Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

KPK dalam Ancaman DPR

Oleh

image-gnews
Iklan

Sungguh tak dapat dibenarkan perlakuan pimpinan dan anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rapat dengar pendapat pada Selasa lalu. Memaksa KPK membuka rekaman pemeriksaan terhadap Miryam S. Haryani, anggota DPR dari Fraksi Hanura yang diduga terlibat korupsi proyek e-KTP, merupakan intervensi sekaligus tindakan mengumbar kekuasaan yang salah tempat.

Sebagai orang-orang pilihan yang memahami hukum di fraksinya, pimpinan dan anggota Komisi Hukum tahu pasti bahwa KPK, sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002, dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun. "Kekuasaan mana pun", menurut penjelasan pasal itu, adalah kekuatan dari pihak eksekutif, yudikatif, legislatif, pihak-pihak lain yang terkait dengan perkara korupsi, atau keadaan dan situasi serta alasan apa pun.

Memaksa membuka rekaman pemeriksaan sama artinya dengan meminta membuka berita acara pemeriksaan (BAP) di luar persidangan. Tindakan ini tidak dibenarkan secara hukum acara pidana. BAP yang bersifat rahasia itu tak boleh dibuka ke publik karena menyangkut penyidikan perkara. Jika BAP dibuka, penyidik dapat kesulitan menggali fakta karena proses sudah dicampuri dan penyidikan rentan dimanipulasi, misalnya barang bukti dihilangkan atau dikondisikan.

Sikap ngotot anggota DPR tak ayal menimbulkan pertanyaan: inikah kesetiakawanan sesama anggota DPR? Ataukah siasat menyelamatkan orang-orang yang diduga terlibat? Dalam dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, disebutkan sedikitnya 60 anggota DPR periode 2009-2014 menerima gelontoran duit dari proyek yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Miryam membenarkan nama-nama itu di BAP, tapi mencabut semua keterangan ketika bersaksi. Dalam sidang, penyidik KPK Novel Baswedan bersaksi bahwa Miryam mengaku diancam enam anggota DPR agar tidak mengakui membagi-bagikan duit. Lima nama yang disebutkan Miryam itu adalah ketua dan anggota Komisi Hukum. Kesaksian Novel merupakan fakta yang akan diuji validitasnya dalam persidangan.

Mengancam KPK dengan hak angket tak selayaknya dilakukan DPR, termasuk pula ancaman merevisi Undang-Undang KPK tiap kali "ketenangan" DPR terusik. Seperti ketika Ketua DPR Setya Novanto disebut terlibat dalam dokumen dakwaan e-KTP yang tersiar luas. Terakhir, ancaman mengirim nota protes ke Presiden ketika KPK meminta Setya dicegah ke luar negeri.

Menghadapi semua ancaman itu, KPK harus tegar menjalankan tugas memberantas korupsi di negeri ini. KPK harus mendorong Miryam yang terancam agar memperoleh perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Miryam pun sudah sepantasnya buka mulut, menjadi saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator) untuk mengungkap megakorupsi e-KTP yang melibatkan begitu banyak legislator, birokrat, pejabat BUMN, dan pengusaha.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kuota Pemain Asing Liga 1 2024-2025 Akan Ditentukan setelah RUPS PSSI

9 menit lalu

Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri acara PSSI Pers di Jakarta, Selasa, 6 Februari 2024. ANTARA/Aloysius Lewokeda
Kuota Pemain Asing Liga 1 2024-2025 Akan Ditentukan setelah RUPS PSSI

Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga memastikan bahwa aturan pemain asing untuk setiap klub Liga 1 Indonesia 2024-2025 belum ada keputusan final.


Menkopolhukam Minta Selidiki 5 Ribu Rekening Judi Online, Bareskrim Akan Koordinasi dengan Banyak Lembaga

9 menit lalu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto memberikan keterangan usai rapat satgas judi online di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/Daniel A. Fajri
Menkopolhukam Minta Selidiki 5 Ribu Rekening Judi Online, Bareskrim Akan Koordinasi dengan Banyak Lembaga

Menkopolhukam Hadi Tjahjanto mengatakan ada 5 ribu rekening yang masuk dalam aliran uang judi online. Bareskrim diminta menyelidiki.


Atasi Hipertensi dengan Minum Obat Rutin, Ubah Gaya Hidup dan Kurangi Garam

11 menit lalu

Ilustrasi anak hipertensi/tekanan darah tinggi. Shutterstock.com
Atasi Hipertensi dengan Minum Obat Rutin, Ubah Gaya Hidup dan Kurangi Garam

Tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi bisa sebabkan plak pada pembuluh darah dan sebabkan penyakit jantung koroner.


Wi Ha Joon Akan Menggelar Fan Meeting di Jakarta 28 September

14 menit lalu

Wi Ha Joon dalam drama The Midnight Romance in Hagwon. Dok. tvN
Wi Ha Joon Akan Menggelar Fan Meeting di Jakarta 28 September

Wi Ha Joon menggelar fan meeting bertajuk WI HA JUN 2024 FAN MEETING TOUR, A Wively Day


3 Hal tentang Drakor The Whirlwind yang akan Tayang dI Netflix

24 menit lalu

Logo Netflix. Sumber: Reuters UK
3 Hal tentang Drakor The Whirlwind yang akan Tayang dI Netflix

Netflix akan merilis serial drama Korea atau drakor The Whirlwind


58 Persen Pria Tak Pernah Pakai Pelembap yang Penting buat Kulit Sehat

26 menit lalu

Ilustrasi Pria Merawat Kulit/Instagram - Norm.id
58 Persen Pria Tak Pernah Pakai Pelembap yang Penting buat Kulit Sehat

Sebuah jajak pendapat menyebut mayoritas pria tak pernah atau jarang pakai pelembap yang penting untuk kulit sehat.


Polisi Tangkap Penyuplai Sabu ke Virgoun dan Teman Perempuannya, Satu Orang Lagi Masih Diburu

27 menit lalu

Penyanyi Virgoun saat dihadirkan dalam rilis kasus narkoba di Polres Jakarta Barat, Selasa, 25 Juni 2024. Virgoun dihadirkan bersama dengan B si kru band, dan teman wanitanya berinisial PA, dari hasil tes urine, Virgoun diketahui mengonsumsi sabu. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polisi Tangkap Penyuplai Sabu ke Virgoun dan Teman Perempuannya, Satu Orang Lagi Masih Diburu

Polres Metro Jakarta Barat menangkap orang yang memasok sabu ke Virgoun dan teman perempuannya. Satu orang lagi masih diburu.


Bisma Karisma Rilis Album Rihlah, Transformasi dari Anggota SMASH Menjadi Solois

33 menit lalu

Bisma Karisma. Dok. Bisma Karisma
Bisma Karisma Rilis Album Rihlah, Transformasi dari Anggota SMASH Menjadi Solois

Bisma Karisma ingin menunjukkan transformasi dari citra ceria di SMASH ke sisi yang lebih kontemplatif dan reflektif di album solo perdananya.


Huawei Matebook X Pro dan Matebook 14 Resmi Meluncur di Indonesia, Segini Harga dan Spesifikasinya

34 menit lalu

Ilustrasi Huawei Matebook X Pro (Dok. ConsumerHuawei.com)
Huawei Matebook X Pro dan Matebook 14 Resmi Meluncur di Indonesia, Segini Harga dan Spesifikasinya

Dua laptop seri Matebook terbaru Huawei, resmi meluncur untuk pasar Indonesia mulai hari ini, Selasa, 25 Juni 2024.


Tingkat Literasi Keuangan Perempuan Lampaui Laki-laki

38 menit lalu

Ilustrasi pasangan merencanakan keuangan. Freepik.com/tirachardz
Tingkat Literasi Keuangan Perempuan Lampaui Laki-laki

OJK melaporkan tingkat literasi keuangan kelompok perempuan untuk pertama kalinya melampaui laki-laki.