Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Putusan MA Bukan Macan Ompong

Oleh

image-gnews
Iklan

KEPUTUSAN Mahkamah Agung mengabulkan kasasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam gugatan perdata terhadap PT Merbau Pelalawan Lestari layak disambut gembira. Namun, agar tak menjadi macan ompong, putusan itu mesti segera dieksekusi Kementerian.

Menunda eksekusi hanya akan meruntuhkan wibawa pemerintah, dan efek jera yang diharapkan muncul pada korporasi perusak lingkungan menjadi harapan kosong. PT Merbau divonis membayar denda Rp 16,2 triliun kepada pemerintah karena telah menebang pohon di luar lokasi yang diizinkan. Mereka hanya mengantongi izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman seluas 5.590 hektare. Tapi perusahaan ketahuan melakukan penebangan di area seluas 7.466 hektare. Akibatnya, pemerintah menaksir kerugian yang muncul sebesar Rp 16 triliun.

Tidak mudah perjuangan pemerintah untuk sampai ke hasil yang memuaskan tersebut. Kementerian sudah mengajukan gugatan sejak September 2013. Hasilnya, mereka dua kali dikalahkan, di Pengadilan Negeri Pekanbaru dan di Pengadilan Tinggi Riau. Di tingkat kasasi, barulah Mahkamah Agung menganulir putusan dua pengadilan di bawahnya. Pujian layak disematkan kepada hakim-hakim MA. Dan denda Rp 16 triliun ini adalah yang terbesar dalam perkara gugatan di ranah lingkungan.

Dalam perkara perdata, pelaksanaan putusan ada di tangan pihak yang dikalahkan. Bila hal itu tak segera dilakukan, pihak pemenang dapat meminta bantuan pengadilan untuk menjalankan eksekusi. Jadi, kini bola ada di tangan Kementerian untuk menekan korporasi segera memenuhi kewajibannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sudah ada preseden bahwa putusan Mahkamah Agung yang memenangkan KLHK tak segera dieksekusi sehingga berlarut-larut. Pada September tahun lalu, MA menetapkan PT Kalista Alam kalah dan harus membayar ganti rugi kepada pemerintah sebesar Rp 366 miliar. Perusahaan kelapa sawit itu terbukti membakar lahan di Rawa Tripa seluas 1.000 hektare. Tapi, hingga Oktober lalu, eksekusi belum terlaksana. Kementerian pun baru akan mengurusnya dengan mengirim surat ke Pengadilan Negeri Meulaboh. Sungguh sangat terlambat.

Kelambanan semacam ini tak boleh diulangi. Ketegasan melakukan eksekusi akan menimbulkan efek jera bagi korporasi perusak lingkungan. Sudah dimaklumi, kasus perusakan lingkungan demikian masif di negeri ini. Di Provinsi Riau, misalnya, dari 9 juta hektare hutan alam yang pernah ada, kini hanya tersisa sekitar 3 juta hektare. Kerusakan itu diakibatkan operasi perusahaan kayu selama bertahun-tahun. Hal semacam ini juga banyak terjadi di daerah lain, misalnya di Kalimantan dan Sulawesi. Ini harus dihentikan. Caranya, antara lain, dengan penegakan hukum, sehingga menimbulkan efek jera.

Ada baiknya juga kisah sukses kemenangan ini dijadikan acuan dalam menangani kasus sejenis yang sedang atau akan banding. Jumlahnya memang tak sedikit. Jadi, jika pemerintah memiliki cetak biru penanganannya, itu akan memudahkan dalam menempuh proses perdata yang biasanya lama dan melelahkan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ketua Duma Rusia Klaim Parlemen Ukraina Mulai Bahas Proposal Perdamaian dari Vladimir Putin

8 menit lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan penghargaan pada tentara Rusia yang terluka dalam perang Rusia-Ukraina dan saat menjalani perawatan di rumah sakit militer, setelah upacara pemberian penghargaan di Moskow, Rusia, 12 Juni 2023. Sputnik/Vladimir Astapkovich/Pool via REUTERS
Ketua Duma Rusia Klaim Parlemen Ukraina Mulai Bahas Proposal Perdamaian dari Vladimir Putin

Ketua Duma Negara Rusia mengklaim parlemen Ukraina sudah mulai membahas persyaratan perdamaian yang diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin.


Kevin de Bruyne Puji Kemajuan Timnas Belgia di Bawah Domenico Tedesco Jelang Kick-Off Euro 2024

14 menit lalu

Pemain timnas Belgia, Kevin De Bruyne melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Timnas Jerman dalam Pertandingan Persahabatan di RheinEnergieStadion, Cologne, Jerman, 28 Maret 2023. REUTERS/Wolfgang Rattay
Kevin de Bruyne Puji Kemajuan Timnas Belgia di Bawah Domenico Tedesco Jelang Kick-Off Euro 2024

Gelandang Belgia Kevin De Bruyne tidak merasakan dampak buruk setelah mengalami cedera hampir sepanjang musim bersama Manchester City.


Anak Mulai Remaja, Ini Gaya Ayu Ting Ting Jaga Kedekatan dengan Bilqis

22 menit lalu

Lebaran ala Ayu Ting Ting dan putrinya Bilqis/Foto: Instagram/Ayu Ting Ting
Anak Mulai Remaja, Ini Gaya Ayu Ting Ting Jaga Kedekatan dengan Bilqis

Penyanyi sekaligus presenter Ayu Ting Ting menceritakan seputar kedekatannya bersama sang anak, yakni Bilqis yang saat ini mulai memasuki usia remaja


Jessie J Ingin Gelar Konser Tunggal untuk Tebus Kekecewaan Fans Indonesia

29 menit lalu

Jessie J. Foto: Instagram/@jessiej
Jessie J Ingin Gelar Konser Tunggal untuk Tebus Kekecewaan Fans Indonesia

Jessie J minta maaf batal tampil di konser David Foster. Dia mengaku akan menggelar konser di Indonesia untuk menebusnya.


Kawasan Gunung Bromo Ditutup untuk Wisatawan pada 21-24 Juni

34 menit lalu

Foto udara sejumlah kendaraan antre memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu 15 Juni 2024. Balai Besar TNBTS menyiapkan skema penambahan kuota kunjungan wisatawan sebanyak 25 persen dan akan disesuaikan jika terjadi peningkatan kunjungan dari hasil pantauan petugas pada laman booking online selama masa libur panjang Idul Adha.  ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Kawasan Gunung Bromo Ditutup untuk Wisatawan pada 21-24 Juni

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menyatakan kawasan wisata Gunung Bromo, di Jawa Timur akan ditutup total untuk wisatawan.


7 Relawan MER-C Masih Bertugas di Gaza

38 menit lalu

Warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan Masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Gaza, 16 Juni 2024. Warga Palestina yang menjadi korban konflik antara Israel dan Hamas merayakan Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan. REUTERS/Mohammed Salem
7 Relawan MER-C Masih Bertugas di Gaza

MER-C mengkonfirmasi relawannya yang bertugas di Gaza tersisa tujuh orang. Bersama warga Gaza, pada 16 Juni 2024, mereka solat Idul Adha


Anwar Ibrahim Sedekah 42 Ekor Sapi untuk 29 Masjid dan 13 Surau

38 menit lalu

 Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan pernyataan upaya pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dalam sidang parlemen diikuti secara daring di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/10/2023). ANTARA/Virna P Setyorini/aa.
Anwar Ibrahim Sedekah 42 Ekor Sapi untuk 29 Masjid dan 13 Surau

Anwar Ibrahim sedekah uang Rp394 juta dan 42 ekor sapi di hari Idul Adha untuk 29 masjid dan 13 surau.


Rayakan Idul Adha 1445 H, Yuni Shara Pilih Cara Sederhana

42 menit lalu

Yuni Shara bagikan potret dalam balutan kain batik berwarna coklat dalam memperingati Hari Kartini 2024. Foto: Instagram/@yunishara36
Rayakan Idul Adha 1445 H, Yuni Shara Pilih Cara Sederhana

Penyanyi Yuni Shara mengaku merayakan momen Idul Adha 1445 H hanya bersama ibunya tanpa menggelar acara khusus.


Puncak Haji Hari Kedua di Mina, Petugas Minta Jemaah Haji Antisipasi Kepadatan saat Lontar Jumrah

50 menit lalu

Jamaah haji berjalan usai melempar jumrah hari kedua di Jamarat, Mina, Arab Saudi, Kamis, 29 Juni 2023. Jutaan jamaah haji memadati kawaaan Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah Ula, Wustha, Aqabah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Puncak Haji Hari Kedua di Mina, Petugas Minta Jemaah Haji Antisipasi Kepadatan saat Lontar Jumrah

Sehari sebelumnya, jemaah haji telah menyelesaikan lontar jumrah Aqabah lalu Tahallul Awal.


Tumor Ganas Sering Dikaitkan dengan Kanker, Apa Beda dengan Tumor Jinak?

54 menit lalu

Imas Masitoh (13 tahun) yang menderita tumor ganas di bagian perutnya di rumahnnya di Desa Wanakerta. kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. TEMPO/Jhoni Atmanegara
Tumor Ganas Sering Dikaitkan dengan Kanker, Apa Beda dengan Tumor Jinak?

Pakar menjelaskan tumor ganas adalah tumor yang bersifat kanker dan bisa tumbuh tak terkontrol dan menyebar ke bagian tubuh lain.