Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kendeng dan Kemerdekaan Ekonomi

image-profil

image-gnews
Kendeng dan Kemerdekaan Ekonomi
Kendeng dan Kemerdekaan Ekonomi
Iklan

Yuli Isnadi
Mahasiswa PhD pada Institute of Political Economy NCKU, Taiwan

Mbok Patmi, satu dari sembilan Srikandi Kendeng, meninggal dunia pada akhir Maret lalu. Satu hal yang muncul dan menguat di benak adalah bahwa pemerintah harus memberi kebebasan kepada masyarakatnya untuk memilih sistem ekonomi yang dikehendaki. Kematian ini meninggalkan pesan bagaimana kuatnya keyakinan masyarakat Kendeng akan pilihan yang telah dibuat.

Ada gerakan liberalisme di Pegunungan Kendeng yang ditandai oleh pabrik semen yang terus berusaha mengkomodifikasi tanah dan manusia. Kedua hal ini satu paket: ketika tanah direbut, entah dibeli entah disewa, yang berarti menjadi komoditas, maka manusia-manusia tunawisma yang kehilangan pekerjaan akan menciptakan pasar tenaga kerja murah. Ini adalah syarat sempurna untuk liberalisme (pasar). Pegunungan Kendeng adalah bahan bakunya, lahan di sekitar adalah modalnya, sedangkan manusia tanpa pekerjaan adalah tenaga kerjanya, dan semua ini dibayar murah. Keuntungan akan tinggi karena proses produksi sangat efisien.

Namun masyarakat Kendeng sejak dahulu memilih sistem agraris, tempat konsep "pasar" tidak dapat ditemukan di dalamnya. "Lahan", menurut istilah pabrik semen dan pemerintah, sebetulnya hanyalah tanah yang tidak pernah diproduksi manusia sehingga tidak dapat diperjualbelikan. "Tenaga kerja" di mata pabrik semen dan pemerintah sebetulnya adalah manusia, yang juga tidak pernah "diproduksi" sebagai barang dagangan.

Tanah dan manusia, dengan demikian, tidak bermakna semata ekonomi, uang. Keduanya bermakna banyak, seperti budaya, agama, sosial, politik, hukum. Betul bahwa tanah dan manusia juga memiliki makna ekonomi, tapi itu hanya satu dari sekian makna, sehingga ekonomi (uang) tidak boleh mendominasi makna eksistensi keduanya. Inilah jalan hidup masyarakat Kendeng.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Demokrasi sejati adalah ideal, tapi yang ada sekarang tidaklah demikian. Demokrasi mengasumsikan sebuah kondisi ketika rakyat berkuasa menentukan dan mengontrol regulasi pemerintah secara setara. Namun, celakanya, demokrasi salah dalam mengasumsikan realitas bahwa posisi manusia per se adalah tidak setara. Hak politik ditentukan oleh modal (uang) yang dimiliki.

Untuk mengikuti pemilihan umum, dibutuhkan partai politik dan itu butuh uang. Untuk mengikuti pemilihan umum, dibutuhkan kampanye di media massa, mobilisasi lembaga survei, sembako, itu juga uang. Bahkan untuk menjadi kandidat juga demikian: uang. Artinya, dalam demokrasi, bagaimana keterlibatan seseorang adalah ditentukan oleh bagaimana kekuatan uang yang ia punya. Kaum pemilik modal dapat berpartisipasi secara aktif, tapi tidak dengan masyarakat yang tidak mengenal uang sebagai makna dominan hidupnya. Berbeda dengan kaum beruang, masyarakat Kendeng menjadi tersisih dari pemilihan umum, juga dari sistem pemerintahan dan regulasi. Cara pandang ini memperjelas realitas bahwa memang bukan pada tempatnya masyarakat Kendeng ikut menentukan didirikan atau tidaknya pabrik semen di atas tanah mereka.

Tersisih dari sistem pembuatan regulasi dan kebijakan bukan berarti rakyat kalah. Akan muncul "perlindungan sosial", gerakan perlawanan rakyat dalam melindungi diri dari dampak negatif pengkomodifikasian tanah dan manusia oleh liberalisme melalui demokrasi semu (Polanyi, 2001). Gerakan ini mengambil bentuk seperti demonstrasi, boikot, menggugat regulasi, dan sebagainya. Dulu gerakan ini diasumsikan sebagai sesuatu yang spontan dan mekanis, tapi sekarang diyakini lebih terorganisasi, dinamis, masif, dan berjejaring (Levien, 2007; Block, 2008).

Gerakan inilah yang sedang dilakukan masyarakat Kendeng untuk melindungi dirinya dari industri semen sekaligus memantapkan pilihan atas sistem agraris. Gerakan ini telah bertransformasi menjadi terorganisasi, berkolaborasi dengan gerakan lain, di mana amunisi perjuangannya dipertukarkan secara mudah. Satu hal yang akan muncul: gerakan ini adalah abadi, bahkan dapat membesar dan meluas, terlebih setelah meninggalnya seorang Srikandi Kendeng. Pemerintah harus berhitung ulang bahwa sudah saatnya memperjelas kebijakan untuk Kendeng.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ekosistem Kekayaan Intelektual Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

4 hari lalu

Ekosistem Kekayaan Intelektual Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Menurut Dr. Andrie Soeparman dari Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, sistem KI terbagi dalam lima level: pengenalan KI, pendaftaran KI, manajemen KI, KI sebagai nilai ekonomi, dan KI sebagai poros ekonomi.


Bos Bank Indonesia: Ekonomi RI Tetap Berdaya, meski Ketidakpastian Global Tinggi

24 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2024 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu 21 Februari 2024. Perry Warjiyo mengatakan keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability. TEMPO/Tony Hartawan
Bos Bank Indonesia: Ekonomi RI Tetap Berdaya, meski Ketidakpastian Global Tinggi

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebut ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan meskipun berada di tengah tingginya ketidakpastian global.


DBS Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sebesar 5,2 Persen

25 hari lalu

Bank DBS Indonesia. Foto : DBS
DBS Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sebesar 5,2 Persen

Bank DBS prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh dipengaruhi investasi bidang infrastruktur, meningkatnya output sektor industri dan sektor jasa


Grab Indonesia Sebut Ekonomi Nasional Beri Harapan bagi Pelaku Industri

30 hari lalu

Pengemudi ojek online  berorasi saat aksi demo di depan kantor Grab di Bandung, Jawa Barat, 22 Januari 2024. Mereka mengajukan 10 tuntutan terkait aturan Grab yang dianggap sangat merugikan pengemudi ojol. TEMPO/Prima mulia
Grab Indonesia Sebut Ekonomi Nasional Beri Harapan bagi Pelaku Industri

Grab Indonesia sebut ekonomi nasional memberi harapan bagi para pelaku usaha untuk bisa terus menjaga daya saing produk atau layanan


BPS: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2024 Tumbuh, Tertinggi Sejak 2015

40 hari lalu

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers mengenai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Produk Domestik Bruto) triwulan I 2024, Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2024, dan Indeks Ketimpangan Gender 2023 di Jakarta, Senin, 6 Mei 2024. TEMPO/Aisha Shaidra
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2024 Tumbuh, Tertinggi Sejak 2015

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2024 yang tercatat 5,11 persen secara tahunan


Fathan Subchi Dorong Pemerintah Sisir Belanja Tidak Prioritas

51 hari lalu

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi di Widya Chandra IV Nomor 23, Jakarta, Sabtu (20/4/2024). Foto : Oji/Novel
Fathan Subchi Dorong Pemerintah Sisir Belanja Tidak Prioritas

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi meminta pemerintah untuk mencari langkah antisipatif untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia, salah satunya adalah dengan cara menyisir belanja tidak prioritas.


Imbas Perang Iran-Israel terhadap Ekonomi Indonesia

59 hari lalu

Imbas Perang Iran-Israel terhadap Ekonomi Indonesia

Serangan balasan Iran terhadap Israel meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan ini menambah beban baru bagi ekonomi Indonesia.


Sebut Ekonomi Indonesia Kokoh di Tengah Ketidakpastian Global, Jokowi: Alhamdulillah

28 Februari 2024

Presiden Jokowi memberi keterangan usai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri pada Rabu 28 Februari 2024 di Gedung Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. TEMPO/Daniel A. Fajri
Sebut Ekonomi Indonesia Kokoh di Tengah Ketidakpastian Global, Jokowi: Alhamdulillah

Presiden Jokowi mengatakan bahwa perekonomian Indonesia cukup kokoh di tengah ketidakpastian global.


Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia Living Legend Companies Awards 2024

2 Februari 2024

Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia Living Legend Companies Awards 2024

PT Pegadaian dinobatkan sebagai Diamond Living Legend Company in Realizing Society Welfare Through Innovative and Inclusive Products and Services


APBN Dukung Momentum Pemulihan Ekonomi Indonesia

19 Desember 2023

APBN Dukung Momentum Pemulihan Ekonomi Indonesia

Kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga pertengahan bulan Desember 2023 tercatat lebih kuat dari target yang ditentukan