Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bentrok Lagi

image-profil

image-gnews
Iklan

Umbu T.W. Pariangu, Penulis dan Dosen Fisipol Undana, Kupang

Bentrokan antara anggota TNI dan Polri di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pecah lagi pada Minggu, 30 Agustus lalu. Tak terima rekannya ditegur salah seorang sanggota Polres Polman yang sedang mengamankan lokasi balap motor, 50 anggota Kompi Senapan 721 Makkasau Majene menyerang polisi. Serangan menggunakan senjata tajam (badik dan batu), selain menghancurkan pos polisi serta kendaraan patroli, menewaskan anggota TNI, Prajurit Satu Yuliadi, akibat perlawanan balik anggota Polres Polman.

Padahal dua pemimpin institusi ini sudah berkomitmen menerapkan revolusi mental di lingkup internal jajaran masing-masing dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Namun tampaknya komitmen tersebut belum efektif menular ke bawah. Solidaritas sempit, ego sektoral di kalangan prajurit, dengan gampang menggoreng "isu-isu murahan" menjadi benih kekerasan yang mengusung simbol-simbol kesatuan, identitas korps, uniform, dan sebagainya.

Kekerasan oknum tersebut sebenarnya bukan hanya bertujuan menegasi lawan atau kelompok eksternal, tapi juga memperkuat nilai kohesiftas internal yang memantulkan daya tahan dan soliditas kesatuan terhadap kelompok atau institusi di luar. Lewis A. Coser (1956) mengatakan konflik dengan kelompok luar akan memperkuat kohesifitas moral dan struktural serta bangunan integrasi kelompok. Dan ini berpotensi terjadi di level anggota, yang konsep berinstitusinya masih parsial dan kurang memiliki pemahaman institusional tentang kerja sama dan pentingnya mewujudkan kedamaian antarinstitusi.    

Selain itu, harus diakui, penyebab konflik TNI-Polri sejauh ini masih belum keluar dari bayang-bayang eksistensi negara yang belum menjalankan fungsinya sebagai agen pendistribusi modal sosial dan material. Semakin renggang harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), terutama yang terkait dengan ruang pengakuan dan sumber kesejahteraan, semakin meningkat gesekan memperebutkan ruang tersebut.  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Indonesia Police Watch (IPW), misalnya, mencatat terjadi peningkatan jumlah konflik TNI-Polri sepanjang 2014. Dengan tujuh kali terjadi bentrokan dan perkelahian yang melibatkan TNI dan Polri, angka ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Penyebab konflik tersebut didominasi persoalan ekonomi (perebutan penguasaan lahan usaha) selain faktor ketersinggungan dan sentimen pribadi.  

Saatnya dua institusi perekat bangsa tersebut merefleksikan secara netral dan konstruktif- sebagai bagian dari revolusi mental-bahwa konflik yang merobek harmonitas lembaga tidak hanya melahirkan serangkaian balas dendam, tapi juga infiltrasi bagi masa depan korpsnya sendiri. Akan banyak energi positif dan kepentingan visi kesatuan yang dihabiskan untuk membangun sikap defensif.

Karena itu, elite TNI-Polri perlu mempercepat penularan pesan revolusi mental ke jajaran di bawah mereka. Tidak hanya dengan program pendidikan gabungan TNI-Polri, tapi juga penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku konflik, termasuk merealisasi program yang sifatnya menumbuhkan kesalingpercayaan di kalangan prajurit lewat kegiatan budaya, sosial, dan seni untuk memupuk keakraban TNI-Polri. Cara agak unik ditempuh Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang mewajibkan setiap anggota TNI di wilayah kerjanya bertukar nomor ponsel dengan anggota Polri untuk menciptakan keakraban dan hubungan baik. Sejauh ini, langkah itu cukup ampuh meredam potensi konflik antara TNI-Polri di wilayah tersebut. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Bentrok TNI Vs Brimob di Sorong, Kapolda Papua: Masalah Sepele, Perkelahian Antaroknum

6 hari lalu

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri berjalan usai mengikuti rapat koordinasi terkait kondisi terkini di Papua pasca penangkapan Gubernur non aktif Lukas Enembe, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2023. Berdasarkan hasil rapat tersebut, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bahwa kondisi Papua aman dan damai pascapenangkapan Lukas Enembe. TEMPO/Imam Sukamto
Bentrok TNI Vs Brimob di Sorong, Kapolda Papua: Masalah Sepele, Perkelahian Antaroknum

Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri mengatakan bentrok TNI Vs Brimob di Sorong tak menganggu kondisi keamanan Papua secara keseluruhan.


Bentrok TNI AL dan Brimob di Sorong, Pengamat Singgung Cara Pandang Keliru tentang Jiwa Korsa

6 hari lalu

Suasana di Kota Sorong saat TNI AL bentrok dengan Brimob Polri. TEMPO/Istimewa
Bentrok TNI AL dan Brimob di Sorong, Pengamat Singgung Cara Pandang Keliru tentang Jiwa Korsa

Menurut Al Araf, TNI dan Polri harus mengubah pola pikir tentang jiwa korsa untuk menghentikan bentrok TNI vs Polri yang kerap terjadi.


Bentrok Brimob-TNI AL di Papua Dinilai Memalukan, Kompolnas: Jiwa Korsa yang Kebablasan

7 hari lalu

Suasana di Kota Sorong saat TNI AL bentrok dengan Brimob Polri. TEMPO/Istimewa
Bentrok Brimob-TNI AL di Papua Dinilai Memalukan, Kompolnas: Jiwa Korsa yang Kebablasan

Kompolnas menyebut bentrokan antara anggota Brimob dan TNI AL di Sorong, Papua Barat, peristiwa yang memalukan


Pengamat Sebut Bentrok TNI vs Polri di Sorong Tak Boleh Dianggap Hanya karena Salah Paham, Ini Alasannya

8 hari lalu

Suasana di Kota Sorong saat TNI AL bentrok dengan Brimob Polri. TEMPO/Istimewa
Pengamat Sebut Bentrok TNI vs Polri di Sorong Tak Boleh Dianggap Hanya karena Salah Paham, Ini Alasannya

Polda Papua Barat akan menyelidiki penyebab terjadinya bentrok TNI vs Polri di Sorong.


Anggota Komisi I DPR Minta Bentrok Anggota TNI AL dan Brimob di Sorong Diselidiki

8 hari lalu

Suasana di Kota Sorong saat TNI AL bentrok dengan Brimob Polri. TEMPO/Istimewa
Anggota Komisi I DPR Minta Bentrok Anggota TNI AL dan Brimob di Sorong Diselidiki

Diduga kuat terjadi salah paham antara anggota Brimob dan Pomal TNI AL di Pelabuhan laut Sorong, Ahad lalu.


Bentrok Brimob-TNI AL di Sorong, Dua Komandan Turun Tangan Dalam Penyelidikan

8 hari lalu

Kapolda Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir saat konferensi pers di Manokwari. Foto: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Bentrok Brimob-TNI AL di Sorong, Dua Komandan Turun Tangan Dalam Penyelidikan

Komandan Satuan Brimob dan Kepala Unit Propam Polda Papua Barat turun tangan menyelidiki penyebab bentrokan di Pelabuhan Sorong


Rangkulan Kapolri dan Panglima Pascabentrok Anggota Brimob vs TNI AL di Sorong

8 hari lalu

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan) berangkulan saat ditanya awak media perihal bentrok anggota TNI AL dan Brimob Polda Papua Barat di Sorong. Keduanya juga bersalaman saat ditemui di Kantor Jasa Marga KM 70 Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Senin, 15 April 2024. Foto: ANTARA/Fath Putra Mulya
Rangkulan Kapolri dan Panglima Pascabentrok Anggota Brimob vs TNI AL di Sorong

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merangkul Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat ditanya soal bentrok personel Brimob dan TNI AL di Sorong


Sebut Bentrok Brimob vs TNI AL di Sorong Sudah Selesai, Ini Perintah Kapolda Papua Barat untuk Anggota Polri

8 hari lalu

Kapolda Papua Barat bersama pimpinan TNI memberikan keterangan pres terkait kasus bentrok antara personel TNI AL dan anggota Brimob di Polresta Sorong Kota, Ahad, 14 April 2024. Foto: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
Sebut Bentrok Brimob vs TNI AL di Sorong Sudah Selesai, Ini Perintah Kapolda Papua Barat untuk Anggota Polri

Kapolda Papua Barat mengatakan penyelidikan bentrok Brimob vs TNI AL akan dilakukan secara utuh untuk memperoleh titik terang asal mula kejadian.


Anggota TNI dan Brimob yang Terlibat Bentrok di Sorong Dipastikan Bakal Dihukum

8 hari lalu

Suasana di Kota Sorong saat TNI AL bentrok dengan Brimob Polri. TEMPO/Istimewa
Anggota TNI dan Brimob yang Terlibat Bentrok di Sorong Dipastikan Bakal Dihukum

Anggota TNI/Polri yang terlibat bentrok di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Ahad pagi, 14 April 2024, akan dihukum sesuai aturan yang berlaku.


Bentrok TNI AL dan Brimob di Kota Sorong, Polri: Harus Selalu Sinergi

8 hari lalu

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko memberikan keterangan pers di lingkungan Markas Besar Polri pada Rabu, 6 Maret 2024. Tempo/ Adil Al Hasan
Bentrok TNI AL dan Brimob di Kota Sorong, Polri: Harus Selalu Sinergi

Kapolda Papua Barat memastikan kasus bentrok antara anggota TNI AL dan anggota Brimob di Sorong itu akan diselesaikan secara tuntas.