Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Andai Soe Hok Gie Tak Mati Muda

image-profil

image-gnews
Iklan

Christianto Wibisono
Penulis Aksi Aksi Tritura: Sejarah Demonstrasi Mahasiswa 1966

"Seorang filsuf Yunani pernah berkata bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua." (Catatan Seorang Demonstran)

Mulutmu harimaumu. Entah mengapa Soe Hok Gie mengutip kata-kata itu dan terjadi pada dirinya sendiri, yang wafat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 pada 16 Desember 1969 di Gunung Semeru karena gas beracun. Saya akrab dengan dia meski berbeda kampus. Dia di Rawamangun sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Sastra UI. Saya mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang FISIP) UI di kampus Salemba.

Sebenarnya, pergolakan politik sejak 1 Oktober 1965 lebih banyak berlangsung di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Wujudnya berupa pembunuhan massal terhadap massa PKI oleh militer dan partai politik yang mengalami tekanan atas aksi sepihak PKI dalam reformasi agraria pada 1963-1965.

Grafik eksistensi PKI memang ajaib karena dalam pemilu 1955, atau hanya tujuh tahun setelah pemberontakan Madiun, PKI menjadi empat besar pemenang pemilu di bawah PNI, Masyumi, dan NU. Adapun PSI mengkeret menjadi partai gurem, hanya punya lima kursi di DPR.

Ekonomi Indonesia kemudian merosot karena nasionalisasi perusahaan Belanda, terutama Koninklijke Paketvaart Maatschappij, tanpa kemampuan melanjutkan jasa Regular Liner Service, yang mengakibatkan biaya logistik di Nusantara termahal di dunia. Ongkos angkut jeruk Pontianak ke Jakarta lebih mahal daripada jeruk Mandarin Shanghai ke Tanjung Priok.

Pada 25 Agustus 1959, Menteri Keuangan Djuanda dan Menteri Muda Keuangan Notohamiprojo melakukan sanering kedua dalam sejarah RI setelah kebijakan serupa pada 1950 oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara. Djuanda menghapus nol dari pecahan Rp 1.000 dan Rp 500 sehingga nilainya menjadi Rp 100 dan Rp 50.

Situasi perekonomian Indonesia terus memburuk. Menteri Keuangan Sumarno dan Gubernur Bank Sentral Jusuf Muda Dalam pada 13 Desember 1965 menukar uang Rp 1.000 lama dengan uang Rp 1 baru. Hal ini memicu inflasi 650 persen dan harga melambung sehingga mahasiswa bergerak sejak 10 Januari 1966 hingga terbitnya Supersemar pada 11 Maret 1966.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sehari setelah menerima Supersemar, Soeharto membubarkan PKI dan menahan 15 menteri kabinet, termasuk dua wakil perdana menteri Subandrio dan Chairul Saleh serta Gubernur BI Jusuf Muda Dalam. Pada Juni 1966, Sidang Umum V MPRS meralat ketetaan MPRS 1963 yang mengangkat Sukarno sebagai presiden seumur hidup dan mengukuhkan Supersemar menjadi Ketetapan MPRS yang tidak bisa dicabut lagi oleh Presiden Sukarno. MPRS juga menugaskan Soeharto membentuk Kabinet Ampera sebagai Ketua Presidium 25 Juli 1966.

Pada 17 Agustus 1966, Presiden Sukarno masih berpidato di depan massa di lapangan Monas yang berjudul "Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah", yang disingkat Jasmerah. Itulah pidato terakhir Bung Karno. Sebab, pada Maret 1967, Sidang Istimewa MPRS mencabut mandatnya dan menetapkan Soeharto sebagai pejabat presiden. Pada 1968, Soeharto menyelenggarakan Sidang Umum MPRS yang mengukuhkan dirinya sebagai presiden untuk melaksanakan Pemilihan Umum 1971. Soeharto nyaris mengulangi cara Sukarno sebagai presiden seumur hidup lantaran terus ditetapkan MPR sebagai presiden sampai tujuh kali.

Semua ini pasti tidak terbayangkan oleh Soe Hok Gie, yang mati muda pada 1969. Andai masih hidup, Soe Hok Gie punya kemampuan untuk menjadi elite di pemerintahan, termasuk menteri kabinet. Tapi ia menolak jalur formal anggota DPR dan justru mengirim lipstik kepada presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), motor demonstrasi yang menjatuhkan Sukarno. Presidium KAMI itu diangkat menjadi anggota DPR Gotong Royong untuk mengukuhkan Soeharto sebagai presiden.

Kakak Soe Hok Gie, Arief Budiman, mengkompensasi kematian adiknya dengan berperan aktif dalam Komite Anti Korupsi 1970 bersama Akbar Tanjung. Arief sebetulnya merasa lebih pas menjadi budayawan dan bukan aktivis sibuk seperti Soe Hok Gie.

Gaya Soe Hok Gie yang tidak konvensional memang sikap sosial demokrat tulen mengikuti pola lawan politik yang gentleman, kesatria, dan sportif seperti pandangan Voltaire dan Rousseau, yang berbeda pendapat pandangan tapi tidak perlu bermusuhan secara fisik. Gie memang membenci PKI, tapi ia berada di garis terdepan saat terjadi pembantaian anggota PKI yang dibunuh dan ditahan sewenang-wenang.

Pesan substansial yang harus kita camkan adalah biarlah suksesi melalui kuasa rakyat berdarah seperti 1966 dan 1998 tidak terulang lagi di masa depan Republik yang sudah berusia 71 tahun ini. Biarlah pemilihan umum yang adil dan jujur menjadi penentu siapa yang patut berkuasa dan bukan intrik politik keji model 1966 atau 1998.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sejarah Barus, Kota Perdagangan di Sumatra Utara yang Tersohor di Dunia pada Abad ke-6

3 hari lalu

Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Maret 2017 di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (Dok. Yayasan Museum Barus Raya/MBR).
Sejarah Barus, Kota Perdagangan di Sumatra Utara yang Tersohor di Dunia pada Abad ke-6

Di masa jayanya, kapal-kapal asing silih berganti memasuki dan berlabuh di Barus untuk mengangkut kamper, kemenyan, dan emas.


Wisata Edu-heritage Ungkap Benang Merah Cirebon - Jakarta di Masa Lalu

22 hari lalu

Bangunan Keraton Kasepuhan yang dibangun oleh Panembahan Pakungwati I tahun 1529 di Cirebon, Jawa Barat, (26/1). Keraton kerajaan Islam ini merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana. TEMPO/Prima Mulia
Wisata Edu-heritage Ungkap Benang Merah Cirebon - Jakarta di Masa Lalu

Sejarah hubungan Cirebon - Jakarta dimulai saat Pelabuhan Sunda Kelapa yang dikuasai oleh Portugis.


692 Tahun Ibnu Khaldun, Sejarawan Muslim Penulis The Muqaddimah Pengantar Sejarah Dunia

26 hari lalu

Ibnu Khaldun
692 Tahun Ibnu Khaldun, Sejarawan Muslim Penulis The Muqaddimah Pengantar Sejarah Dunia

Ibnu Khaldun seorang tokoh muslim yang berpengaruh terhadap ilmu sosial, politik, dan ekonomi dunia. Ini peringatan 692 tahun kelahirannya.


Tutup Sampai Juni 2024, Benteng Vredeburg Yogya Direvitalisasi dan Bakal Ada Wisata Malam

57 hari lalu

Salah satu sudut Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang tengah direvitalisasi hingga Juni 2024. Tempo/Pribadi Wicaksono
Tutup Sampai Juni 2024, Benteng Vredeburg Yogya Direvitalisasi dan Bakal Ada Wisata Malam

Museum Benteng Vredeburg tak hanya dikenal sebagai pusat kajian sejarah perjuangan Indonesia tetapi juga destinasi ikonik di kota Yogyakarta.


Situs Sejarah Hingga Museum Jadi Favorit Wisatawan di Festival Musim Semi Cina

18 Februari 2024

Festival Musim Semi di Cina. Xinhua
Situs Sejarah Hingga Museum Jadi Favorit Wisatawan di Festival Musim Semi Cina

Liburan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek berlangsung meriah di Cina. Wisatawan penuhi libur 8 hari itu ke berbagai destinasi wisata menarik.


Arab Saudi Temukan Ribuan Artefak pada Awal Periode Islam

6 Februari 2024

Pengunjung melihat koleksi museum di Museum Almoudi, Mekkah, Arab Saudi, Jumat 28 Oktober 2022. Museum tersebut berisikan berbagai properti peradaban dan perlengkapan hidup sehari- hari masyarakat Arab di zaman dulu. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Arab Saudi Temukan Ribuan Artefak pada Awal Periode Islam

Di antara temuan arkeologi itu adalah artefak-artefak dari Masjid Usman bin Affan pada abad ke 7 hingga ke 8 sebelum masehi


Optimis Ganjar-Mahfud Kuasai Suara, Sekjen PDIP: Keduanya Berpihak Sejarah yang Benar

14 Januari 2024

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada media ketika mengunjungi Rumah Susun Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Ahad, 14 Januari 2024. Dalam kunjungannya itu, Hasto juga membagikan telur kepada warga setempat. Tempo/ Adil Al Hasan
Optimis Ganjar-Mahfud Kuasai Suara, Sekjen PDIP: Keduanya Berpihak Sejarah yang Benar

Mengingat pentingnya sejarah itu, Hasto mengungkap pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.


Berkunjung ke Lokasi Tragedi Situjuah di Sumatra Barat, Ada Peringatan Khusus Setiap Januari

12 Januari 2024

Monumen Peristiwa Situjuah di Nagari Situjuah Batua, Sumatra Barat (TEMPO/Fachri Hamzah)
Berkunjung ke Lokasi Tragedi Situjuah di Sumatra Barat, Ada Peringatan Khusus Setiap Januari

Sampai saat ini tragedi Situjuah masih dikenang masyarakat Nagari Situjuah Batua Sumatra Barat. Ada pengibaran bendera sebulan penuh dan ziarah makam


Bernalar Berdaya di SMAN 91 Jakarta: Membangun Generasi Muda dengan Pemikiran Cerdas dan Literasi

11 Januari 2024

Bernalar Berdaya di SMA 91 Jakarta Timur
Bernalar Berdaya di SMAN 91 Jakarta: Membangun Generasi Muda dengan Pemikiran Cerdas dan Literasi

Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan generasi muda terhadap literasi digital dan sejarah.


Ini Alasan Kenapa Tahun Baru Jatuh Pada 1 Januari, Ada Sejarahnya

26 Desember 2023

Januari ditetapkan sebagai awal tahun baru melalui sejarah yang panjang. Berikut ini alasan kenapa tahun baru jatuh pada 1 Januari. Foto: Canva
Ini Alasan Kenapa Tahun Baru Jatuh Pada 1 Januari, Ada Sejarahnya

Januari ditetapkan sebagai awal tahun baru melalui sejarah yang panjang. Berikut ini alasan kenapa tahun baru jatuh pada 1 Januari.