Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tiga Film Menguak Seks dan Kita

Oleh

image-gnews
Kisah Cinta yang Asu
Kisah Cinta yang Asu
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta-  Tiga film pendek (yang panjang) berkisah tentang penjelajahan seks dan kekuatan perempuan. Menarik dan layak ditayangkan di bioskop.

***

Kisah Cinta yang Asu, Sendiri Diana Sendiri, dan The Fox Exploits the Tiger’s Might menunjukkan satu bukti. Film pendek bisa berdiri sendiri dan layak ditayangkan di bioskop untuk dinikmati penonton yang lebih luas. Film pendek, yang sering dianggap sebagai langkah awal para sineas menuju pembuatan film layar lebar, sebetulnya sebuah bentuk kesenian yang mandiri. Film pendek, sama seperti cerita pendek dalam dunia sastra, seharusnya bukan “bentuk pelajaran” belaka bagi para sineas. Ini ditunjukkan tiga sineas yang tengah berkibar namanya: Yosep Anggi Noen, Kamila Andini, dan Lucky Kuswandi, bahwa tiga film pendek mereka adalah bentuk ekspresi yang berbeda dengan film layar lebar yang pernah mereka garap sebelumnya.

Diproduksi Babibutafilm bekerja sama dengan Hivos Asia Hub dan Yayasan Cipta Citra Indonesia, tiga film pendek yang ditayangkan di Institut Francais d’Indonesie pekan lalu itu, seperti berbagai film pendek yang selama ini diputar di festival, seharusnya mendapat perhatian yang jauh lebih serius dibanding film-film layar lebar yang pembuatannya sembarangan. Dibuat dengan tema yang jarang disentuh--atau, kalaupun temanya keseharian, para sineasnya berani mengambil dari sisi yang berbeda--film-film pendek sering lebih mencerahkan daripada film layar lebar yang tersaji kini di bioskop.

Di dalam film karya Lucky Kuswandi, misalnya, kita menyaksikan dua pemuda akil-balig yang celentang menguak layar imajinasi. Mereka menatap foto Eva Arnaz sembari menganga dan segera membayangkan segala yang legit dari setiap lekuk dadanya, lengkap dengan diskusi rambut di segala sudut tubuhnya. David dan Aseng: yang satu adalah anak jenderal yang belagu dan merasa berkuasa; yang satunya lagi anak keluarga Tionghoa pedagang tembakau dan minuman selundupan. Dari model rambut David dan Aseng; warung tembakau dan minuman keras cap Macan yang dijual Encik, emak si Aseng; serta duit lama yang keluar-masuk laci Encik, kita lantas menyadari setting film ini agaknya tahun 1980-an. Bukankah kedua lelaki remaja itu bermasturbasi dengan foto aktris Eva Arnaz?

Sekali lagi, sutradara Lucky Kuswandi (Selamat Pagi, Malam, 2014) dalam film The Fox Exploits the Tiger’s Might berkisah tentang hal yang tampak begitu “biasa” tapi tidak sederhana: seks dan kita. Seks sebagai bagian dari tubuh dan jiwa kita yang merayap begitu cepat, diam-diam, saat kita mulai berusia semuda kedua anak bandel ini: David dan Aseng. Lucky memilih pendekatan yang subtil. Di barak militer, Aseng menatap para tentara yang berolahraga. Gerak kamera yang membelai otot dan tubuh para tentara yang tegap adalah gerak mata Aseng. Tak pernah ada ucapan orientasi seksual para tokoh dalam film sepanjang 25 menit ini. Yang tampil adalah penjelajahan seks oleh semua tokohnya: David, Aseng, Aling, bahkan si penjaga sialan yang diperankan Surya Saputra.

Karena ini film pendek, kita berasumsi para tokohnya menyelesaikan segala sesuatu dengan seks: apakah itu masturbasi atau seks di antara dua orang. Latar belakang atau perjalanan batin para tokoh, apa boleh buat, harus kita bayangkan sendiri, karena inilah fitrah sebuah film atau cerita pendek: sebuah atau dua buah momen dalam satu masa kehidupan tokoh-tokohnya.

Film ini terpilih dalam kompetisi 54th Semaine de la Critique Cannes tahun ini (Pekan Kritik dalam Festival Film Cannes) dan layak menjadi catatan baru. Sebab, puluhan tahun setelah film Tjoet Nja’ Dhien (Erros Djarot), baru kali ini ada film Indonesia yang diperhitungkan dalam festival bergengsi itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tema seksualitas juga dominan dalam film pendek karya Yosep Anggi Noen berjudul Kisah Cinta yang Asu, yang bercerita tentang dua pelacur dari kelas yang berbeda. Ning adalah pelacur jalanan, sedangkan Martha pelacur di hotel-hotel mewah yang siap berdandan model apa saja--dari cewek berseragam sekolah menengah atas sampai awak kabin. Keduanya terlibat dalam hubungan dengan seorang lelaki parasit bernama Erik. Asu? Memang lelaki itu asu. Sudah hidup sebagai parasit bagi kedua perempuan ini, mulutnya luar biasa jahat dan kotor karena dengan mudah dia mengejek bahwa “kamu hanya tinggal celentang saja, to” hanya karena dia cemburu melihat keduanya berdandan untuk klien mereka.

Tentu kita tak perlu paham mengapa kedua perempuan ini kok ya mau dengan lelaki sialan yang asu itu yang tampaknya penganggur dan hanya mengantar mereka ke klien-klien. Ada sesuatu yang tak terkatakan, yang justru membuat kedua perempuan ini kelak terlihat lebih kuat daripada lelaki itu. Bahkan semua lelaki dalam film pendek ini memang dungu dan dikuasai nafsu.

Di dalam film pendek karya Kamila Andini berjudul Sendiri Diana Sendiri, lelaki juga asu dalam bentuk yang lebih subtil. Diana sepanjang film digambarkan sebagai seorang ibu muda dan seorang istri yang mandiri. Semua pengasuhan anak dan pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri. Entah mengapa, keluarga yang tampaknya dari kelas menengah ini tak kelihatan memiliki pembantu. Yang jelas, Diana (diperankan dengan baik oleh Raihaanun) mencuci, menggantung pakaian, memasak, membersihkan rumah, menemani anak bikin pekerjaan rumah, hingga malam menghadapi suaminya (Tanta Ginting) yang begitu saja membeberkan diagram pembagian uang dan waktu jika sang suami menikah lagi. (Ha? Bukankah ini lebih gawat daripada asu? Pengumuman macam apa ini?)

Suami yang digambarkan tak punya hati ini seperti sebuah karakter yang sama sekali tak berkembang. Dari ujung ke ujung dia digambarkan sebagai lelaki keji yang ekonomis dengan kata-kata dan afeksi (mengapa pula perempuan secantik dan sebaik Diana bisa jatuh hati pada lelaki itu?--pertanyaan yang sama muncul lagi). Saya katakan “keji” karena sang suami sama sekali tidak peduli terhadap apa yang dirasakan Diana, apa akibat “pengumuman” dingin itu terhadap istri dan anaknya serta keluarga besarnya.

Dingin dan datarnya sang suami adalah bentuk kekejian verbal yang justru sangat melukai. Yang menarik, selama 40 menit itu, kita tak mendengar sedikit pun teriakan atau jeritan tokoh-tokohnya. Diana menangis dalam diam, dan hanya ketika anaknya sudah tidur. Kamila Andini memang menciptakan tokoh-tokoh yang tidak ekspresif, tapi justru melekat di benak.

Leila S. Chudori

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


7 Film Horor Terseram Indonesia yang Jangan Ditonton Sendirian

1 hari lalu

Poster film Pengabdi Setan 2: Communion. Dok. Disney+ Hotstar
7 Film Horor Terseram Indonesia yang Jangan Ditonton Sendirian

Beberapa film horor terseram di Indonesia berikut ini sebaiknya jangan ditonton sendirian. Berikut rekomendasinya untuk Anda.


Film Little Disasters Dibintangi Diane Kruger dan Jo Joyner

1 hari lalu

Aktris Diane Kruger beraksi usai namanya disebut sebagai peraih penghargaan Palme d'Or sebagai aktris terbaik, dalam perannya di film, In The Fade saat berlangsungnya Festival Film Cannes ke-70 di Cannes, Perancis, 28 Mei 2017. REUTERS
Film Little Disasters Dibintangi Diane Kruger dan Jo Joyner

Diane Kruger dan Jo Joyner akan membintangi film thriller psikologis baru berjudul Little Disasters di Paramount+


Johnny Depp akan Bermain Film Baru

1 hari lalu

Johnny Depp saat menghadiri Festival Film Cannes 2023. Foto: Instagram/@festivaldecannes
Johnny Depp akan Bermain Film Baru

Sutradara Terry Gilliam menggarap film terbarunya The Carnival at the End of Days dan menjadikan Johnny Depp


Termasuk Film Anime Terlaris, The First Slam Dunk Tayang di Disney+ Hotstar

3 hari lalu

Film The First Slam Dunk. Dok. Disney+ Hotstar.
Termasuk Film Anime Terlaris, The First Slam Dunk Tayang di Disney+ Hotstar

Setelah tayang di bioskop, film The First Slam Dunk akhirnya sudah bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.


Sinopsis dan Pemeran Film Romeo Ingkar Janji

5 hari lalu

Morgan Oey dan Valerie Thomas dalam film Romeo Ingkar Janji. Dok. Adhya Pictures/Creative Power Management
Sinopsis dan Pemeran Film Romeo Ingkar Janji

Film Romeo Ingkar Janji dibintangi oleh Morgan Oey dan Valerie Thomas akan tayang di bioskop pada 25 Juli 2024


Pemeran Paku Tanah Jawa, Masayu Anastasia hingga Wanda Hamidah

5 hari lalu

Poster film Paku Tanah Jawa. Foto: Istimewa.
Pemeran Paku Tanah Jawa, Masayu Anastasia hingga Wanda Hamidah

Film Paku Tanah Jawa telah tayang sejak 6 Juni 2024


Dibintangi Cillian Murphy, Ini Serba-serbi Peaky Blinders

6 hari lalu

Cillian Murphy berpose dengan piala penghargaan Best Actor atas perannya sebagai J. Robert Oppenheimer dalam film Oppenheimer, saat acara Academy Awards ke-96 di Hollywood, California, AS, 10 Maret 2024. Film Oppenheimer berhasil memenangkan tujuh piala, termasuk untuk kategori prestise seperti Best Picture, Best Director untuk Christopher Nolan, Best Actor untuk Cillian Murphy, dan Best Cinematography. REUTERS/Carlos Barria
Dibintangi Cillian Murphy, Ini Serba-serbi Peaky Blinders

Aktor Cillian Murphy akan berperan sebagai gangster Thomas Shelby dalam film Peaky Blinders


Dua Pekan Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa, 500 Ribu Penonton hingga Hanung Ungkap Adegan Sulit

7 hari lalu

Poster film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Instagram
Dua Pekan Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa, 500 Ribu Penonton hingga Hanung Ungkap Adegan Sulit

Tuhan, Izinkan Aku Berdosa telah ditonton 531.980 penonton dalam kurun waktu 13 hari pada Senin, 3 Juni 2024


Pemeran Venom: The Last Dance, Masih Dibintangi Tom Hardy

7 hari lalu

Poster film Venom The Last Dance. IMDB
Pemeran Venom: The Last Dance, Masih Dibintangi Tom Hardy

Sony Pictures telah merilis cuplikan atau trailer dari Venom: The Last Dance


7 Film Populer yang Dibintangi Bunga Citra Lestari, Paling Terkenal Habibie dan Ainun

8 hari lalu

Pemeran Ainun, Bunga Citra Lestari dan Habibie, Reza Rahadian saat di jumpai dalam syukuran film Habibie dan Ainun di Gedung MD Entertainment jelang latihan koreografi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta (11/3). TEMPO/Nurdiansah
7 Film Populer yang Dibintangi Bunga Citra Lestari, Paling Terkenal Habibie dan Ainun

Selain menjadi penyanyi, BCL juga terkenal dengan kemampuan aktingnya. Berikut ini deretan film populer yang dibintangi Bunga Citra Lestari.