Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Serbuan Sabu dari Laut

Oleh

image-gnews
Iklan

Tepuk tangan layak diberikan kepada polisi karena menggagalkan penyelundupan sabu yang diklaim bernilai Rp 2 triliun di perairan Serang, Banten, pekan lalu. Bekerja sama dengan Taiwan, petugas kepolisian melewati uji kesabaran dan ketepatan perhitungan waktu untuk meringkus pemasok sabu seberat 1 ton itu.

Tentu saja harus diingat, adu cerdik, adu lihai, dan adu kreatif polisi melawan penyelundup ini tidak bakal berakhir dengan terbongkarnya rencana penyelundupan sabu sebanyak itu. Sejak menjadi pasar peredaran narkotik beberapa tahun lalu, Indonesia menghadapi sindikat obat bius internasional yang punya pengetahuan lumayan mendalam mengenai titik-titik rawan pengawasan di negeri ini.

Lantaran pengawasan melalui jalur udara semakin ketat, sebagian penyelundup mengalihkan perhatian ke perairan Indonesia yang luas tapi miskin patroli. Kenyataan ini semakin menguatkan kesahihan data Badan Narkotika Nasional (BNN) 2017 yang menyatakan bahwa 80 persen pasokan narkotik di Indonesia masuk lewat laut.

Banyaknya pelabuhan "tikus" serta dermaga kecil yang menyebar dan tak terpantau di sekujur perairan Indonesia jelas menunjukkan betapa "terbuka" pertahanan negeri ini menghadapi serbuan narkotik dari luar. Kali ini, taktik canggih menyembunyikan barang laknat tersebut di bawah permukaan laut untuk mengelabui patroli dan kemudian menggunakan perahu karet bermesin halus untuk menghindari perhatian orang itu bisa digagalkan.

Tidak tertutup kemungkinan, dengan jurus yang sama, para penyelundup sebelumnya berhasil memboyong bermacam narkotik masuk ke Indonesia. Menurut catatan BNN, sekurangnya ada 29 jenis narkotik yang beredar di Indonesia sekarang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menghadapi jaringan yang bekerja dengan sistem tertutup dan sangat terstruktur-dari bandar besar, tengah, dan kecil sampai ke kurir sebelum akhirnya ke pengguna-tentu bukan pekerjaan mudah. Inilah kejahatan transnasional yang rapi. Dengan pola seperti ini, para penyelundup berkebangsaan Taiwan itu membawa sabu dari Cina, yang bakal diedarkan di Jakarta dan sekitarnya, ke sebuah hotel di Anyer sebagai tempat transit pengiriman.

Posisi Indonesia sebagai pasar yang menggiurkan, sekaligus memiliki infrastruktur yang penuh lubang kelemahan, tak bisa tidak akan menjadikan perang melawan narkotik suatu pertarungan yang memakan waktu panjang. Selain menuntut aparat imigrasi, kepolisian, angkatan laut, dan badan antinarkotik bersih serta profesional, perang ini membutuhkan bantuan masyarakat pesisir, termasuk para nelayan, untuk ikut mengawasi lingkungan masing-masing.

Kerja sama para penyelundup dengan masyarakat setempat, bahkan dengan aparat lokal maupun pusat, jelas merupakan suatu bentuk "musuh bersama" yang harus diusut sampai terbongkar akarnya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Layanan Imigrasi Andalkan Cloud Amazon, Pengamat Siber: Bukti Ketidakmampuan PDNS

5 menit lalu

Amazon Web Services logo. Kredit: Amazon
Layanan Imigrasi Andalkan Cloud Amazon, Pengamat Siber: Bukti Ketidakmampuan PDNS

Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, menyebut migrasi data imigrasi ke web Amazon mencerminkan kelemahan PDNS dalam pengamanan data.


KPK: Korupsi Basarnas Akibatkan Kerugian Negara Rp 20,4 Miliar

13 menit lalu

Koordinator Humas Basarnas/PPK Basarnas tahun 2012 - 2018, Anjar Sulistiyono (tengah), Sestama Basarnas tahun 2009 - 2015, Max Ruland Boseke (depan) dan Direktur CV Delima Mandiri, William Widarta, memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024. KPK menahan Max Ruland Boseke, Anjar Sulistiyono dan William Widarta dalam kasus dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel 4WD dan rescue carrier vehicle atau pengadaan barang jasa lainnya di lingkungan Badan SAR Nasional Tahun 2012-2018 yang merugikan negara Rp20,4 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
KPK: Korupsi Basarnas Akibatkan Kerugian Negara Rp 20,4 Miliar

KPK mengungkap dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel dan kendaraan penyelamat di Badan SAR Nasional (Basarnas) periode 2012-2018.


Mengenang Tokoh Sastrawan Indonesia, Abdul Hadi WM dengan Berbagai Prestasinya

15 menit lalu

Sastrawan Abdul Hadi WM sedang membahas puisi-puisi dalam buku
Mengenang Tokoh Sastrawan Indonesia, Abdul Hadi WM dengan Berbagai Prestasinya

Mengenang sastrawan dan budayawan Abdul Hadi WM yang dikenal dengan aliran sufinya yang memiliki berbagai penghargaan bergengsi.


Day6 Gelar Konser Spesial untuk Anak Pejuang Leukemia, Wonpil Berikan Keyboardnya

16 menit lalu

Grup band asal Korea Selatan, DAY6. Foto: X/@day6official
Day6 Gelar Konser Spesial untuk Anak Pejuang Leukemia, Wonpil Berikan Keyboardnya

Day6 menghabiskan waktu bersama anak pejuang leukemia limfoblastik akut berusia 7 tahun yang tidak dapat datang ke konser karena sakit.


Trik Menyimpan Selada agar Segar Lebih Lama, Bisa Tahan 6 Bulan

27 menit lalu

Daun Selada. TEMPO/Subekti
Trik Menyimpan Selada agar Segar Lebih Lama, Bisa Tahan 6 Bulan

Selada termasuk sayuran daun yang cepat layu. Untungnya, ada trik menyimpan selada agar segar lebih lama. Simak caranya.


KPK Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Truk Angkut di Basarnas

33 menit lalu

Koordinator Humas Basarnas/PPK Basarnas tahun 2012 - 2018, Anjar Sulistiyono (kanan), Sestama Basarnas tahun 2009 - 2015, Max Ruland Boseke dan Direktur CV Delima Mandiri, William Widarta (kiri), memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024. KPK menahan Max Ruland Boseke, Anjar Sulistiyono dan William Widarta dalam kasus dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel 4WD dan rescue carrier vehicle atau pengadaan barang jasa lainnya di lingkungan Badan SAR Nasional Tahun 2012-2018 yang merugikan negara Rp20,4 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Truk Angkut di Basarnas

KPK mengungkap dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel dan kendaraan penyelamat di Basarnas


Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Dugaan Penyiksaan Bocah oleh Polisi, Komnas HAM: Intimidasi

36 menit lalu

Polisi menemukan jasad Afif (13 tahun) di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang. Istimewa
Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Dugaan Penyiksaan Bocah oleh Polisi, Komnas HAM: Intimidasi

Komnas HAM menilai Polda Sumbar tengah melakukan intimidasi dengan mencari orang yang memviralkan dugaan penyiksaan bocah hingga tewas oleh polisi.


Kuota Pemain Asing Liga 1 2024-2025 Akan Ditentukan setelah RUPS PSSI

51 menit lalu

Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri acara PSSI Pers di Jakarta, Selasa, 6 Februari 2024. ANTARA/Aloysius Lewokeda
Kuota Pemain Asing Liga 1 2024-2025 Akan Ditentukan setelah RUPS PSSI

Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga memastikan bahwa aturan pemain asing untuk setiap klub Liga 1 Indonesia 2024-2025 belum ada keputusan final.


Menkopolhukam Minta Selidiki 5 Ribu Rekening Judi Online, Bareskrim Akan Koordinasi dengan Banyak Lembaga

51 menit lalu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto memberikan keterangan usai rapat satgas judi online di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/Daniel A. Fajri
Menkopolhukam Minta Selidiki 5 Ribu Rekening Judi Online, Bareskrim Akan Koordinasi dengan Banyak Lembaga

Menkopolhukam Hadi Tjahjanto mengatakan ada 5 ribu rekening yang masuk dalam aliran uang judi online. Bareskrim diminta menyelidiki.


Atasi Hipertensi dengan Minum Obat Rutin, Ubah Gaya Hidup dan Kurangi Garam

53 menit lalu

Ilustrasi anak hipertensi/tekanan darah tinggi. Shutterstock.com
Atasi Hipertensi dengan Minum Obat Rutin, Ubah Gaya Hidup dan Kurangi Garam

Tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi bisa sebabkan plak pada pembuluh darah dan sebabkan penyakit jantung koroner.