Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lalai di Sileri

Oleh

image-gnews
Iklan

KEKACAUAN di Kawah Sileri, kawasan wisata Dieng, yang menyebabkan belasan wisatawan luka pada Ahad pekan lalu, terjadi akibat ketidakpedulian pemerintah daerah dan pengusaha setempat.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, jelas kelewatan karena mengabaikan antisipasi bencana sehingga membahayakan keselamatan masyarakat. Pendapatan daerah dari sektor pariwisata tak ada artinya jika dibandingkan dengan keselamatan dan jiwa manusia.

Pemerintah pusat dan provinsi, juga parlemen daerah, harus menegur dan melakukan pengawasan ketat agar masalah serupa tak terjadi. Kawasan Pegunungan Dieng segera ditutup untuk umum sampai lembaga terkait memutuskan sebaliknya. Jangan lupakan tragedi 20 Oktober 1979, ketika Kawah Sinila, juga di Kecamatan Batur, meletupkan gas beracun pada pagi buta. Sebanyak 149 orang ditemukan tewas di jalan-jalan karena menghirup udara beracun. Begitu juga hewan ternak.

Para pelancong Lebaran dan liburan sekolah di sekitar Sileri pun tak menyadari bahaya yang mengancam. Mereka dibiarkan memasuki kawasan berbahaya. Bahkan sepuluh orang di antaranya bebas naik sampai ke Kawah Sileri. Ketika letusan freatik atau gas terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, luapan lumpur dari bibir kawah membuat mereka tunggang langgang. Letusan mencapai ketinggian 150 meter dengan sebaran 50 meter dari kawah ke arah utara dan selatan.

Persoalan tak terjadi--termasuk jatuhnya helikopter pengirim bantuan Badan SAR Nasional di Temanggung yang menewaskan delapan orang--jika Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melaksanakan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada 24 Juni 2017 untuk menghindari bibir kawah minimal hingga radius 100 meter.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dua bulan sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan rekomendasi serupa menyusul letusan Sileri pada 30 April dan 24 Mei 2017. Masyarakat pun diminta tak mendekati Kawah Timbang lantaran ancaman bahaya gas karbon dioksida dan hidrogen sulfida. Peringatan dan rekomendasi diberikan kepada pengelola waterboom, para camat di sekitar kawah Pegunungan Dieng, Bupati Banjarnegara, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara.

Maka, letupan gas dari Kawah Sileri yang berjarak puluhan meter dari kerumunan wisatawan seharusnya bisa diantisipasi sejak jauh hari. Namun, di masa liburan Lebaran lalu, kawasan wisata Dieng berikut jalur lalu lintas menuju ke sana justru begitu padat.

Walau tak ada korban jiwa, peristiwa Sileri jangan dianggap sepele. Kejadian tersebut menunjukkan betapa Pemerintah Kabupaten Banjarnegara meremehkan keselamatan masyarakat. Keriuhan liburan dan pendapatan daerah membutakan akal sehat dan kepekaan pejabatnya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


5 Olahan Daging Kambing Nusantara yang Bisa Dicoba dan Awet Disimpan

5 menit lalu

Dendeng Kambing. Shutterstock
5 Olahan Daging Kambing Nusantara yang Bisa Dicoba dan Awet Disimpan

Simak 5 jenis olahan daging kambing khas Indonesia yang dapat Anda coba dan dapat disimpan dengan baik:


Perbedaan Empat Jalur PPDB 2024, soal Jarak Sekolah Hingga Perlindungan Penyandang Disabiltas

10 menit lalu

Orang tua calon peserta didik mendatangi posko pra-pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 di SMAN 1, Jakarta, Rabu 5 Juni 2024. Petugas dari Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sudin Dukcapil) serta Sudin Pendidikan Wilayah Jakarta Pusat disiagakan untuk melayani orang tua calon peserta didik yang mengalami kendala terkait PPDB. Prapendaftaran PPDB Jakarta 2024 ditutup pada Rabu, 5 Juni 2024. TEMPO/Subekti.
Perbedaan Empat Jalur PPDB 2024, soal Jarak Sekolah Hingga Perlindungan Penyandang Disabiltas

Kemendikbudristek mengingatkan kembali tujuan jalur-jalur PPDB dalam forum pengawasan kebijakan penerimaan peserta didik baru tersebut.


Mengenal KooD, Restoran Berbasis Tumbuhan Berkonsep Unik di Sanur

11 menit lalu

Suasana di restoran plant-based KooD di Sanur, Bali. TEMPO/ Maha Dwija Santya
Mengenal KooD, Restoran Berbasis Tumbuhan Berkonsep Unik di Sanur

KooD bertujuan menghadirkan makanan sehat dari masyarakat untuk masyarakat dengan konsep menyerupai koperasi


Temuan Ombudsman Sumbar dalam PPDB 2024: Maladministrasi hingga Jual Seragam

11 menit lalu

Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Temuan Ombudsman Sumbar dalam PPDB 2024: Maladministrasi hingga Jual Seragam

Ombudsman Sumbar juga menemukan satuan pendidikan yang menjual seragam sekolah.


Fakta-Fakta Escape, Film Terbaru Lee Je Hoon dan Koo Kyo Hwan

25 menit lalu

Film Korea, Escape. Istimewa
Fakta-Fakta Escape, Film Terbaru Lee Je Hoon dan Koo Kyo Hwan

Lee Je Hoon akan bermain dalam Escape, film yang menceritakan pelarian seorang tentara Korea Utara.


6 Komedian yang Terjun ke Politik, Teranyar Marshel Widianto

25 menit lalu

Marshel Widianto. Foto: Instagram.
6 Komedian yang Terjun ke Politik, Teranyar Marshel Widianto

Marshel Widianto diusung Gerindra sebagai calon wakil walikota, siapa saja komika yang terjun ke dunia politik?


Jusuf Kalla Ungkap Tak Banyak Sosok Seperti Tanri Abeng

25 menit lalu

Jusuf Kalla mewakili keluarga memberi sambutan saat pemakaman tokoh Jawa Barat Solihin Gautama Purwanagara di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung, 5 Maret 2024. Solihin GP wafat pada usia 97 tahun di RS Advent. Solihin GP pernah menjabat Panglima Kodam XIV/Hasanudin 1964-1968, Gubernur Jawa Barat 1970-1975, Gubernur Akabri Umum dan Darat 1968-1970, anggota DPA 1992-1997, dan anggota MPR 1998. TEMPO/Prima mulia
Jusuf Kalla Ungkap Tak Banyak Sosok Seperti Tanri Abeng

Menurut Jusuf Kalla Tanri Abeng mempunyai kelebihan dalam mengatur waktu, manajerial, serta aktif dalam berorganisasi


Fakta-fakta Rupiah Melemah Terhadap US Dollar Belakangan Ini

26 menit lalu

Ilustrasi penukaran mata uang asing dan nilai Rupiah.  Tempo/Tony Hartawan
Fakta-fakta Rupiah Melemah Terhadap US Dollar Belakangan Ini

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Hal ini dinilai berdampak pada banyak hal.


Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Gandeng Kerja Sama dengan India Soal AI

27 menit lalu

Wali Kota Solo sekaligus wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka (empat dari kiri) saat diwawancarai wartawan usai mengikuti salat Idul Adha 2025 di halaman Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin, 17 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Gandeng Kerja Sama dengan India Soal AI

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebutkan Pemerintah Kota Surakarta menggandeng India sebagai mitra kerja sama ke depan


Pimpinan KPK Tak Tahu Penyebab Citra KPK Jadi yang Terendah di Survei Litbang Kompas

29 menit lalu

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak memberikan pembekalan saat pelepasan roadshow bus antikorupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2024. Dalam sambutannya Johanis menyampaikan tujuan dari kampanye jelajah negeri bangun antikorupsi ini adalah membumikan isu-isu pemberantasan korupsi dengan meningkatkan awareness terhadap antikorupsi dan menghindari perilaku koruptif. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Pimpinan KPK Tak Tahu Penyebab Citra KPK Jadi yang Terendah di Survei Litbang Kompas

Pimpinan KPK berjanji akan memperbaiki kinerja sebagai respons atas hasil survei persepsi yang digelar Litbang Kompas.