Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menyandera Duit Reses DPD

Oleh

image-gnews
Iklan

Di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang, Dewan Perwakilan Daerah semakin amburadul. Lembaga tinggi ini membekukan dana reses anggota DPD. Langkah yang bermotif menekan lawan politik tersebut amat berlebihan.

Aturan yang merugikan sebagian anggota DPD itu ditetapkan dalam rapat paripurna pada 8 Mei lalu. Lembaga ini hanya akan mencairkan dana reses anggota DPD sebesar Rp 144 juta bagi mereka yang bersedia meneken surat pengakuan kepemimpinan Oesman. Tindakan itu jelas tidak demokratis dan menabrak aturan.

Penggunaan dana reses diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Sesuai dengan undang-undang ini, setiap anggota DPD diwajibkan menyerap dan menampung aspirasi masyarakat, khususnya saat reses. Untuk menjalankan tugas ini, setiap anggota DPD mendapat dana reses. Aturan DPD itu menyebabkan anggota yang tidak menyokong kepemimpinan Oesman kehilangan hak atas dana reses. Masyarakat pun dirugikan. Mereka tidak bisa menyampaikan aspirasi kepada anggota DPD yang berseberangan politik dengan kubu Oesman.

Penyanderaan dana reses itu semakin memperkeruh suasana di DPD. Kemelut di lembaga ini muncul sejak Oesman, yang juga Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat, bermanuver untuk menguasai DPD. Ia akhirnya tampil menjadi Ketua DPD lewat mekanisme yang tak wajar. Pemilihan Oesman didasarkan pada Peraturan DPD Nomor 1 Tahun 2016 dan Peraturan DPD Nomor 1 Tahun 2017. Padahal kedua aturan yang memotong masa jabatan pimpinan DPD dari lima tahun menjadi 2,5 tahun ini telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Kepemimpinan Oesman juga tidak memiliki pijakan hukum yang kuat. Sesuai dengan undang-undang dan telah dipraktikkan selama ini, masa jabatan pimpinan DPD jelas lima tahun. Hal ini juga berlaku bagi masa jabatan pimpinan lembaga lain, seperti MPR, DPR, dan DPRD.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Posisi Oesman yang juga memimpin partai politik menyebabkan DPD kehilangan esensinya. Lembaga ini didirikan bukan untuk menampung aspirasi rakyat lewat partai politik, melainkan menyerap aspirasi lewat perwakilan daerah. Kalau DPD diisi para tokoh partai, peran lembaga ini sudah melenceng dari semangat konstitusi.

Kondisi DPD yang berada di ambang kehancuran semestinya tak boleh didiamkan oleh Presiden Joko Widodo dan Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden tidak boleh berdalih "itu bukan kewenangan saya" untuk menghindari tanggung jawab menyelesaikan konflik di DPD.

Presiden dan DPR harus turun tangan mengembalikan posisi DPD sesuai dengan amanat konstitusi. Pembenahan bisa dilakukan dengan merevisi Undang-Undang tentang Susunan dan Kedudukan Anggota MPR, DPR, DPRD, dan DPD, juga Undang-Undang Pemilu. Perlu diatur secara tegas bahwa pengurus partai politik tak boleh menjadi anggota, apalagi memimpin, DPD. Sistem ketatanegaraan kita akan kacau-balau bila DPD menjadi tunggangan partai politik.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kampanye Pengobatan Long-Acting, Risma Ingin Mudahkan Perawatan ODGJ

36 menit lalu

Menteri Sosial, Tri Rismaharini melakukan kunjungan ke Kabupaten Pandeglang, dalam rangka bakti sosial dan pemberian bantuan sosial untuk masyarakat kurang mampu serta penyandang disabilitas, Jumat 14 Juni 2024.  TEMPO/ Sandi Prastanto.
Kampanye Pengobatan Long-Acting, Risma Ingin Mudahkan Perawatan ODGJ

Metode pengobatan long-acting diberikan satu bulan sekali. Memudahkan anggota keluarga lain tetap mencari penghasilan.


Andy Robertson: Timnas Skotlandia Bisa Buat Sejarah di Euro 2024

1 jam lalu

Andy Robertson. REUTERS
Andy Robertson: Timnas Skotlandia Bisa Buat Sejarah di Euro 2024

Kapten Timnas Skotlandia, Abdy Robertson, mengatakan bahwa timnya bisa membuat sejarah di Euro 2024.


Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Klaster Filantropi Konservasi Tanam 3 Ribu Pohon di 18 Provinsi

1 jam lalu

Penanaman pohon di bantaran Sungai Ciliwung, Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis, 13 Juni 2024. Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi melakukan tanam pohon serentak  di 18 provinsi di Indonesia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024. (FOTO/DOK. KFLHK)
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Klaster Filantropi Konservasi Tanam 3 Ribu Pohon di 18 Provinsi

Hari Lingkungan Hidup Sedunia jatuh setiap 5 Juni dan tahun ini ini mengangkat tema 'Our Land, Our Future, We Are #GenerationRestoration'.


Jerman vs Skotlandia Awali Euro 2024: Kuncinya Ada pada Pertarungan Lini Tengah

1 jam lalu

Timnas Jerman. Instagram/tonikroos
Jerman vs Skotlandia Awali Euro 2024: Kuncinya Ada pada Pertarungan Lini Tengah

Pertandingan Jerman vs Skotlandia akan mengwali Euro 2024. Simak bedak pertarungan lini tengah dan rekor pertemuan kedua tim.


Laga Pembuka Euro 2024: Nagelsmann Yakin Timnas Jerman Bisa Atasi Tekanan dan Kalahkan Skotlandia

1 jam lalu

Pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann memimpin latihan timnas Jerman pada 27 Mei 2024. REUTERS/Karina Hessland
Laga Pembuka Euro 2024: Nagelsmann Yakin Timnas Jerman Bisa Atasi Tekanan dan Kalahkan Skotlandia

Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, yakin skuadnya bisa mengatasi tekanan dan mengalahkan Skotlandia di laga pembukaan Euro 2024.


Penelitian Ini Bandingkan Risiko Kanker Para Pekerja di 3 Pabrik Cat Berbeda

2 jam lalu

Ilustrasi mengecat furnitur. Pixabay.com
Penelitian Ini Bandingkan Risiko Kanker Para Pekerja di 3 Pabrik Cat Berbeda

Pemerintah Indonesia diharap lebih terdorong melarang penggunaan timbal dalam cat yang beredar di pasaran. Risiko kanker dan non kanker meningkat.


Euro 2024 Dimulai, Simak Hasil Semua Laga Perdana dalam Sejarah Piala Eropa

2 jam lalu

Logo Euro 2024.
Euro 2024 Dimulai, Simak Hasil Semua Laga Perdana dalam Sejarah Piala Eropa

Turnamen Euro 2024 atau Piala Eropa 2024 dimulai hari ini, dibuka dengan laga Jerman vs Skotlandia. Simak hasil laga pembuka sebelumnya.


Bakti Sosial di Banten, Ikhtiar Risma Selamatkan Warga Rentan

2 jam lalu

Menteri Sosial Tri Rismaharini mendatangi penyandang diabilitas di Pendopo Pandeglang, Banten, Jumat 14 Juni 2024. TEMPO/ Sandi Prastanto
Bakti Sosial di Banten, Ikhtiar Risma Selamatkan Warga Rentan

Sulitanya akses dipengaruhi wilayah geografis di Banten. Kemensos penetrasi langsung untuk mempercepat penyelesaian masalah-masalah sosial


Demi Bisa Kembali ke Timnas Indonesia, Ini yang Akan Dilakukan Ramadhan Sananta

3 jam lalu

Pesepak bola Timnas Indonesia Ramadhan Sananta mencoba mengejar dalam pertandingan melawan Timnas Brunei Darussalam pada babak fase kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2023. Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Timnas Brunei Darussalam dengan skor 6-0. Gol Indonesia dicetak oleh Dimas Drajad (tiga gol), Ramdhan Sananta (dua gol) dan Rizky Ridho (satu gol). TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Demi Bisa Kembali ke Timnas Indonesia, Ini yang Akan Dilakukan Ramadhan Sananta

Ramadhan Sananta mengaku dirinya tak takut bersaing demi bisa kembali ke Timnas Indonesia.


6 Film dan Drama Korea di Viu yang Tayang Juni 2024

3 jam lalu

High School Return of a Gangster. (dok. Viu)
6 Film dan Drama Korea di Viu yang Tayang Juni 2024

Rekomendasi drama baru Viu di bulan Juni menawarkan cerita aksi dan fantasi.