Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penjara tanpa Wibawa

Oleh

image-gnews
Iklan

Pelesiran narapidana koruptor dari Penjara Sukamiskin di Bandung menunjukkan maha-ironi penegakan hukum. Dengan sogok dan kuasa uang, mereka bisa ke luar penjara sesukanya.

Majalah Tempo acap membongkar pelesiran narapidana ke luar sel. Biasanya, saat laporan itu turun, para pejabat heboh sesaat, tapi kemudian melupakannya lagi. Tak ada perbaikan. Pada zaman "normal", kejadian di Sukamiskin itu seharusnya cukup membuat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mundur karena malu.

Fenomena tamasya para napi ini menunjukkan menteri tak bisa mengontrol anak buahnya. Lebih memalukan lagi, Menteri Hukum tak punya cara dan sistem yang solid dalam memfungsikan penjara ke hakikatnya. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Lembaga Pemasyarakatan mengatakan salah satu fungsi penjara adalah memberi efek jera bagi para pelaku kejahatan dan merehabilitasi mereka. Efek jera itu tak bisa dicapai jika justru napilah yang berkuasa.

Di Sukamiskin, semua bisa dibeli. Napi mau jalan-jalan dan menginap di apartemen bersama istri muda? Gampang. Cukup pakai alasan sakit dan berkongkalikong dengan sipir. Mau datangkan penyanyi dangdut ke penjara atau merenovasi ruangan penjara? Semua bisa diatur.

Yang terjadi di Sukamiskin, yang mungkin juga terjadi di penjara-penjara lain, amat berbahaya bagi penegakan hukum. Publik akan apatis dan kian mengalami paralisis jika ketidakberdayaan negara menghukum penjahat ini berlangsung terus tanpa tanda perbaikan. Komisi Pemberantasan Korupsi terus menangkap penjahat dan menghukumnya, tapi mereka kembali bebas begitu masuk penjara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dulu, saat Tempo mengungkap adanya fasilitas mewah bak istana yang dinikmati Artalyta di Penjara Cipinang, Jakarta, pada awal 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. Tugas satuan ini, antara lain, membenahi pengawasan penjara. Waktu berlalu, pengawasan itu kendur lagi.

Keadaan ini semakin runyam karena para sipir tak lebih sejahtera dibanding narapidana. Dengan anggaran yang cuma Rp 5 triliun, hidup para sipir pas-pasan. Sekadar contoh, narapidana mendapat jatah 13,5 kilogram beras per bulan, sementara sipir hanya 10 kilogram. Ketimpangan ini membuat mereka mudah diajak sekongkol oleh para napi koruptor.

Publik menunggu langkah tegas pemerintah. Di Sukamiskin, karena longgarnya pengawasan sudah mengakar, semestinya yang dihukum bukan cuma pegawai level bawah, tapi juga sampai ke pucuk pimpinannya. Rencana Menteri Hukum Yasonna Laoly yang ingin memutasi sebagian petugas penjara tak "bersih" justru bisa menjadi bumerang. Di tempat baru, mereka bisa menularkan "penyakitnya".

Harus ada pembenahan sistem pengawasan penjara secara menyeluruh. Sebab, kerusakan ini sudah sistemik. Bila kuasa uang milik terpidana berduit bisa membeli kebebasan di balik jeruji besi, maka tiada lagi keadilan. Penjara tak lagi punya wibawa, demikian juga pemerintah.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Koalisi Partai Benjamin Netanyahu Terancam Pecah Setelah Siswa Seminari Yahudi Harus Wajib Militer

8 menit lalu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri rapat kabinet di Bible Lands Museum di Yerusalem pada 5 Juni 2024. REUTERS
Koalisi Partai Benjamin Netanyahu Terancam Pecah Setelah Siswa Seminari Yahudi Harus Wajib Militer

Kelangsungan hidup koalisi partai Benjamin Netanyahu bergantung pada dua partai Yahudi ultra-ortodoks.


Tim Ahli dari Indonesia Kunjungan Kerja ke India untuk Pelajari Program Makan Siang Sekolah Gratis

13 menit lalu

Rapat di Kota Delhi dengan Shantanu, (kanan) Deputi Departemen Pangan dan Distribusi Umum India. Sumber: dokumen Kedutaan Besar India di Jakarta
Tim Ahli dari Indonesia Kunjungan Kerja ke India untuk Pelajari Program Makan Siang Sekolah Gratis

Kunjungan kerja ini bertujuan membina kerja sama bilateral dan pertukaran keahlian di berbagai sektor antara lain program makan siang sekolah gratis.


Raffi Ahmad Mundur, Aktivis Tak Yakin Proyek Beach Club Gunungkidul Dihentikan

20 menit lalu

Rencana Beach Club yang awalnya melibatkan Raffi Ahmad di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Dok. Instagram
Raffi Ahmad Mundur, Aktivis Tak Yakin Proyek Beach Club Gunungkidul Dihentikan

Pembangunan proyek beach club Gunungkidul ini dilakukan melalui PT Agung Rans Bersahaja Indonesia (ARBI) yang tidak hanya berisi Raffi Ahmad.


Keluarga Terpidana Kasus Vina Cirebon Laporkan Ketua RT ke Mabes Polri atas Dugaan Keterangan Palsu

20 menit lalu

Politikus Dedi Mulyadi mendampingi keluarga tersangka dan saksi kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon saat membuat di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024. Tim hukum keluarga tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon pada 2016 silam melaporkan Ketua RT Abdul Pasren ke Mabes Polri terkait dugaan membuat kesaksian palsu. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Keluarga Terpidana Kasus Vina Cirebon Laporkan Ketua RT ke Mabes Polri atas Dugaan Keterangan Palsu

Keluarga terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, melaporkan Ketua RT Abdul Pasren atas dugaan keterangan palsu.


Cerita Pemain Judi Online: Ada Sensasi Suara Petir Gede Duarrrrr yang Memanggil-manggil

20 menit lalu

Ilustrasi Judi Online (Tempo)
Cerita Pemain Judi Online: Ada Sensasi Suara Petir Gede Duarrrrr yang Memanggil-manggil

Perkenalannya dengan judi online sekitaran akhir tahun 2020. Mulanya dia menyaksikan rekan kerjanya yang pada saat itu memainkan judi online.


Bisa Rugikan Tumbuh Kembang Anak, Waspadai Alergi Susu Sapi pada Anak

22 menit lalu

Ilustrasi makanan penyebab alergi (pixabay.com)
Bisa Rugikan Tumbuh Kembang Anak, Waspadai Alergi Susu Sapi pada Anak

Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi.


3 Film yang Dibintangi Thomas Brodie-Sangster

22 menit lalu

Thomas Brodie-Sangster dan Talulah Riley. Foto: Instagram/@talulahrm
3 Film yang Dibintangi Thomas Brodie-Sangster

Thomas Brodie-Sangster aktor yang belakangan disoroti. Ia menikah dengan aktris Talulah Riley


JPPI: Tipu-tipu Nilai di Jalur Prestasi Dominasi Masalah PPDB 2024

23 menit lalu

Kaum perempuan atau ibu-ibu memukul alat masak saat aksi unjuk rasa mengkritik sistem PPDB zonasi dan afrimasi di depan gedung DPRD Jawa Barat di Bandung, 24 Juni 2024. Perempuan dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan menuntut agar pemerintah menambah jumlah sekolah khususnya SMA/SMK negeri di seluruh wilayah dengan merata serta menuntut penambahan kuota untuk PPDB jalur afirmasi. Minimnya jumlah SMA negeri di Kota Bandung masih jadi celah praktik jual beli bangku dan perpindahan domisili secara ilegal. TEMPO/Prima mulia
JPPI: Tipu-tipu Nilai di Jalur Prestasi Dominasi Masalah PPDB 2024

Kata JPPI soal kekacauan masalah PPDB.


Soal Legalisasi Kratom, Anggota DPR Minta Tunggu Penelitian

23 menit lalu

Warga memetik daun kratom atau daun purik saat panen di perkarangan rumahnya di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu, 10 Februari 2024. Tanaman kratom (mitragyna speciosa) yang merupakan bahan baku minuman sejenis jamu khas Kabupaten Kapuas Hulu tersebut dijual warga setempat dalam bentuk daun mentah/basah seharga Rp2.500 - Rp3.000 per kilogram, dan remahan atau cacahan seharga Rp12 ribu per kilogram. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Soal Legalisasi Kratom, Anggota DPR Minta Tunggu Penelitian

Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto legalisasi kratom masih menunggu penelitian dari BRIN yang didampingi BPOM.


Dokter Jantung Sebut Pentingnya Jaga Tekanan Darah yang Normal untuk Hindari Masalah Koroner

25 menit lalu

Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com
Dokter Jantung Sebut Pentingnya Jaga Tekanan Darah yang Normal untuk Hindari Masalah Koroner

Hipertensi adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner sehingga pemilik riwayat kondisi tersebut harus menurunkan tekanan darahnya.