Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tinggalkan Saja OPEC

Oleh

image-gnews
Iklan

DITILIK dari sudut mana pun, keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan membekukan sementara keanggotaan Indonesia dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tepat adanya. Dengan pembekuan itu, Indonesia tidak harus mengikuti keputusan sidang OPEC di Wina, Austria, pada Rabu lalu, yang meminta pemerintah memotong produksi minyak nasional sebanyak 37 ribu barel per hari.

Pemotongan ini merupakan bagian dari program OPEC memangkas produksi minyak dunia sebesar 1,2 juta barel per hari, mulai Januari mendatang. Sebagai negara yang menggantungkan penerimaannya pada produksi minyak dan gas, pengurangan produksi tentu akan berdampak negatif bagi kesehatan anggaran. Apalagi anggaran negara saat ini sedang cekak akibat lesunya penerimaan perpajakan. Diperkirakan, dari pemangkasan produksi itu, negara kehilangan penerimaan US$ 2 juta (Rp 18,9 miliar) per hari.

Penolakan pemerintah terhadap permintaan OPEC juga merupakan keputusan cerdik. Pengurangan produksi minyak bakal membuat harga minyak dunia menguat. Kemarin saja, begitu kesepakatan diketok, harga minyak dunia sudah melonjak 10 persen menjadi US$ 50 per barel. Dengan menyerahkan pemangkasan produksi kepada negara-negara utama OPEC, Indonesia bisa mencuri keuntungan dari kenaikan harga si emas hitam.

Dari sisi politik, sikap Indonesia kemungkinan besar bisa dimaklumi oleh anggota OPEC lainnya, mengingat volume produksi minyak Indonesia yang sangat kecil dibanding negara lain. Tahun ini pemerintah menetapkan target produksi minyak 820 ribu barel per hari. Jumlah itu hanya 2,4 persen dari produksi OPEC, yang sebesar 33,6 juta barel per hari.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sikap Jonan membekukan keanggotaan Indonesia di OPEC sesungguhnya masih kurang tegas. Menteri semestinya langsung menarik Indonesia dari keanggotaan OPEC. Sebagai net importer minyak, Indonesia tidak menerima banyak faedah dengan menjadi anggota OPEC. Bahkan tiap tahun pemerintah harus membayar puluhan miliar rupiah sebagai iuran anggota OPEC. Pada 2009, ketika Indonesia hengkang dari OPEC, iuran yang dibebankan mencapai US$ 3,1 juta (Rp 42 miliar) per tahun. Belum lagi biaya-biaya transportasi serta akomodasi yang harus dikeluarkan bagi pejabat negara setiap kali menghadiri pertemuan OPEC.

Kalau pemerintah masih khawatir akan keamanan pasokan minyak, Indonesia bisa menjadi observer OPEC, seperti halnya Rusia dan beberapa negara lain. Jadi, tanpa harus terikat dengan organisasi tersebut, Indonesia dapat menjaga komunikasi dengan produsen minyak dunia.

Alasan yang menyebutkan Indonesia perlu bertahan di OPEC demi mendapatkan pasokan minyak dengan harga miring juga tak bisa diterima. Faktanya, harga minyak yang diterima Indonesia dari tahun ke tahun selalu tinggi. Pemerintah tak perlu pula malu dicap plin-plan lantaran baru saja bergabung kembali dengan OPEC pada awal 2016. Sebagai penentu kebijakan publik, Jonan mesti mengutamakan kepentingan nasional di atas pertimbangan lain.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


12 Orang Dilarang Melihat Panda Seumur Hidup akibat Perilaku yang Tidak Beradab

1 menit lalu

Xiang Xiang, seekor panda raksasa yang lahir di Jepang pada tahun 2017 dan dipindahkan ke Cina pada bulan Februari tahun 2023, berjalan menuju camilannya untuk ulang tahunnya yang ke 7 tahun, di Ya'an Bifengxia di Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa Cina, selama tur media di Ya'an, provinsi Sichuan, Cina 12 Juni 2024. REUTERS/Tingshu Wang
12 Orang Dilarang Melihat Panda Seumur Hidup akibat Perilaku yang Tidak Beradab

Turis-turis itu kedapatan melemparkan rebung, batang lolipop, dan rokok ke area bermain panda di luar ruangan.


Sederet Risiko Jika Tidak Memadankan NIK dan NPWP

1 menit lalu

Cara buat NPWP online cukup mudah, cepat, dan praktis, tanpa perlu datang ke kantor. Persiapkan saja persyaratan dan ini langkah-langkahnya. Foto: Flickr
Sederet Risiko Jika Tidak Memadankan NIK dan NPWP

Sederet risiko yang bakal ditanggung wajib pajak bila tidak segera memadankan NIK dan NPWP.


P Nation Kabarkan Crush akan Jalani Operasi Saraf Terjepit dan Hiatus Sementara

2 menit lalu

Penyanyi dan pencipta lagu asal Korea Selatan, Shin Hyo Seob atau yang lebih dikenal dengan nama Crush. Foto: Instagram/@crush9244
P Nation Kabarkan Crush akan Jalani Operasi Saraf Terjepit dan Hiatus Sementara

Penyanyi Korea Selatan, Crush mengalami saraf kejepit dan disarankan untuk segera melakukan operasi.


10 Tempat Wisata Malam Jakarta yang Asyik Dikunjungi

7 menit lalu

Rekomendasi wisata malam Jakarta, Bundaran HI. Foto: Canva
10 Tempat Wisata Malam Jakarta yang Asyik Dikunjungi

Ada rekomendasi tempat wisata malam Jakarta yang asyik untuk dikunjungi. Beberapa tempat ini juga menampilkan atraksi dan live music.


Vladimir Putin Memuji Vietnam yang Dinilai Pragmatis soal Perang Ukraina

7 menit lalu

Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) bertemu di Resor Laut Hitam Sochi pada 6 September 2018. Vietnam News
Vladimir Putin Memuji Vietnam yang Dinilai Pragmatis soal Perang Ukraina

Vladimir Putin memuji Vietnam atas sikapnya terhadap perang Ukraina karena menerapkan kebijakan luar negeri netral


Imbauan Kemenag bagi Jemaah Haji Usai Selesaikan Prosesi Armuzna

8 menit lalu

Jemaah haji Indonesia menunggu bus untuk kembali ke hotel di Mina, Mekah, Arab Saudi, Selasa, 18 Juni 2024. Jemaah Indonesia yang mengambil nafar awal mulai didorong dari Mina menuju hotel di Mekah hingga sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau 18 Juni 2024, sementara yang mengambil nafar tsani akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah atau 19 Juni 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Imbauan Kemenag bagi Jemaah Haji Usai Selesaikan Prosesi Armuzna

Setelah menyelesaikan fase mabit di Mina, jemaah haji akan melakukan tawaf Ifadhah dan Sa'i untuk menyelesaikan rangkaian haji.


Seloroh Susi Pudjiastuti Saat Ditanya Maju di Pilkada Jabar: Urus Anak-Cucu hingga Sampah

8 menit lalu

Susi Pudjiastuti (Instagram/@susipudjiastuti115)
Seloroh Susi Pudjiastuti Saat Ditanya Maju di Pilkada Jabar: Urus Anak-Cucu hingga Sampah

Susi Pudjiastuti mengirim pesan singkat dengan emoji tertawa saat ditanya soal peluangnya maju di Pilkada Jabar.


Soal Nama Prasetyo Edi di Pilkada Jakarta, DPP Sebut Masih Proses Lobi

12 menit lalu

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto di Kompleks Parlemen, Jakarta. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi.
Soal Nama Prasetyo Edi di Pilkada Jakarta, DPP Sebut Masih Proses Lobi

PDI Perjuangan buka suara soal nama Prasetyo Edi Marsudi yang digadang-gadang bakal jadi calon gubernur atau wakil gubernur di Pilkada Jakarta.


Prediksi Argentina vs Kanada di Grup A Copa America 2024 Malam Ini: Jadwal Live, Berita Terkini Tim, H2H, Perkiraan Formasi

16 menit lalu

Pemain Timnas Argentina. REUTERS/Agustin Marcarian
Prediksi Argentina vs Kanada di Grup A Copa America 2024 Malam Ini: Jadwal Live, Berita Terkini Tim, H2H, Perkiraan Formasi

Simak kabar terkini kedua tim menjelang laga dan prediksi pertandingan Argentina vs Kanada di laga pertama Grup A Copa America 2024.


Masih Punya Simpanan Daging Kurban? Resep Sate Maranggi Berbahan Baku Daging Sapi

17 menit lalu

Sate Maranggi. shutterstock.com
Masih Punya Simpanan Daging Kurban? Resep Sate Maranggi Berbahan Baku Daging Sapi

Bumbu marinasi Sate Maranggi terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, garam, dan gula merah.