Satu Tembakan, Satu Jack Reacher

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Tom Cruise di Beverly Hills dilaporkan dimasuki oleh para perampok bersenjata pada 17 Januari 2013. Sang aktor sedang tak berada di rumah saat itu. Nbcnews.com

    Rumah Tom Cruise di Beverly Hills dilaporkan dimasuki oleh para perampok bersenjata pada 17 Januari 2013. Sang aktor sedang tak berada di rumah saat itu. Nbcnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah senapan panjang nun jauh di  jauh di sana mengarahkan pucuknya ke beberapa orang-orang yang lalu lalang. Lalu: satu.....dua...tiga...empat...lima orang tewas seketika oleh peluru penembak sniper itu. Seketika Pittsburg terguncang. Sekilas, tembakan ini datang dari orang gila yang menembak secara asal hanya karena dia bisa dan punya senjata. Dam seketika pula, polisi dan jaksa segera saja mengarahkan tuduhan kepada seorang sniper bernama James Barr (Joseph Sikora),  seorang eks sniper militer yang dikenal selalu gatal jika tak punya kesempatan untuk membunuh.

    “Reacher...tolong panggil Jack Reacher,” itulah satu-satunya kalimat James Barr untuk pembelaan dirinya.

    Lalu siapa gerangan Jack Reacher? Kepolisian tak mengenal nama dan spesies macam apakah mahluk yang bernama Jack Reacher itu.

    Tetapi penggemar fanatik novel-kriminal karya Lee Child (nama samaran penulis Inggris Jim Grant yang sudah menghasilkan 17 novel seri Jack Reacher, eks  polisi militer yang kemudian ‘menghilang’ dari mata publik dan beralih menjadi vigilante: memburu para pelanggar pidana, dan tak ragu untuk menggunakan kekerasan jika dia merasa perlu.

    Bagi pembaca dan penggemar Jack Reacher seperti saya, dia sudah terlanjur terpahat sebagai lelaki yang menjulang hingga hampir 2 meter dengan berat badan 115 kg (Itulah yang ditulis oleh Lee Child dalam setiap novelnya) yang isinya hanya otot dan nyaris tanpa lemak. Dia bisa membunuh seseorang hanya dengan sekali tonjok pada titik yang tepat pada organ tubuh manusia dan tendangannya bisa meremukkan tulang-tulang lawannya. Dia tak suka mengendarai mobil, dan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya seperti seorang pengelana yang kerjanya membersihkan muka bumi dari penjahat yang sukar ditepis polisi  dan jaksa  karena ayat hukum yang berbelit. Tetapi sebelum dia membereskan segalanya di luar hukum, Reacher akan membantu investigasi dan menggunakan keahliannya sebagai polisi militer untuk mengendus pelaku tindak pidana.

    Seperti apa yang terjadi dalam film Jack Reacher yang diambil dari novel Lee Child yang berjudul One Shot ini. Reacher muncul dalam bentuk yang berbeda: Tom Cruise. Tentu saja ketika produser mengumumkan nama ini, para penggemar fanatik berontak, marah, misuh-misuh, menggerutu. Bagaimana Cruise yang tinggi tubuhnya tak terlalu tinggi dan memiliki senyum mengkilat itu bisa menjadi Reacher? Bukankah semua orang sudah menggadang-gadang seseorang seperti Clint Eastwood di masa muda atau paling tidak Mark Harmond?

    Tetapi ternyata Cruise bukan saja digadang-gadang penulisnya sendiri. Dia memang tampil tak mengecewakan.  Meski secara fisik Tom Cruise bukan seseorang yang semula dibayangkan untuk menjadi Jack Reacher yang digambarkan sebesar dan setinggi pohon, namun Cruise meluncur ke Pittsburg dengan sosok Reacher yang dia terjemahkan sendiri: kuat, berotot, minim kata dan dingin. Sepanjang film, berbeda dengan tokoh Ethan Hunt dalam Mission Impossible yang mewah dan dimanjakan elektronik, Reacher hanya mempunyai satu kaos lengan panjang yang dia cuci berkali-kali dan sebatang sikat gigi. Adalah Reacher yang mengatakan pada  pengacara Barr, Helen Rodin (Rosamund Pike), bahwa seorang sniper dari militer tak mungkin menembak salah sasaran. Sedangkan dari dari TKP, mereka menemukan peluru yang nyasar. Reacher, meski tak terlalu menyukai Barr menganggap dia bukanlah sniper yang melakukan pembunuhan massal itu. Ini sebuah jebakan.

    Maka investigasi dimulai. Helen Rodin yang sengaja bekerja melawan ayahnya yang duduk di kursi jaksa mengikuti semua petunjuk Reacher yang memang cerdas, magnetik dan berkharisma namun (terlihat) dingin pada perempuan itu. Sesekali kita merasa melihat gaya Mark Harmond aka Jethro Gibbs dalam Tom Cruise saat melakukan investigasi dalam serial NCIS: dingin, ekonomis dalam kata-kata dan sorot mata yang tajam. Senyum khas Cruise dengan gigi berkilat dan rata itu sudah hilang. Di dalam film ini, Cruise menyelinap ke dalam tubuh Reacher dengan pas. Bahkan sayapun sebagai pembaca Child lantas ikut setuju. Cruise telah menerjemahkan sosok itu dengan asyik, seperti seseorang yang mengenakan t shirt lama yang pas dan adem di badan.

    Munculnya sutradara terkemuka Werner Herzog sebagai  tokoh The Zec –seorang sosok yang selama ini dianggap mitos yang keji—adalah sebuah hadiah emas bagi penonton. Dia bukan hanya sutradara, tetapi juga aktor yang dahsyat. Lantas, jangan lupa, pada paruh pertengahan Reacher mencari teman duet , kita bertemu dengan aktor veteran Robert Duvall, seorang penjual senjata sekaligus sniper berpengalaman. Duet ini menjadi komikal, tetapi setelah 60 menit yang penuh debar,  kita membutuhkan suasana yang bisa menguraikan ketegangan syaraf.

    Dengan dukungan aktor veteran, tetap saja ini adalah film Tom Cruise dan Lee Child. Sutradara McQuarrie melesatkan pelurunya dengan tepat.

    Leila S.Chudori

    JACK REACHER

    Sutradara   : Christopher McQuarrie
    Skenario    :
    Christopher McQuarrie
    Berdasarkan novel One Shot karya Lee Child
    Pemain   :
    Tom Cruise, Rosemund Pike, Werner Herzog


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.