap Penyebab Pelemahan Rupiah, Mulai dari Dividen hingga Impor Bahan Baku

58 hari lalu

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat mencoba mesin CS Digital dan mengganti kartu BCA magnetic menjadi kartu BCA berteknologi chip hasil kerja sama dengan Mastercard. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH
Bos BCA Ungkap Penyebab Pelemahan Rupiah, Mulai dari Dividen hingga Impor Bahan Baku

Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja menilai pelemahan rupiah bukan hanya karena konflik Iran-Israel.


Konflik Iran-Israel Disebut Perparah Nilai Tukar Rupiah, BI Diminta Naikkan Suku Bunga

59 hari lalu

Karyawan pabrik menunjukkan jenis gandum dalam proses produksi tepung terigu.di PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., Bogasari, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat 19 April 2024. Ketua Umum Asosiasi Tepung Terigu Indonesia (APTINDO), Franciscus Welirang, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah akan mengerek harga terigu nasional.  TEMPO/Tony Hartawan
Konflik Iran-Israel Disebut Perparah Nilai Tukar Rupiah, BI Diminta Naikkan Suku Bunga

Konflik Timur Tengah ini dikhawatirkan akan bereskalasi menjadi perang yang lebih besar. Nilai tukar rupiah semakin melemah.


Istana Tegaskan Presiden Jokowi Terus Dorong Penguatan KPK

1 Desember 2023

Presiden Joko Widodo bersama Seskab Pramono Anung saat Penyerahan secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 29 November 2024.  Presiden Joko Widodo menyiapkan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp3.325,1 triliun pada 2024. Dana tersebut akan ditujukan untuk beberapa hal yang menjadi fokus. Dana tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp2.467,5 triliun dan transfer ke daerah Rp857,6 triliun. Pemerintah juga akan menuntaskan proyek infrastruktur prioritas, percepatan transformasi ekonomi hijau dan dukung reformasi birokrasi serta aparatur sipil negara (ASN). TEMPO/Subekti.
Istana Tegaskan Presiden Jokowi Terus Dorong Penguatan KPK

Ari Dwipayana menyebut semua pihak termasuk Presiden Jokowi berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalankan fungsinya dengan baik.


Wamenkeu Sebut Pelemahan Rupiah Bisa Untungkan Eksportir

27 Oktober 2023

Karyawan tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di sebelah uang rupiah di penukaran valuta asing di Jakarta. Tempo/Tony Hartawan
Wamenkeu Sebut Pelemahan Rupiah Bisa Untungkan Eksportir

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan depresiasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika bisa menguntungkan para eksportir.


Agenda Jokowi Reshuffle Gelombang Kedua

26 Oktober 2023

Agenda Jokowi Reshuffle Gelombang Kedua

Presiden Jokowi dikabarkan kembali akan reshuffle kabinet pada pekan depan. Siapa saja yang bakal diganti?