Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Belajar dari Banjir Garut

Oleh

image-gnews
Iklan

Kerusakan vegetasi di kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus segera memulihkan tutupan tetumbuhan di kawasan tersebut jika tidak ingin banjir bandangyang telah menyebabkan paling tidak 33 penduduk tewas dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang serta ratusan bangunan rusakitu terulang.

Banjir bandang yang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Garut pada 20 September lalu itu sudah cukup menjadi peringatan bahwa kerusakan lingkungan di wilayah tersebut begitu parah. Bahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan kondisi daerah aliran Sungai Cimanuk sudahmemburuk sejak 1992.Penyebab utamanya adalah rusaknya vegetasi,yang pada akhirnya memicu terjadinya bencanabanjir dan tanah longsor.

Karena itu, rencana Presiden Joko Widodo membentuk tim khususpenanganan dan pemulihan masalah ekologi di hulu Sungai Cimanukpatut didukung. Tim yang beranggotakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,sertaKementerian Pertanianitu akan menyusun rencana aksi untuk memulihkan kawasan tersebut setelah masa tanggap darurat usai.

Tim khusus itu semestinya sudah bisa bekerja berdasarkan temuan awal yang mereka peroleh. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, misalnya,telah mempunyai data tentang betapa masifnya penggundulan hutan di kawasan hulu Sungai Cimanuk. Lahan dengan kontur miring hingga 45 persen, yang seharusnya menjadi area tampung air hujan, itu disulap menjadi lahan pertanian. Yang memprihatinkan, daerah aliran sungai itu harus menampung limpasan air dari enam gunung, yang kondisi lahannya juga memprihatinkan akibat pertambangan, perkebunan, pertanian, pembangunan wisata, dan pembalakan hutan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemerintah daerah dan masyarakat juga selaiknya khawatir potensi banjir bandang dan tanah longsor mengancam bukan hanya Kabupaten Garut, melainkan hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Hal itu terjadi lantaran tingginya kerusakan daerah aliran sungai dan pembangunan yang tak sesuai dengan aturan.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau mengamanatkan, untuk pelestarian lingkungan, dalam rencana tata ruang wilayah ditetapkan kawasan hutan paling sedikit 30 persen dari luas daerah aliran sungai. Setiap kota dan kabupaten pun harus memiliki ruang terbuka hijau mencapai 30 persendari luas wilayahnya. Berdasarkan temuan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, rata-rata ruang terbuka hijau di 27 kota dan kabupatendiJawa Barat hanya tersisa 6-7 persen.Bahkan Kabupaten Garut hanya memiliki 5 persenruang terbuka hijau.

Jika ruang terbuka hijau itu terus tergerus dan vegetasi kawasan hulu daerah aliran Sungai Cimanuk tak segera dibenahi, bencana banjir dan tanah longsor akan terus mengintai penduduk, terutama yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai. Masyarakat dan pemerintah seharusnya belajar dari petaka Garut ini.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Serangan Israel Bunuh Sedikitnya 42 Orang di Kamp Pengungsi Bersejarah Gaza

2 menit lalu

Kamp pengungsi Al Shati berdiri di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, di tengah konflik Israel-Hamas, di Kota Gaza, 22 Juni 2024. REUTERS/Ayman Al Hassi
Serangan Israel Bunuh Sedikitnya 42 Orang di Kamp Pengungsi Bersejarah Gaza

Israel terus-menerus menyerang zona aman di Gaza, kali ini, sedikitnya 42 orang tewas setelah serangan ke kamp pengungsi bersejarah.


Menteri Zulhas Naikkan Harga Minyakita, YLKI: Gerus Alokasi Belanja Masyarakat

8 menit lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membagikan paket bahan pokok, termasuk minyak goreng bersubsidi merek Minyakita kepada pengunjung bazar pangan murah di Kids Republic School, Jakarta Timur pada Sabtu, 1 April 2023. TEMPO/Riani Sanusi Putri
Menteri Zulhas Naikkan Harga Minyakita, YLKI: Gerus Alokasi Belanja Masyarakat

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, harga eceran tertinggi minyak goreng rakyat atau Minyakita akan dinaikkan menjadi Rp15.500 per liter minggu depan.


BMKG Prediksi Jakarta Cerah Seharian, Namun Kualitas Udaranya Tergolong Buruk

22 menit lalu

Gedung perkantoran terselimuti kabut polusi di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
BMKG Prediksi Jakarta Cerah Seharian, Namun Kualitas Udaranya Tergolong Buruk

Cuaca Jakarta diprediksi cerah sepanjang hari ini. Namun, tingkat polusinya juga sedang tinggi.


Spesial Liburan Sekolah, KAI Beri Diskon Makanan dan Gratis Kerajinan Kertas Kereta

38 menit lalu

Ratusan calon penumpang kereta api memadati Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (29/6). Libur panjang sekolah dimanfaatkan warga untuk liburan ke sejumlah kota di Pulau Jawa. TEMPO/Subekti
Spesial Liburan Sekolah, KAI Beri Diskon Makanan dan Gratis Kerajinan Kertas Kereta

PT KAI menghadirkan program khusus liburan sekolah bernama Kidsfun Menu with Papercraft Train Series hingga 28 Juli 2024.


Ajukan Gelar Guru Besar, Bamsoet Lulus S2 Dahulu Baru S1

40 menit lalu

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, menjadi pembicara secara daring dalam Seminar Nasional Pascasarjana Magister Kenotariatan Universitas Jayabaya di Jakarta, Sabtu 15 Juni 2024.
Ajukan Gelar Guru Besar, Bamsoet Lulus S2 Dahulu Baru S1

Penjelasan Bamsoet lulus S2 dahulu baru S1.


63 Tahun Jokowi, Rekam Jejak Politiknya dari Solo

50 menit lalu

Walikota Solo Joko Widodo berpose di depan mobil Kiat Esemka. TEMPO/Ukky Primartantyo
63 Tahun Jokowi, Rekam Jejak Politiknya dari Solo

Presiden Jokowi berulangtahun ke-63 pada 21 Juni lalu. Karier politiknya melejit ketika ia berhasil menjabat dua periode sebagai Wali Kota Solo.


Asal Usul Pelat Nomor Kendaraan Satu Huruf, Ini Daftar dan Cara Baca Pelat Nomor

53 menit lalu

Ilustrasi plat mobil. momobil.id
Asal Usul Pelat Nomor Kendaraan Satu Huruf, Ini Daftar dan Cara Baca Pelat Nomor

Masih banyak yang belum tahu bahwa gabungan antara huruf dan angka di pelat nomor kendaraan memiliki arti dan ada asal usulnya.


IQAir Catat Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Belum Berubah Empat Hari Terakhir

54 menit lalu

Deretan gedung bertingkat yang tertutup polusi di Jakarta, Jumat 21 Juni 2024. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 15.53 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta berada pada angka 155 yang menempatkannya sebagai kota besar dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia di bawah Kinshasa, Kongo. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
IQAir Catat Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Belum Berubah Empat Hari Terakhir

Data IQAir menunjukkan polusi udara di Jakarta sedang tinggi. Konsentrasi polutan PM 2,5 mencapai 80 mikrogram per meter kubik.


Jadwal Piala AFF U-16 2024: Timnas U-16 Indonesia vs Filipina Senin Malam 24 Juni

55 menit lalu

Pesepak bola Timnas Indonesia Evandra (kiri) berselebrasi bersama rekannya Mierza (kanan) usai mencetak gol ke gawang Singapura pada pertandingan penyisihan grup A Piala AFF U-16 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat 21 Juni 2024. Timnas Indonesia menang atas Singapura dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Jadwal Piala AFF U-16 2024: Timnas U-16 Indonesia vs Filipina Senin Malam 24 Juni

Timnas U-16 Indonesia vs Filipina di laga kedua Grup A Piala AFF U-16 2024 akan digelar di Stadion Manahan Solo, Senin, 24 Juni 2024, mulai 19.30 WIB.


Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng Meninggal Dunia, Menjabat di Era Soeharto dan Habibie

1 jam lalu

Tanri Abeng di kediamanya, Simprug Golf 12/A3, Jakarta Selatan, 2014. dok. Dasril Roszandi
Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng Meninggal Dunia, Menjabat di Era Soeharto dan Habibie

Tanri Abeng pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN di Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan.