Ketika Superhero Menjadi Manusia Biasa

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film Avengers: Age of Ultron

    Poster film Avengers: Age of Ultron

    TEMPO.CO, JakartaSelain menghadapi musuh besar buatan sendiri, tim Avengers memperlihatkan sisi manusiawi yang menarik: sebagai ayah, suami, dan kekasih.

    ***

    Avengers kali ini adalah sebuah sensasi. Dengan huruf S besar.

    Sutradara Joss Whedon langsung membuka film sekuel ini dengan gebrakan megah adegan laga antara keenam superhero kita: Iron Man (Robert Downey Jr), Captain America (Chris Evans), Hulk (Mark Ruffalo), Black Widow (Scarlett Johansson), Hawkeye (Jeremy Renner), dan Thor (Chris Hemsworth), melawan Strucker (Thomas Kretschmann), si penjahat yang menghasilkan sepasang makhluk kembar sakti yang, hampir, tak terkalahkan bernama Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) dan Quicksilver (Aaron Taylor-Johnson). Kemampuan hipnosis mereka membawa sebuah visual baru yang menarik dibanding kesaktian keenam superhero yang cenderung memiliki senjata di luar tubuhnya.

    Tony Stark aka Iron Man, superhero yang paling punya problem dengan ego, kali ini mencoba menjajal kedahsyatan kemampuannya menemukan teknologi baru Bruce Banner. Diam-diam mereka mencoba menciptakan robot gigantik Ultron yang semula dimaksudkan untuk menciptakan kedamaian. Ternyata ciptaan itu lahir menjadi, secara harfiah, senjata makan tuan. Si Ultron (bersuara James Spader) justru kepingin memusnahkan semua manusia di atas planet ini. Ini gawat! Dan kegawatan bikinan sendiri inilah yang harus ditumpas oleh tim Avengers.

    Kali ini sutradara Joss Whedon tak lagi dibebani kisah perkenalan setiap superhero ini dan bagaimana Nick Fury (Samuel L. Jackson) harus mempersatukan keenam ego itu. Itu sudah tak masalah lagi, meski tentu saja ada cipratan ejek-mengejek antara Captain America dan Iron Man atau lelucon di antara sesama superhero apakah kapak sakti milik Thor itu memang seberat seperti yang dikesankan Thor. Atau jangan-jangan dia hanya berlagak. Lelucon itu kemudian menghasilkan adegan yang memang hanya bisa terjadi dalam film Avengers: semua anggota tim satu per satu mencoba mengangkat kapak sakti itu. Lucu, sebuah comic relief. Tak ada superhero yang bisa menenteng kapak berat itu kecuali Thor. Tapi tunggu dulu....

    Ada pasangan “new kids on the block” yang bersinar dan seru tadi bernama Scarlet Witch dan Quicksilver. Soal mencabut dan menenteng kapak milik Thor? Silakan saksikan saja. Keenam superhero tersentak. Ini abang-adik jenis apakah kok masih muda sudah berani-beraninya melebihi kekuatan mereka.

    Tampaknya Joss Whedon juga ingin meniupkan roh “manusiawi” di dalam tubuh para superhero. Dalam film ini, selain kejar-mengejar dengan Ultron dan pasukannya, tim Avenger diberi cerita latar belakang yang menunjukkan para superhero juga memiliki daging dan perasaan. Pada satu saat, ketika tim Avenger terpaksa “bersembunyi” (ya, superhero pun butuh bersembunyi, mereka tak selalu paling jagoan) di rumah milik Hawkeye, kita baru sadar ternyata Hawkeye sama saja seperti suami dan ayah lainnya. Dia punya kehidupan “normal” yang hampir sulit dipercaya. Lebih seru lagi, Whedon memberi kesempatan kepada setiap superhero untuk “kembali” ke habitat masing-masing, meski itu cuma ilusi. Ilusi itu sedikit memberi peluang kepada setiap superhero–dan penonton yang fanatik dengan dunia Stan Lee--untuk bercengkerama dengan setiap anggota keluarga, kawan, atau kekasih para superhero di jagatnya.

    Yang bukan ilusi adalah kenyataan Black Widow dan Hulk atau Nona Natasha dan Bruce mengembangkan perasaan mereka yang selama ini terpendam. Mungkin bagi Whedon sudah waktunya dia menunjukkan superhero ini sama seperti para pegawai kantoran yang akhirnya saling mengasihi karena saban hari bertemu. Bagian-bagian yang membuat Black Widow dan Hulk sebagai manusia biasa yang saling mengasihi ini justru menjadikan film ini menarik, meski hanya dalam beberapa detik kita akan siap kembali pada adegan gebuk-gebukan berikutnya.

    Di luar itu, Joss Whedon menyajikan sensasi dengan S besar. Formula film blockbuster semua ditunaikan: robot besar jahat dengan suara tenang, dalam, dan menekan hanya bisa diisi oleh James Spader. Seperti biasa, tim Avengers adalah film superhero yang ditonton untuk bersenang-senang.

    Leila S. Chudori

    ***

    AVENGERS: AGE OF ULTRON
    Sutradara:
    Joss Whedon

    Skenario: Joss Whedon

    Pemain: Robert Downey Jr, Chris Hemsworth, Mark Ruffalo, Chris Evans, Scarlett Johansson, Jeremy Renner, Paul Bettany, Cobie Smulders, Stellan Skarsgård, James Spader, Elizabeth Olson, dan Samuel L. Jackson


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.