Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Petisi Korban Rokok

image-profil

image-gnews
Iklan

Endang Suarini, Pemerhati Kesehatan Masyarakat

Diusir dan dimaki seorang perokok di sebuah mal, seorang ibu berani membuat petisi di change.org kepada Lippo Mall Pluit, JCo Indonesia, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Petisinya berjudul "Saya dan Bayi Saya Terusir oleh Oknum yang Mau Merokok di dalam Mall" (kompas.com, 28/8). Petisi itu berawal ketika Elysabeth Ongkojoyo dan anaknya yang masih bayi (1,5 bulan) terusir dari J.Co Donuts Pluit Village Mall, Pluit Jakarta Utara, karena kedatangan oknum A yang hendak merokok di tempat tersebut.

Tentu langkah Elysabeth patut diapresiasi. Sebab, selama ini ada ribuan korban rokok dan perokok yang justru mengidap semacam "sindrom Stockholm". Sindrom ini dinamai berdasarkan kejadian perampokan Sveriges Kreditbank di Stockholm pada 1973. Perampok bank tersebut, Jan-Erik Olsson dan Clark Olofsson, memiliki senjata dan menyandera karyawan bank dari 23 Agustus sampai 28 Agustus. Ketika akhirnya korban dapat dibebaskan, reaksi mereka malah memeluk dan mencium para perampok yang telah menyandera mereka.

Analogi demikian mungkin berlebihan. Namun mari kita simak, berapa ribu orang yang disandera dan dijadikan korban oleh para perokok justru hanya bersikap pasif dan tidak proaktif seperti Elysabeth? Di negeri kita, ada jutaan orang yang justru serumah dengan perokok. Bayangkan, sebanyak 43 juta anak Indonesia saat ini hidup serumah dengan perokok dan mereka terancam menderita penyakit mematikan. Konyolnya, justru kian banyak anak tergoda untuk merokok. Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik 2007, jumlah perokok pemula (5-9 tahun) meningkat 400 persen, yakni dari 0,8 persen (2001) menjadi 1,8 persen (2004) dari keseluruhan anak usia 5-9 tahun.

Adapun menurut data terakhir Riset Kesehatan Dasar 2013, perokok aktif mulai dari usia 10 tahun ke atas berjumlah 58.750.592 orang. Setiap hari ada 616.881.205 batang di Indonesia atau 225.161.640.007 batang rokok dibakar setiap tahunnya. Jika harga satu batang rokok Rp 1.000, uang yang dikeluarkan lebih dari Rp 225 triliun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari persepektif feminisme, langkah Elysabeth juga patut diapresiasi, karena ia berani melawan hegemoni para perokok yang notabene laki-laki atau suami yang tidak peduli terhadap kesehatan anggota keluarga lainnya, khususnya anak-anak. Padahal sudah banyak informasi betapa rokok amat berbahaya bagi kesehatan.

Lewat petisinya, Elysabeth juga mengingatkan Gubernur DKI Ahok akan implementasi Peraturan Gubernur DKI Nomor 75/2005 tentang Kawasan tanpa Rokok (KTR). Di berbagai daerah tingkat provinsi dan kota atau kabupaten juga sudah diundangkan regulasi serupa. Regulasi KTR memang tidak melarang total aktivitas merokok. Regulasi ini hanya semacam pembatasan bahwa di beberapa kawasan tertentu, merokok dilarang. Jika dilanggar ada sanksinya. Memang regulasi mengenai KTR kerap kali menjadi macan kertas. Sangat jarang ada pelanggar aturan ini dihukum.

Memang ada ambivalensi hukum soal rokok, karena di satu sisi pemerintah masih membutuhkan cukai yang triliunan rupiah itu. Sayangnya, kesehatan warga negara dibiarkan menjadi tumbal rokok. Jadi, petisi Elysabeth sebenarnya juga menggugat pemerintah atas komitmennya terhadap kesehatan warga negaranya. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Vape Tidak Bisa Dianggap Lebih Aman dari Rokok Konvensional

20 hari lalu

Seorang pria merokok vaporizer elektronik, juga dikenal sebagai e-cigarette atau vape, di Toronto, 7 Agustus 2015.[REUTERS / Mark Blinch]
Vape Tidak Bisa Dianggap Lebih Aman dari Rokok Konvensional

Paparan uap vape tidak hanya berdampak pada manusia tetapi juga pada lingkungan.


Peneliti Sebut Rokok Sebabkan Stunting dan Tingkatkan Angka Kemiskinan

21 hari lalu

Ilustrasi berhenti merokok. Pexel/George Morina
Peneliti Sebut Rokok Sebabkan Stunting dan Tingkatkan Angka Kemiskinan

Perokok lebih memilih membeli rokok dibanding membelanjakan untuk kebutuhan yang lebih penting.


Kelompok Sipil Gelar Gerakan SOS Kampanyekan Bahaya Rokok di CFD Jakarta

21 hari lalu

Lentera Anak bersama World Cleanup Day (WCD) Indonesia menggelar aksi di kawasan Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 28 Mei 2023. Lentera Anak bersama World Cleanup Day (WCD) Indonesia melakukan aksi plogging yaitu aksi clean up cigarette buts atau memungut sampah puntung rokok. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kelompok Sipil Gelar Gerakan SOS Kampanyekan Bahaya Rokok di CFD Jakarta

Dia mengatakan rokok tidak hanya berdampak penyakit pada orang yang hidup di masa ini. Namun juga di masa depan.


Bahaya Paparan Vape bagi Orang Sekitar Menurut Pulmonolog

21 hari lalu

Ilustrasi rokok elektrik atau vaping dan rokok tembakau atau konvensional. Shutterstock
Bahaya Paparan Vape bagi Orang Sekitar Menurut Pulmonolog

Paparan uap vape tidak hanya berdampak pada manusia tetapi juga lingkungan. Berikut bahayanya menurut pulmonolog di RSUI.


Spesialis Paru Ingatkan Vape Tak Lebih Aman dari Rokok Biasa

21 hari lalu

Ilustrasi vape. sumber: AFP/english.alarabiya.net
Spesialis Paru Ingatkan Vape Tak Lebih Aman dari Rokok Biasa

Dokter paru mengatakan mengisap vape atau rokok elektrik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, sama seperti rokok biasa.


Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024, Ini 10 Tips Kendalikan Tembakau di Indonesia

22 hari lalu

Ilustrasi berhenti merokok. Pexel/George Morina
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024, Ini 10 Tips Kendalikan Tembakau di Indonesia

Tjandra Yoga menawarkan 10 solusi untuk melindungi generasi muda kita dari bahaya merokok (termasuk rokok elektronik).


Perlunya Langkah Konkret Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Rokok

22 hari lalu

ILustrasi larangan merokok. REUTERS/Eric Gaillard
Perlunya Langkah Konkret Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Rokok

PDPI mengusulkan sejumlah langkah konkret yang dapat dilakukan demi melindungi generasi muda dari bahaya rokok.


Indonesia Dinilai Masih Ketinggalan dalam Regulasi Pengendalian Tembakau

22 hari lalu

Ilustrasi berhenti merokok. Pexel/Ann H
Indonesia Dinilai Masih Ketinggalan dalam Regulasi Pengendalian Tembakau

Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day ditetapkan tanggal 31 Mei. Pekerjaan rumah Indonesia soal pengendalian tembakau masih banyak.


Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024, Ini 10 Kiat untuk Lindungi Anak Muda dari Bahaya Rokok

23 hari lalu

Anak-anak bermain bola di Taman Tongkeng, Bandung, Kamis, 6 Januari 2022. Aturan dilarang merokok berlaku di sekitar taman ramah anak ini dan di beberapa taman kota serta ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan. TEMPO/Prima mulia
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024, Ini 10 Kiat untuk Lindungi Anak Muda dari Bahaya Rokok

Berikut 10 kegiatan yang bisa dilakukan untuk melindungi generasi muda dari bahaya merokok, termasuk rokok elektronik.


Sambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Mengenal Bahayanya Bagi Anak dan Remaja

23 hari lalu

Ilustrasi berhenti merokok. Freepix.com
Sambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Mengenal Bahayanya Bagi Anak dan Remaja

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan tembakau, rokok, khususnya di kalangan anak dan remaja