Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jaringan Pedofilia Internasional

Oleh

image-gnews
Iklan

Setelah kepolisian membongkar jaringan pedofilia internasional di media sosial, pemerintah dan masyarakat semestinya berfokus melindungi para korbannya. Sebab, kejahatan ini melibatkan anak-anak--baik sebagai korban maupun pelaku--dengan masa depan panjang.

Polisi menyebutkan, anggota grup pedofilia yang dinamai "Official Loli Candy's Group" itu cukup besar, lebih dari 7.000 orang. Anggota grup diwajibkan mengunggah atau membagikan tautan foto dan video berkonten pornografi anak. Polisi menduga ribuan anak menjadi korban anggota grup dunia maya ini.

Orientasi seksual terhadap anak-anak memang masih menjadi perdebatan. Sebagian aktivis menganggapnya pilihan--seperti orientasi seksual terhadap sesama atau lawan jenis. Sebagian lain menilainya sebagai "kelainan". Namun semua sepakat, orientasi seksual yang diwujudkan dengan pelanggaran hukum, termasuk pemaksaan, seperti dilakukan oleh anggota grup Official Loli Candy's itu merupakan kejahatan.

Mereka yang terbukti mencabuli anak selayaknya dihukum berat. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak mengancam pelakunya dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Administrator grup media sosial itu pun bisa dikenai Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Apalagi bila mereka juga mendapat keuntungan ekonomi.

Kejahatan yang mereka lakukan berdampak panjang. Banyak korban harus bergulat dengan rasa trauma seumur hidup. Bahkan tak jarang korban berubah menjadi pelaku di kemudian hari. Karena itu, penting bagi pemerintah untuk berfokus pada perlindungan para korban.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kejahatan pedofilia di Indonesia sudah pada tingkat sangat mengkhawatirkan. Tahun lalu, Kementerian Sosial mencatat Indonesia menduduki posisi nomor dua di dunia dalam hal pengunggahan pornografi di situs pedofilia. Menurut ECPAT--organisasi yang bergerak melawan eksploitasi seksual komersial anak--pada September 2016-Februari 2017 terdapat enam kasus pornografi dengan jumlah korban 157 anak.

Anak yang menjadi korban semestinya ditangani dengan serius. Tak cukup hanya dengan program rehabilitasi Kementerian Sosial, perlindungan terhadap korban mesti melibatkan keluarga, lingkungan, juga sekolah. Hal ini bertujuan mencegah korban mendapat stigma buruk dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pencegahan juga harus dilakukan. Masyarakat mesti lebih awas, dan segera bertindak bila melihat tanda kejahatan pedofilia. Tindakan proaktif yang dilakukan pelapor dalam kasus "Loli Candy's Group" selayaknya dijadikan contoh baik.

Kebanyakan pelaku pedofilia merupakan orang yang dikenal atau bahkan dekat dengan korban. Keluarga, karena itu, menjadi faktor terpenting untuk melindungi anak-anak. Pendidikan seks sejak dini perlu diberikan. Juga pelajaran perlindungan diri menghadapi ancaman kejahatan ini. Keluarga pula yang berperan mengawasi anak-anak dalam menggunakan Internet, yang menjadi basis operasi kejahatan seksual pedofilia.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gejolak Demonstrasi Paramedis di Korea Selatan, Giliran Dokter Senior dan Profesor Memprotes

8 menit lalu

Para dokter saat protes terhadap rencana penerimaan lebih banyak siswa ke sekolah kedokteran, di depan Kantor Kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, 22 Februari 2024. REUTERS/Kim Soo-Hyeon
Gejolak Demonstrasi Paramedis di Korea Selatan, Giliran Dokter Senior dan Profesor Memprotes

Sejumlah akademisi dan dokter di Korea Selatan memprotes kebijakan baru pemerintah soal penerimaan Jurusan Kedokteran.


Andre Taulany Pernah Maju di Pilkada Tangsel 2010, Kini Langkahnya Diikuti Marshel Widianto

9 menit lalu

Andre Taulany . FOTO ANTARA/Muhammad Deffa
Andre Taulany Pernah Maju di Pilkada Tangsel 2010, Kini Langkahnya Diikuti Marshel Widianto

Partai Gerindra usung komika Marshel Widianto sebagai bakal calon Wakil Wali Kota di Pilkada Tangsel 2024. Sebelumnya, Andre Taulany pernah maju.


Prabowo Hampiri Jokowi di Halim, Langsung Ucapkan Selamat Ulang Tahun

11 menit lalu

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, 11 Oktober 2019. TEMPO/Subekti
Prabowo Hampiri Jokowi di Halim, Langsung Ucapkan Selamat Ulang Tahun

Keterangan tertulis Kementerian Pertahanan menyebut Prabowo menemui Jokowi seusai jam berkantor di kementerian.


Rincian UKT Unsoed Terbaru Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri 2024

11 menit lalu

Unsoed sosialisasikan beasiswa unggulan dosen Indonesia-Dalam Negeri. dok/unsoed.ac.id KOMUNIKA ONLINE
Rincian UKT Unsoed Terbaru Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri 2024

Unsoed batalkan kenaikan UKT dan IPI. Simak rincian UKT Unsoed terbaru untuk mahasiswa dari jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri 2024.


Jadwal Lengkap Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2024

15 menit lalu

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 20 Juni 2024. Jemaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jadwal Lengkap Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2024

Jadwal Kepulangan jemaah haji Indonesia terbagi dalam dua kloter, berikut tanggalnya


Minum Kopi Bisa Memicu Kecemasan?

16 menit lalu

Ilustrasi wanita minum kopi. Foto: Unsplash.com/Freestocks
Minum Kopi Bisa Memicu Kecemasan?

Kandungan kafein dari satu cangkir minum kopi atau teh bisa berbeda kadarnya dipengaruhi proses pembuatan dan jenisnya.


Barasuara Merilis Album Jalaran Sadrah Isi 9 Lagu

17 menit lalu

Vokalis kelompok musik Barasuara Iga Massardi (tengah), Asteriska (kanan) dan Puti Chitara (kiri) tampil dalam Joyland Festival Bali 2023 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu 18 Maret 2023. Barasuara membawakan sejumlah lagu diantaranya Api dan Lentera, Bahas Bahasa dan Mengunci Ingatan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Barasuara Merilis Album Jalaran Sadrah Isi 9 Lagu

Grup musik Barasuara merilis album ketiga berjudul Jalaran Sadrah pada Jumat, 21 Juni 2024


Bappenas Evaluasi 46 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran, Kemensos: Ada Perbedaan Sumber Data

21 menit lalu

Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin memberikan keterangan pers soal polemik 46 persen penerima bansos tak tepat sasaran. Agus menyampaikan ke awak media di Kantor Kementerian Sosial, Cawang, Jakarta, pada Jumat, 21 Juni 2024. Tempo/Adil Al Hasan
Bappenas Evaluasi 46 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran, Kemensos: Ada Perbedaan Sumber Data

Kemensos merespons Bappenas yang sempat menyebut ada 46 persen penerima bantuan sosial atau bansos tak tepat sasaran


Alexander Marwata Minta Pansel KPK Utamakan Rekam Jejak Ketimbang Tes Asesmen

26 menit lalu

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Alexander Marwata saat ditemui usai rapat dengan Komisi 3 DPR pada Selasa, 11 Juni 2024 di Kompleks Parlemen Senayan. Dia mengatakan KPK telah menargetkan akan menangkap Harun Masiku dalam seminggu ke depan. TEMPO/Intan Setiawanty
Alexander Marwata Minta Pansel KPK Utamakan Rekam Jejak Ketimbang Tes Asesmen

Presiden Joko Widodo telah membentuk tim pansel KPK yang terdiri dari 9 orang.


Kominfo: Kendala Penyediaan Internet di Daerah Terpencil karena Jaringan Transmisi Kerap Rusak

27 menit lalu

Satelit Internet SATRIA-1. Kominfo.go.id
Kominfo: Kendala Penyediaan Internet di Daerah Terpencil karena Jaringan Transmisi Kerap Rusak

Kominfo mengakui bahwa penyediaan internet di daerah terpencil terkendala karena jaringan transimisinya kerap rusak.