Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Gurun

Oleh

image-gnews
Iklan

Di sebuah gurun pasir, seorang gembala menyingkir dari kemarahan seorang nabi. Dalam kisah terkenal Jalaluddin Rumi inidalam kitab MasnawiMusa mendengar doa yang aneh dari mulut gembala itu: "Oh, Tuhan, di manakah Kau? Bolehkah aku jadi sahaya-Mu, menjahit kasut-Mu dan menyisir rambut-Mu? Bolehkah aku mencuci baju-Mu dan membasmi kutu-Mu dan membawakan-Mu susu?...."

Bagi Musa, doa yang terlampau bergelora itu awal kekafiran: menyamakan Tuhan dengan manusia yang butuh air susu adalah sikap yang kurang ajar.

Maka Musa berteriak: "Sumbat mulutmu dengan kain!.... Kalau tak kauhentikan tenggorokanmu memuntahkan kata-kata seperti itu, api akan datang dan membakar orang-orang...."

Mendengar itu si gembala berhenti berdoa. "Ah, Musa, telah kaubakar sukmaku dengan penyesalan...."

Ia pun merobek gamisnya dan seraya napasnya melenguh dalam, ia menengok ke ujung gurun dan dengan seketika pergi.

Di saat itu, demikian dikisahkan Rumi, Tuhan menegur Musa: "Telah kaupisahkan hamba-Ku dari Aku. Engkau datang untuk merukunkan, atau untuk meretakkan? Jangan kau memisah-misahkan; hal yang Aku benci adalah perceraian. Telah Kuberikan kepada tiap orang bentuk ekspresi yang tersendiri.... Aku tak bergantung pada kemurnian maupun najis, tak bergantung pada kemalasan maupun kegairahan sembahyang."

Mendengar teguran Tuhan, Musa bergegas lari ke tengah gurun mengejar sang gembala. Ketika mereka bertemu lagi, sang Nabi memberitahukan kabar gembira itu: "Sudah datang perkenan Tuhan: kau tak perlu mencari aturan atau cara untuk sembahyang. Ungkapkan saja apa yang dikehendaki hatimu."

Tapidan ini yang tak disangka-sangka dari dongeng Rumi inisang gembala menjawab: "Ah, Musa, aku telah melampaui itu: aku kini tenggelam, berendam, dalam air mata tangisku."

Sang gembala tak hendak kembali ke dalam acuan Musa. Nabi itu tetap bertumpu pada "perkenan", perizinan, sabda. Dengan kata lain: rumusan hukum. Sang gembala lebih menyukai keakraban yang total dengan Tuhan yang dicintainya. Masnawi Rumi tampaknya menunjukkan bahwa Musayang dalam Alkitab dikisahkan sebagai penerima 10 Aturan Tuhantak memahami sepenuhnya apa yang dikatakan Tuhan: "Mereka yang memperhatikan aturan berbicara dan berperilaku adalah satu hal; mereka yang terbakar oleh cinta [kepada Tuhan] adalah hal lain."

Sang gembala tak mau menyerah kepada jalan yang dianggap linear: hukum. Ia memilih tinggal di gurun. Di tengah bentangan pasir dan batu karang itu, batas-batas tak jelas. Juga tak penting. Garis lurus bisa ditarik tanpa ada barat atau timur. Ke arah mana menghadap Tuhan? "Di dalam Ka'bah," tulis Rumi, "perlukah kepastian kiblat?"

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Saya pernah membaca sebuah pembahasan yang menganggap gurun dalam bagian Masnawi ini sebagai sebuah kiasan yang penting ketika berbicara tentang imanyang sering disederhanakan dan disebut sebagai "agama".

Beberapa ratus tahun setelah Rumi, Derrida menampilkan lagi imaji itu. Dalam La Religion, ketika membahas pengalaman religius manusia, ia menyebut "gurun di dalam gurun": ketika manusia mengalami secara total "ketiadaan", ketika aku, dalam pengalaman mistis itu, seakan-akan hilang tanpa jejak, lebur dalam haribaan Yang Lain.

"Gurun di dalam gurun" itu, sebagaimana umumnya agama-agama, mengandung janji, pengharapan yang "messianik": nun nanti di ufuk sana, di bawah kaki langit, ada Yang Lain ke mana kita tabah dan tawakal akan sampai. Tapi janji itu tak bisa digambarkan lebih dulu. Ia mengisyaratkan sesuatu yang tak terhingga.

Bersama itu, "gurun di dalam gurun" itu juga khra: "tempat" yang bukan tempat, sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa pun. Dengan kata lain, dalam iman selalu terkandung hal-hal yang tak bisa diringkas tapi memanggil kita untuk terus-menerus mencari. Bersama itu pula kita mengenal dan menghargai apa yang mustahil namun bernilaimisalnya janji Keadilan yang akan datang.

Dengan demikian iman mengandung keberanianyang umumnya pudar ketika diringkus jadi sebuah sistem dan ditertibkan dengan hukum-hukum yang menjaga jalan lurus. Dalam The Prayers and Tears of Jacques Derrida: Religion without Religion, John D. Caputo menggambarkan "agama" dalam pemikiran Derrida sebagai "sebuah iman tanpa dogma yang maju dengan risiko di dalam malam yang gelap pekat".

Malam di gurun....

Jauh dari padang pasir, hidup di antara pantai kepulauan dan samudra, mungkin bagi kita lebih pas metafora lain untuk menggambarkan iman yang tanpa dogma: lautan. Iman yang tak dibatasi sistem adalah samudra yang merupakan kancah gerak yang tak pernah berhenti. Arah hanya dikenal di bintang-bintang. Ombak seakan-akan itu-itu juga, tapi sesungguhnya senantiasa berbeda, berubah. Itu sebabnya lautan, yang menampung air dari pelbagai sungai, sebenarnya tak pernah bernama, sampai datang para penakluk dan pembuat peta.

Iman memang kemudian diberi label ("Islam", "Kristen", "Yahudi", "Hindu", dan sejenisnya). Ia diletakkan dalam sebuah peta. Tapi ibarat lautan, ia tetap mengandung risiko. "Unggahlah muatan dan berangkatlah berlayar," tulis Rumi. "Tak seorang pun bisa tahu pasti akankah kapal tenggelam atau sampai ke pelabuhan."

Dalam ketakpastian itulah keyakinan, atau iman, menyatakan diri. Itu berarti ia lebih kuat ketimbang konsep dan ajaran. "Berapa banyak lagi kalimat, konsep, dan kiasan? Aku inginkan api yang membakar, membakar, membakar"Masnawi 2: 1760.

Goenawan Mohamad

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Top Skor Euro 2024 setelah Lewati Matchday Kedua: 3 Pemain Tempati Posisi Teratas, Termasuk Jamal Musiala

31 menit lalu

Pemain Jerman Jamal Musiala melakukan selebrasi bersama Ilkay Gundogan usai mencetak gol ke gawang Hungaria  dalam pertandingan Grup A Euro 2024 di Stuttgart Arena, Stuttgart, 19 Juni 2024. REUTERS/Lee Smith
Top Skor Euro 2024 setelah Lewati Matchday Kedua: 3 Pemain Tempati Posisi Teratas, Termasuk Jamal Musiala

Turnamen Euro 2024 sudah melewati matchday kedua. Persaingan menjadi pencetak gol terbanyak atau top skor berlangsung menarik.


Euro 2024 Memasuki Matchday Ketiga: Simak Daftar Tim yang Lolos dan Tersingkir, Jadwal Sisa, Klasemen Serta Skenarionya

1 jam lalu

Pemain Belgia Jeremy Doku berduel dengan pemain Rumania Andrei Ratiu dalam pertandingan Grup E Euro 2024 di Stadion Cologne, Cologne, 23 Juni 2024. REUTERS/Thilo Schmuelgen
Euro 2024 Memasuki Matchday Ketiga: Simak Daftar Tim yang Lolos dan Tersingkir, Jadwal Sisa, Klasemen Serta Skenarionya

Turnamen sebak bola Euro 2024 atau Piala Eropa 2024 sudah melewati matchday kedua. Tiga tim sudah lolos ke babak 16 besar dan satu tim sudah kandas.


Produk dengan Kandungan Aloe Vera Cocok untuk Kulit Sensitif

2 jam lalu

SoSoft luncurkan detergen tumbuhan dengan softener alami aloe vera/Wings
Produk dengan Kandungan Aloe Vera Cocok untuk Kulit Sensitif

Tingkat toleransi kulit orang berbeda-beda terhadap bahan kimia


Ihwal Satgas Judi Online dan Kasus yang Diduga Menjerat Anggota Polisi dan TNI

2 jam lalu

Petugas Satpam membawa barang bukti uang usai konferensi pers pengungkapan kasus judi online, Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024.  Periode 23 April- 17 Juni 2024, Satgas Pemberantasan Perjudian Online yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo telah mengungkap 318 kasus judi online dan menetapkan 464 tersangka, serta menyita barang bukti berupa 67,5 miliar, 494 ponsel, 36 leptop, 257 rekening, 98 akun judi online dan 296 kartu ATM. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Ihwal Satgas Judi Online dan Kasus yang Diduga Menjerat Anggota Polisi dan TNI

Baru-baru ini, anggota TNI AD dari Perwira Keuangan Brigif 3, Letda Rasid diduga menyalahgunakan anggaran satuannya Rp 876 juta untuk judi online.


Timwas DPR Sebut Pengalihan Kuota untuk Haji Khusus Salahi Aturan, Ini Pembelaan Menag Yaqut

2 jam lalu

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (ketiga kanan) selaku Amirul Hajj tiba di Masjidil Haram untuk menunaikan umrah wajib di Makkah, Arab Saudi, Senin 10 Juni 2024. Menag akan memimpin misi haji Indonesia pada puncak pelaksanaan ibadah haji dimulai dengan wukuf di Arafah pada 15 Juni 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Timwas DPR Sebut Pengalihan Kuota untuk Haji Khusus Salahi Aturan, Ini Pembelaan Menag Yaqut

Timwas Haji DPR menyatakan Kemenag mengubah kebijakan soal kuota tambahan 20 ribu secara sepihak.


Hasil Formula 1 Spanyol 2024: Max Verstappen Menangi Balapan Penuh Drama, Norris Kedua, Hamilton Ketiga

2 jam lalu

Pembalap Red Bull Max Verstappen. REUTERS/Mathieu Belanger
Hasil Formula 1 Spanyol 2024: Max Verstappen Menangi Balapan Penuh Drama, Norris Kedua, Hamilton Ketiga

Pembalap Red Bull Max Verstappen memenangi Formula 1 Spanyol 2024 yang penuh aksi dramatis.


Bocah 13 Tahun Tewas Diduga Disiksa Polisi, Kompolnas: Jika Benar, Pelaku Harus Dipidana dan Diproses Kode Etik

2 jam lalu

Polisi menemukan jasad Afif (13 tahun) di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang. Istimewa
Bocah 13 Tahun Tewas Diduga Disiksa Polisi, Kompolnas: Jika Benar, Pelaku Harus Dipidana dan Diproses Kode Etik

Kompolnas mengatakan jika dugaan penyiksaan bocah 13 tahun di Kota Padang oleh polisi benar, pelaku harus dipidana dan diproses kode etik.


Pengamat Nilai Prabowo akan Kalkulasi Ulang Program Makan Bergizi Gratis dan IKN

3 jam lalu

Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih, Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai menerima penyematan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 20 Juni 2024. Prabowo  menerima tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama dari Polri yang disematkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. TEMPO/M Taufan Rengganis
Pengamat Nilai Prabowo akan Kalkulasi Ulang Program Makan Bergizi Gratis dan IKN

Pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai akan menghitung ulang megaproyek makan bergizi gratis dan Ibu Kota Nusantara (IKN) di tengah pelemahan Rupiah


Lengkapi 2 Dosis Vaksin Dengue agar Efektif Tangkal DBD

3 jam lalu

Tes darah sebelum menguji coba vaksin Demam Berdarah Dengue. Tempo/Tony Hartawan
Lengkapi 2 Dosis Vaksin Dengue agar Efektif Tangkal DBD

Masyarakat yang memutuskan untuk disuntik vaksin dengue demi memiliki kekebalan imunitas terhadap DBD maka harus memenuhi dosis lengkap.


Ruth Sahanaya Tutup Konser Lewat Lantunan Magis Lagu Andaikan Kau Datang

3 jam lalu

Diva pop Ruth Sahananya menggelar konser '40 Tahun Simfoni dari Hati' di JCC untuk merayakan empat dekade kariernya dalam industri musik. Konser ini digelar pada Sabtu, 22 Juni 2024, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. TEMPO/Adinda Jasmine.
Ruth Sahanaya Tutup Konser Lewat Lantunan Magis Lagu Andaikan Kau Datang

Dalam penampilan penutup konser tunggalnya, Ruth Sahanaya membawakan lagu Andaikan Kau Datang yang sukses menyentuh hati para penonton.