Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lawan Berita Palsu

Oleh

image-gnews
Iklan

Publik harus diselamatkan dari paparan dan pengaruh berita palsu, yang akan semakin besar daya rusaknya ketika dipadu dengan ujaran kebencian. Keutuhan bangunan masyarakat bangsa ini sedang dipertaruhkan dengan maraknya informasi yang menyesatkan.

Lewat kerja jurnalistik yang berkualitas, pers bisa memerangi berita palsu. Media massa mesti mampu memberi konfirmasi atas segala kesimpangsiuran informasi sekaligus mendudukkan persoalan dengan tepat. Semua berlandaskan fakta, bukan opini--apalagi kira-kira.

Pers bertugas memberi pencerahan dan pemahaman menyeluruh tentang kejadian-kejadian di masyarakat. Bukannya terseret ke dalam gejolak lautan berita palsu, terutama di media sosial dan grup percakapan.

Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Dunia, yang jatuh pada 3 Mei. Temanya menarik, kontekstual dengan Indonesia, yakni "Peran Media dalam Memajukan Masyarakat yang Damai, Adil, dan Inklusif". Pesan ini merefleksikan seruan melawan berita palsu dan pentingnya pers tampil sebagai penunjuk jalan agar publik tak kehilangan arah.

Bukan cuma monopoli Indonesia, materi hoax yang dipadu dengan ujaran kebencian diproduksi dan disebarkan tanpa hambatan melalui media sosial. Informasi sampah yang menyesatkan juga kerap melanda institusi bisnis dan negara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Terpaan berita palsu semakin kencang dalam momen kontestasi politik. Para pendukung masing-masing kontestan sibuk memproduksi dan menyebarkan informasi untuk kepentingan pemenangan. Saling serang dengan berita hoax bernuansa SARA dan ujaran kebencian marak terjadi sejak pemilihan presiden 2014 hingga baru-baru ini, yakni dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Media yang kredibel tak bakal ikut menyebarkan hoax hanya untuk menggaet pembaca dengan mengejar trending topic yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Tak ada yang salah dengan media sosial, asalkan penggunanya bijak dalam memilah dan memilih informasi yang begitu luas. Tentu pers, yang memiliki kaidah dan kode etik tegas serta jelas, berbeda dengan media sosial.

"Pers perjuangan" kini berubah menjadi industri. Namun ada yang tak berubah, yakni tanggung jawab pers mencerdaskan masyarakat. Pers "menjual" kredibilitas untuk memicu perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. Jam terbang yang begitu tinggi menjadikan pers Indonesia semakin matang dan tak mudah mengekor pada penyebaran informasi bohong.

Sudah waktunya pers melawan penyebaran informasi palsu dengan menampilkan berita-berita yang faktual, mencerdaskan, dan kredibel.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pertamina Patra Niaga Tambah Solar dan LPG 3kg Jelang Idul Adha

56 detik lalu

Petugas Pertamina saat melakukan pengisian tabung gas elpiji 3 kilogram. Pertamina Patra Niaga, menjamin stok gas elpiji aman dan tersedia menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijiriah.
Pertamina Patra Niaga Tambah Solar dan LPG 3kg Jelang Idul Adha

Pertamina Patra Niaga terus memonitor pergerakan kebutuhan BBM dan LPG masyarakat menjelang Idul Adha.


Studi Baru Sebut Kesepian Bisa Menimbulkan Penyakit Jantung, Penjelasannya?

4 menit lalu

Ilustrasi wanita kesepian. shutterstock.com
Studi Baru Sebut Kesepian Bisa Menimbulkan Penyakit Jantung, Penjelasannya?

Kesepian dan isolasi sosial tidak hanya berdampak kesejahteraan mental, tetapi juga berimplikasi serius terhadap kesehatan seperti penyakit jantung.


Polres Garut dan Dishub Razia Bus Klakson Telolet karena Mengundang Bahaya bagi Anak-Anak

5 menit lalu

Anak-anak berjoget dan mendokumentasikan bus yang membunyikan klakson saat melintas di Tol Jagorawi menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 23 Mei 2024. Klakson bus telolet menjadi fenomena yang viral diburu oleh anak-anak meskipun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang penggunaan klakson telolet pada bus karena dianggap mengancam keselamatan jalan. TEMPO/M Taufan Rengganis
Polres Garut dan Dishub Razia Bus Klakson Telolet karena Mengundang Bahaya bagi Anak-Anak

Geografis Garut yang pegunungan dan berjalan sempit dinilai berbahaya bagi anak-anak yang mengejar bus karena tergoda klakson telolet


PPP Tak Lolos ke Senayan, Politikus Senior Ini Minta Elite Partai Minta Maaf Secara Terbuka

14 menit lalu

Zainut Tauhid Sa'adi (kiri)  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
PPP Tak Lolos ke Senayan, Politikus Senior Ini Minta Elite Partai Minta Maaf Secara Terbuka

Politikus senior PPP Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan soal tak lolosnya partai itu ke Senayan sebagai sesuatu yang wajar karena publik memberi hukuman.


Agensi Bantah Kim Soo Hyun Pacaran dengan Lim Na-young

21 menit lalu

Kim Soo Hyun saat menerima piala Popularity Award di Baeksang Arts Awards 2024, Selasa, 7 Mei 2024. Foto: Instagram/@baeksang.official
Agensi Bantah Kim Soo Hyun Pacaran dengan Lim Na-young

Sempat dirumorkan menjalin asmara, agensi aktor Korea Kim Soo Hyun membantah rumor tersebut.


BEM Undip Sebut Kenaikan IPI Batal: Tetap Kami Kawal

23 menit lalu

Ketua BEM Universitas Diponegoro (Undip) Farid Darmawan ketika ditemui di kompleks DPR Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2024. TEMPO/Defara
BEM Undip Sebut Kenaikan IPI Batal: Tetap Kami Kawal

Kenaikan terjadi pada IPI atau biaya yang dikenakan pada calon mahasiswa baru yang masuk lewat jalur mandiri.


Tablet Perdana Poco Pad Bakal Hadir di Indonesia, Berbekal HyperOS dan Layar Besar

23 menit lalu

Poco Pad (Gizmochina)
Tablet Perdana Poco Pad Bakal Hadir di Indonesia, Berbekal HyperOS dan Layar Besar

Layar Poco Pad yang besar dengan ukuran 12,1 inci membuat perangkat ini mendukung terhadap segala aktivitas pengguna,


Perburuan Harun Masiku, Penyidik KPK Masih Analisis Ponsel Hasto Kristiyanto dan Alat Bukti Lainnya

30 menit lalu

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, seusai memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 10 Juni 2024. Hngga saat ini Harun Masiku masih dalam pelarian dan menjadi buronan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) KPK.  TEMPO/Imam Sukamto
Perburuan Harun Masiku, Penyidik KPK Masih Analisis Ponsel Hasto Kristiyanto dan Alat Bukti Lainnya

KPK akan memanggil kembali Hasto Kristiyanto apabila sudah ada informasi dari penyidik yang menangani kasus Harun Masiku.


Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter

37 menit lalu

Kolom abu vulkanik yang terbentuk akibat aktivitas erupsi Gunung Ibu di Maluku Utara. PVMBG
Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung direkomendasikan tidak beraktivitas di radius 4 kilometer.


Hidangan Idul Adha, 5 Kuliner Khas Nusantara Berbahan Utama Daging

38 menit lalu

Ilustrasi rendang. shutterstock.com
Hidangan Idul Adha, 5 Kuliner Khas Nusantara Berbahan Utama Daging

Saat merayakan Idul Adha, daging hewan kurban yang didapat akan dimasak untuk hidangan makan bersama keluarga