Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rusuh Jangan Terulang

Oleh

image-gnews
Iklan

Kerusuhan dalam sebuah pertandingan sepak bola sudah tak bisa ditenggang. Hukuman keras mesti diterapkan. Kerusuhan itu tidak hanya mencederai sportivitas dalam olahraga, tapi juga membahayakan orang lain dan menghancurkan harta benda.

Kerusuhan terakhir terjadi pada Jumat malam lalu, saat Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC dalam rangkaian kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) di Stadion Gelora Bung Karno. Saat itu, Persija ketinggalan 0-1 dari tamunya. Dalam kerusuhan ini, seorang pedagang meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, termasuk Brigadir Hanafi. Selain itu, sejumlah mobil dirusak. Pelakunya adalah suporter pendukung Persija yang disebut Jakmania.

Kementerian Pemuda dan Olahraga, seusai rapat dengan PT Gelora Trisula Semesta sebagai penyelenggara ISC, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Polda Metro Jaya, dan manajemen Persija Jakarta, menjatuhkan sanksi yang cukup berat kepada Persija dan Jakmania. Sanksi yang disepakati pada Senin lalu, di antaranya, adalah Jakmania dilarang menonton laga Persija hingga kompetisi ISC berakhir. Persija juga akan bermain tanpa pendukungnya dalam enam pertandingan kandang dan tandang, terhitung mulai 3 Juli. Persija dan Jakmania masih menunggu sanksi lain dari Komisi Disiplin PSSI.

Sanksi itu bukanlah yang pertama diberikan kepada klub atau pendukung sebuah klub sepak bola. Mei lalu, Arema dihukum membayar denda Rp 10 juta karena suporternya, Aremania, menyalakan flare ketika menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Namun berbagai hukuman itu toh tak membuat mereka jera dan tetap saja mengulangi perbuatannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Indonesia bisa belajar dari negara lain. Dalam perhelatan Euro 2016 di Prancis, sejumlah pendukung Rusia dideportasi dan Federasi Sepak Bola Rusia didenda 150 ribu euro atau sekitar Rp 2 miliar. Bahkan, jika pendukung Rusia dan Inggris kembali berulah, tim nasional kedua negara akan dipulangkan dari kompetisi Eropa itu. Dalam kasus yang lain, pendukung West Ham United, yang menyerang bus Manchester United, diancam hukuman larangan menonton seumur hidup.

Hukuman yang berat seperti di sejumlah negara itu perlu dicontoh Indonesia untuk memberikan efek jera, sekaligus mencegah kerusuhan oleh pendukung tim yang lain. Klub juga harus bertanggung jawab mendidik suporternya agak bertindak sportif sesuai dengan semangat olahraga.

Mereka yang melakukan tindakan anarkistis yang membahayakan orang lain perlu juga dipidanakan. Sesuai dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, barang siapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum selama-lamanya lima tahun enam bulan. Bila menyebabkan luka, tujuh tahun; luka berat, sembilan tahun; dan menyebabkan kematian, 12 tahun penjara. Hanya dengan cara itulah sepak bola Indonesia bisa menjaga martabatnya sekaligus memelihara asa untuk berprestasi lebih baik.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kronologi Muhammadiyah Tarik Dana dari Bank Syariah Indonesia dan Efeknya ke Saham BSI

3 menit lalu

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI bakal ditinggalkan pemegang saham lama, sekaligus membuka pintu untuk pemodal baru tahun ini.
Kronologi Muhammadiyah Tarik Dana dari Bank Syariah Indonesia dan Efeknya ke Saham BSI

Setelah pengumuman resmi penarikan dana Muhammadiyah itu pada 5 Juni 2024, saham Bank Syariah Indonesia dengan kode BRIS mengalami penurunan.


Rayakan Konser ke-100, Taylor Swift Konfirmasi The Eras Tour Berakhir di Desember 2024

7 menit lalu

Taylor Swift. Foto: Instagram/@taylorswift
Rayakan Konser ke-100, Taylor Swift Konfirmasi The Eras Tour Berakhir di Desember 2024

Taylor Swift memulai The Eras Tour sejak Maret 2023 dan akan berakhir pada 8 Desember 2024


Batasi Konsumsi Kafein Agar Tidur Lebih Berkualitas

9 menit lalu

Ilustrasi kopi hitam tanpa gula. Foto: Freepik/8photo
Batasi Konsumsi Kafein Agar Tidur Lebih Berkualitas

Catat berapa banyak produk berkafein yang Anda konsumsi dan kemungkinan dosis kafein di setiap produk.


Prekuel The Hunger Games, Sun Rise on the Reaping Ditargetkan Tayang Akhir 2026

15 menit lalu

Jennifer Lawrence berpose di depan poster karakter Katniss Everdeen dalam premier
Prekuel The Hunger Games, Sun Rise on the Reaping Ditargetkan Tayang Akhir 2026

Prekuel terbaru dari The Hunger Games, berjudul Sunrise on the Reaping, yang diadaptasi dari novel Suzanne Collins dijadwalkan tayang pada akhir 2026.


Cegah Migrain dengan Ikuti Pola Hidup Sehat

19 menit lalu

Ilustrasi sakit kepala di kantor. Shutterstock.com
Cegah Migrain dengan Ikuti Pola Hidup Sehat

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya migrain yang membuat tidak nyaman.


Mentan Ajak Petani Kalteng Percepat Optimasi dan Pompanisasi

21 menit lalu

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, di Korem 102 Panju Panjang, Palangkaraya, memberikan bantuan untuk petani di Kalimantan Tengah, Jumat, 14 Juni 2024.
Mentan Ajak Petani Kalteng Percepat Optimasi dan Pompanisasi

Kalteng memiliki potensi produksi yang sangat tinggi untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.


Erick Thohir Yakin Timnas Indonesia Mampu Bersaing di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

22 menit lalu

Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat ditemui seusai acara Kongres Biasa PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2024. TEMPO/Randy
Erick Thohir Yakin Timnas Indonesia Mampu Bersaing di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Ketua Umum PSSI Erick Thohir optimistis Timnas Indonesia bisa bersaing pada babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.


Perlunya Guru dan Orang Tua Bangun Kemampuan Literasi Numerasi Anak

26 menit lalu

Ilustrasi anak mengerjakan soal/matematika. Shutterstock
Perlunya Guru dan Orang Tua Bangun Kemampuan Literasi Numerasi Anak

Pakar pendidikan menyarankan para guru dan orang tua membangun kemampuan literasi dan numerasi anak. Simak caranya.


Menkopolhukam Hadi Sebut 80 Persen Pemain Judi Online dari Masyarakat Menengah ke Bawah

28 menit lalu

Ilustrasi Judi Online (Tempo)
Menkopolhukam Hadi Sebut 80 Persen Pemain Judi Online dari Masyarakat Menengah ke Bawah

Sejumlah upaya dilakukan pemerintah untuk membumihanguskan judi online.


Biaya Uang Kuliah Tunggal 2024 di UI Belum Dipastikan

34 menit lalu

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Feb.ui.ac.id
Biaya Uang Kuliah Tunggal 2024 di UI Belum Dipastikan

UI masih berkonsultasi dengan Kementerian Pendidikan mengenai biaya Uang Kuliah Tunggal 2024. Pendafar di UI terbanyak di Indonesia.