Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Arogansi Istri 'Petinggi'

Oleh

image-gnews
Iklan

Seorang penumpang Batik Air, Joice Warouw, menolak melepas arloji ketika menjalani pengecekan keamanan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Rabu pagi lalu. Joice justru memukul dan menampar petugas bandara sembari sesumbar dia istri jenderal polisi.

Keributan ini sejatinya dilatari alasan sepele. Ketika Joice melewati pemindai logam atau walk-through metal detector di Screening Check Point 2, alat itu berbunyi. Petugas mendapati perempuan itu masih mengenakan arloji di pergelangan tangannya, kemudian meminta jam itu dilepas. Namun Joice marah-marah dan memukulnya. Petugas bandara lainnya, yang melihat kejadian itu, berusaha melerai dan menjelaskan aturannya. Joice malah menggamparnya.

Arloji, kunci, mantel, jaket, topi, ikat pinggang, ponsel, dan barang-barang yang mengandung unsur logam memang wajib dilepas saat pemeriksaan keamanan melalui mesin x-ray. Ketentuan ini terdapat dalam Pasal 23 Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara, dan Barang Bawaan yang Diangkut dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan. Dasar peraturan itu adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Selain barang-barang tersebut, laptop dan perangkat elektronik lainnya serta segala bentuk cairan dan gel juga dipindai dengan mesin x-ray. Sanksi bagi calon penumpang yang melanggar peraturan tersebut ialah tak diizinkan terbang. Joice kemudian menjalani pemeriksaan di Kepolisian Sektor Bandara Sam Ratulangi.

Kekerasan yang dialami petugas bandara tak bisa dibiarkan. Kita patut mendukung dua petugas bandara yang melaporkan tindakan Joice ke polisi. Jika benar Joice istri jenderal polisi, seharusnya dia memberi contoh bagaimana menjadi warga negara yang baik. Bukan malah balik melaporkan dua petugas bandara yang sudah ia pukul dan tampar dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Polisi harus jernih dalam memproses kedua laporan tersebut, mana yang melanggar dan mana yang menjalankan tugas semata. Kasus ini mesti dikawal supaya memberi efek jera. Musababnya, bukan sekali-dua kali keangkuhan pejabat terjadi.

Pada Juni 2013, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka-Belitung, Zakaria Umar Hadi, marah dan memukul pramugari yang menegurnya karena masih memakai ponsel di dalam pesawat. Pramugari tersebut melaporkan Zakaria ke polisi. Kasus ini berakhir di Pengadilan Sungailiat, dan hakim menghukum Zakaria 5 bulan penjara.

Empat bulan setelahnya, Wakil Ketua Ombudsman Azlaini Agus menampar seorang petugas Bandara Sultan Syarif Kasim II lantaran dianggap tak bisa menjelaskan kenapa penerbangan tertunda. Akibat kejadian itu, Azlaini diberhentikan dari Ombudsman.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mengapa Borussia Dortmund Berpisah dengan Pelatih Edin Terzic Hanya 2 Pekan setelah Final Liga Champions?

9 menit lalu

Pelatih Borussia Dortmund Edin Terzic. Doc. UEFA.
Mengapa Borussia Dortmund Berpisah dengan Pelatih Edin Terzic Hanya 2 Pekan setelah Final Liga Champions?

Borussia Dortmund resmi mengumumkan berpisah dengan pelatih Edin Terzic dua pekan setelah tampil di Liga Champions.


Nayeon TWICE Rilis Mini Album Pertama, Sempat Khawatir dan Dibantu Park Jin Young

13 menit lalu

Nayeon TWICE. Instagram.com/@nayeonyny
Nayeon TWICE Rilis Mini Album Pertama, Sempat Khawatir dan Dibantu Park Jin Young

Album solo perdana Nayeon TWICE dirilis hari ini, Jumat 14 Juni 2024


Analisis PBB Temukan Lebih dari Separuh Lahan Pertanian di Gaza Rusak

13 menit lalu

Beberapa tahun terakhir ini, pertanian Gaza mendapatkan pukulan hebat yang mempengaruhi ekspor terbesar mereka: stroberi. Tapi petani ini menghidupkan kembali perkebunan stroberi yang juga ramah lingkungan. ZOOMIN TV
Analisis PBB Temukan Lebih dari Separuh Lahan Pertanian di Gaza Rusak

Analisis citra satelit PBB menunjukkan lebih dari separuh lahan pertanian di Jalur Gaza telah rusak.


Hasil Proliga 2024: Sudah Lolos ke Final Four, Jakarta LavAni Kalahkan Bhayangkara Presisi

22 menit lalu

Jakarta Lavani Allo Bank. (PBVSI/Proliga)
Hasil Proliga 2024: Sudah Lolos ke Final Four, Jakarta LavAni Kalahkan Bhayangkara Presisi

Jakarta LavAni Allo Bank masih terlalu tangguh bagi Jakarta Bhayangkara Presisi dalam pekan keenam Proliga 2024. Menang untuk kedua kalinya.


Timnas Bola Voli Putri Indonesia Gagal Juarai Princess Cup 2024, Kalah dari Thailand di Final

32 menit lalu

Timnas bola voli putri Indonesia di Princess Cup 2024. (SMM Sports)
Timnas Bola Voli Putri Indonesia Gagal Juarai Princess Cup 2024, Kalah dari Thailand di Final

Timnas bola voli putri Indonesia gagal menjuarai turnamen U-18 Princess Cup 2024. Meraka takluk 1-3 dari Thailand.


Libur Panjang Idul Adha, Jalan Tol Jasa Marga Mana yang Paling Padat?

42 menit lalu

Kepadatan Arus Balik di Tol Semarang- Kepadatan jalan tol Kota Semarang arah Jakarta pada pagi hari saat masih dibuka 2 arah baik ke arah Jakarta maupun arah Solo, Senin, 15 April 2024. Setelah pukul 06.46 jalan tol dibuka dua arah, Jasamarga Transjawa Tol kembali menerapkan rekayasa one way ke arah Jakarta kembali pada pukul 09.42 WIB. Tempo/Budi Purwanto
Libur Panjang Idul Adha, Jalan Tol Jasa Marga Mana yang Paling Padat?

Menjelang libur panjang Idul Adha, Divisi regional Jasa Marga memproyeksikan terjadi kenaikan volume kendaraaan di tiga ruas tol.


Tersangka Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2 Sudah Mengintai Selama 3 Minggu

1 jam lalu

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra dalam Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Judi Online di Aplikasi Games Royal Domino. Konferensi pers dilakukan pada Kamis, 6 Juni 2024 di Polda Metro Jaya. Tempo/Yohanes Maharso.
Tersangka Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2 Sudah Mengintai Selama 3 Minggu

Sebelum melakukan aksi perampokan toko jam tangan di kawasan PIK 2, tersangka HK ternyata telah memantau sejak 3 minggu sebelumnya.


80 Juta Lapangan Kerja Berpotensi Hilang Akibat Ekonomi Digital, Begini Saran Kemenko Perekonomian

2 jam lalu

Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Yandex)
80 Juta Lapangan Kerja Berpotensi Hilang Akibat Ekonomi Digital, Begini Saran Kemenko Perekonomian

Ekonomi digital bisa melenyakkan 80 juta lapangan kerja. Deputi Kemenko Perekonomian sarankan transformasi skill untuk menambah 60 juta pekerjaan.


Alasan LPEM UI Sebut Utang Jatuh Tempo Negara Sebesar Rp 800 Triliun Masih Aman

3 jam lalu

Menkeu Sri Mulyani mengatakan utang pemerintah bertambah karena membengkaknya defisit APBN bertujuan untuk membantu rakyat dan menangani pandemi Covid-19.
Alasan LPEM UI Sebut Utang Jatuh Tempo Negara Sebesar Rp 800 Triliun Masih Aman

LPEM FE UI menilai utang Pemerintah sebesar Rp 800 triliun yang jatuh tempo pada 2025-2027 masih dalam batas aman, asal digunakan secara produktif.


Alasan Hasto Kristiyanto Laporkan Penyidik KPK ke Dewas KPK

4 jam lalu

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta, Senin, 10 Juni 2024. Hasto Kristiyanto, diperiksa sebagai saksi untuk dimintai keterangan dan pengetahuannya dalam penyidikan perkara dugaan suap penetapan anggota DPR RI periode 2019 - 2024 dengan tersangka politikus PDI Perjuangan, Harun Masiku, yang hingga saat ini dalam pelarian dan menjadi buronan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) KPK.  TEMPO/Imam Sukamto
Alasan Hasto Kristiyanto Laporkan Penyidik KPK ke Dewas KPK

Berikut alasan Hasto Kristiyanto melaporkan penyidik KPK ke Dewan Pengawas KPK.