Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jangan Proses Kasus Rizieq

Oleh

image-gnews
Iklan

Pelaporan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Rizieq Shihab ke polisi memberi pelajaran berharga: jangan sekali-kali masuk ke wilayah agama orang lain. Menafsirkan kepercayaan pemeluk agama lain lewat kacamata iman sendiri-dan disampaikan di depan publik-bisa menyinggung umat tersebut.

Imam Besar Front Pembela Islam itu tak boleh memaksakan tafsirnya terhadap keyakinan umat Kristiani. Biarlah urusan iman menjadi urusan pemeluk masing-masing agama. Ucapan Rizieq, seperti yang terekam dalam video yang tersebar di dunia maya, bisa dianggap sebagai olok-olok dan menodai agama oleh penganut Kristen dan Katolik.

Walau begitu, polisi sebaiknya jangan memproses kasus yang dilaporkan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ini. Setiap laporan penodaan agama yang dilakukan oleh pemeluk suatu agama bisa memicu pengaduan baru oleh pemeluk agama yang dilaporkan. Masyarakat, apa pun keyakinannya, hendaknya menahan diri agar gesekan antarumat beragama tak semakin keras.

Komentar Rizieq adalah argumen teologis. Padahal kebenaran teologis hanya diyakini oleh penganut agama itu sendiri-benar menurut satu umat belum tentu benar menurut umat lain. Sulit membayangkan perdebatan hukum di pengadilan jika dilandaskan pada iman dan keyakinan masing-masing penganut agama.

Beda halnya jika Rizieq dalam pidatonya, misalnya, mengancam membunuh atau menyerang orang lain yang berbeda keyakinan. Polisi harus bergegas mengusutnya. Sebab, selain meresahkan, seruan tersebut bisa menggerakkan orang lain untuk melakukan kejahatan. Demokrasi menjamin kebebasan berpendapat, tapi bukan pendapat yang mengandung ujaran kebencian dan menganjurkan kekerasan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pasal penodaan agama seperti yang dituduhkan kepada Rizieq telah memakan banyak korban. Ini pasal karet yang biasa digunakan oleh kelompok mayoritas untuk menindas mereka yang berbeda pandangan dalam beragama. Contohnya kasus yang menimpa Tajul Muluk, pemimpin Syiah di Sampang, Madura, pada 2012. Tajul dihukum 4 tahun penjara lantaran dianggap menodai agama hanya karena dia menganut Syiah-aliran dalam Islam selain Sunni.

Karena diskriminatif dan kerap menjerat penganut agama minoritas, pasal tersebut semestinya dicabut. Sayangnya, Mahkamah Konstitusi telah menolak uji materi terhadap pasal-pasal penodaan agama, termasuk Pasal 156 huruf a KUHP yang ditudingkan PMKRI kepada Rizieq.

Gubernur DKI Jakarta (kini nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama juga dilaporkan ke polisi dan kini diadili dengan tuduhan pasal ini pula. Padahal Basuki tak bermaksud mengolok-olok umat Islam saat berpidato di Kepulauan Seribu dengan menyitir Surat Al-Maidah ayat 51 pada September lalu. Basuki mungkin melanggar etika, tapi sebagaimana halnya Rizieq, dia tak pantas pula diadili. Pasal karet ini pantas dicabut, tapi menahan diri tidak merecoki iman yang berbeda juga penting. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Trik Mensiasati Aturan Batasan Cairan saat Bepergian dengan Pesawat

1 menit lalu

Ilustrasi koper. Freepik.com
Trik Mensiasati Aturan Batasan Cairan saat Bepergian dengan Pesawat

Supaya tidak menghabiskan uang untuk mengemas cairan ada beberapa trik yang dapat dilakukan sebelum naik pesawat


Kaesang: Peluang Pilkada Jakarta hingga Bagi Buku Tulis Bertanda Tangan

8 menit lalu

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di kantor Muhammadiyah DKI Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menegaskan dirinya tidak akan berduet dengan Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Kaesang: Peluang Pilkada Jakarta hingga Bagi Buku Tulis Bertanda Tangan

Kaesang Pangarep belakangan terus menjadi sorotan, karena dirumorkan akan ikut Pilkada 2024


Justin Timberlake Ngotot Hanya Minum Satu Kali Sebelum Insiden DUI

12 menit lalu

Justin Timberlake ditampilkan dalam foto resmi polisi setelah dia ditangkap karena mengemudi sambil mabuk, dalam gambar yang dirilis pada 18 Juni 2024. Justin dilaporkan gagal mematuhi rambu berhenti dan dua kali keluar dari jalurnya di kawasan kelas atas Hamptons Seaside di New York, kata pihak berwenang pada hari Selasa. SAG HARBOR POLICE DEPARTMENT/Handout via REUTERS
Justin Timberlake Ngotot Hanya Minum Satu Kali Sebelum Insiden DUI

Justin Timberlake mengklaim hanya minum satu martini sebelum ditangkap, namun laporan penangkapan menunjukkan tanda-tanda mabuk.


Titip Kartu Keluarga Masih Terjadi pada Pelaksanaan Jalur Zonasi PPDB

14 menit lalu

Jalur zonasi dalam PPDB yang telah diterapkan sejak 2017 sampai saat ini masih menyisakan masalah.
Titip Kartu Keluarga Masih Terjadi pada Pelaksanaan Jalur Zonasi PPDB

Praktik titip kartu keluarga masih terjadi dalam pelaksanaan jalur zonasi PPDB atau penerimaan peserta didik baru.


Jasa Marga Masuk Perusahaan Terbaik Versi Top 500 Fortune Southeast Asia 2024

22 menit lalu

PT Jasa Marga Tbk sukses masuk ke dalam jajaran 500 perusahaan terbesar dan terbaik se-Asia Tenggara versi Fortune Southeast Asia 500 di 2024.
Jasa Marga Masuk Perusahaan Terbaik Versi Top 500 Fortune Southeast Asia 2024

Sepanjang tahun 2023 Jasa Marga konsisten melakukan sejumlah inisiatif strategis


Kandidat Rektor Unpad Mengerucut 3 Orang, Sepuluh Bakal Calon Tersingkir

24 menit lalu

Universitas Padjajaran atau Unpad. unpad.ac.id
Kandidat Rektor Unpad Mengerucut 3 Orang, Sepuluh Bakal Calon Tersingkir

Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor Unpad menetapkan tiga nama calon rektor periode 2024-2029. Apa saja syarat terpilihnya Rektor Unpad?


Jerman Tangkap Warga Rusia, Ukraina dan Armenia atas Tuduhan Mata-mata

29 menit lalu

Petugas polisi Jerman bekerja selama penggerebekan. (File photo: Reuters)
Jerman Tangkap Warga Rusia, Ukraina dan Armenia atas Tuduhan Mata-mata

Jerman menangkap tiga pria - seorang Rusia, seorang Ukraina dan seorang Armenia - karena dicurigai menjadi mata-mata untuk badan intelijen asing.


Bamsoet Ungkap Sempat Bertemu Nadiem Makarim, Tanya Soal Pengajuan Guru Besar

44 menit lalu

Ketua MPR RI/Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Borobudur, Universitas Trisakti dan Universitas Pertahanan RI, Bambang Soesatyo.
Bamsoet Ungkap Sempat Bertemu Nadiem Makarim, Tanya Soal Pengajuan Guru Besar

Bamsoet mengaku sempat berbincang dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim di Gedung DPR, Jakarta, tahun lalu.


Pemulihan Pusat Data Nasional, Pelayanan Keimigrasian Mulai Beroperasi

56 menit lalu

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan. Tempo/Aisyah Amira Wakang.
Pemulihan Pusat Data Nasional, Pelayanan Keimigrasian Mulai Beroperasi

Upaya pemulihan Pusat Data Nasional yang sempat bermasalah terus dilakukan. Saat ini pelayanan keimigrasian sudah mulai berjalan.


Cerita Bamsoet Ajukan Gelar Guru Besar, Mengaku Temui Nadiem Sampaikan Keinginan

57 menit lalu

Ketua MPR RI/Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Borobudur, Universitas Trisakti, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan RI (UNHAN), Bambang Soesatyo.
Cerita Bamsoet Ajukan Gelar Guru Besar, Mengaku Temui Nadiem Sampaikan Keinginan

Bagaimana cerita Bamsoet ajukan gelar guru besar?