Tumbuh Subur Pasar Narkotik

Oleh

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Tantan Sulistyana (tengah) bersama jajaran Muspida Kota Cilegon membuka bungkusan ganja saat acara pemusnahan 15 kilogram ganja selundupan, di Cilegon, Banten, Rabu, 15 Juli 2020. Sebelumnya, ganja berbobot 15 kilogram tersebut rencananya akan diselundupkan ke Jakarta melalui bus Damri. ANTARA/Asep Fathulrahman

PENYELUNDUPAN narkotik ke Indonesia hanya bisa dihentikan dengan usaha serius dan sistematis. Penangkapan para pelakunya secara sporadis tak akan membendung kejahatan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini. Penanganan kejahatan transnasional terorganisasi ini juga membutuhkan kerja sama lintas negara.

Indonesia terus menjadi sasaran penyelundup karena merupakan pasar narkotik yang besar. Data Badan Narkotika Nasional menyebutkan jumlah pencandu narkotik tahun lalu naik 0,03 persen menjadi sekitar 3,6 juta orang. Posisi Indonesia yang dekat dengan “segitiga emas”—kawasan di Thailand, Laos, dan Myanmar, yang merupakan sumber narkotik terbesar di Asia Tenggara—makin meningkatkan peluang penyelundupan.

Sindikat internasional akan terus berusaha memasukkan candu ini ke Indonesia. Ketika jalur darat dijaga ketat, mereka beralih ke laut. Hasil investigasi Tempo menemukan jalur penyelundupan metamfetamin atau narkotik jenis sabu melalui perairan Kepulauan Riau, khususnya Batam, yang melibatkan nelayan Taiwan. Sabu itu berasal dari Myanmar, tempat pabrik baru mereka berdiri. Salah satu kasus besar adalah penangkapan kapal nelayan Taiwan yang membawa 1,03 ton sabu yang akan dikirim lewat Batam pada 2018.

Peningkatan lalu lintas narkotik juga tergambar dari laporan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkotik dan Kejahatan (UNODC) pada 2019. Di situ disebutkan bahwa anggota sindikat Taiwan makin aktif menyelundupkan sabu ke kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur dalam beberapa tahun terakhir. Negara-negara di kawasan ini telah melaporkan penangkapan terhadap penyelundup Taiwan. Badan Narkotika Nasional pernah menyita total 8,23 ton sabu pada 2018.

Penurunan jumlah pabrik sabu di Cina dalam lima tahun terakhir membuat Myanmar disebut-sebut menjadi pemasok baru. Sindikat kejahatan ramai-ramai merelokasi pabriknya ke Myanmar. Mereka bekerja sama dengan milisi dan kelompok etnis bersenjata untuk membikin dan menjual sabu. Pada awal 2018, pemerintah Myanmar melaporkan penggerebekan terhadap enam pabrik besar di Negara Bagian Shan Utara dan menyita total 1,2 juta tablet sabu, 259 kilogram sabu kristal, serta beragam jenis narkotik lain.

Pemerintah berbagai negara sebenarnya telah berusaha menahan laju perdagangan gelap sabu ini. Jumlah pabrik sabu yang ditutup tercatat meningkat setiap tahun sejak 2008 dan mencapai puncaknya pada 2015 dengan 526 laboratorium. Jumlahnya kemudian terus turun hingga menjadi 130 laboratorium pada 2018. Namun hal itu belum dapat menahan laju kenaikan kasus perdagangan sabu. Pada 2013, sekitar 40 ton sabu disita aparat keamanan berbagai negara. Jumlah ini terus naik setiap tahun hingga 120 ton pada 2018.

Hal itu menunjukkan model operasi yang dilakukan selama ini belum dapat meredam kegiatan sindikat narkotik. Kerja sama aparat antarnegara di kawasan ini semestinya ditingkatkan. Kekuatan penyelundup terlalu besar jika hanya ditangani aparat negara masing-masing. Kepolisian Negara Republik Indonesia seharusnya juga menyusun sistem penangkalan dengan jangka lebih panjang. Jangan sampai operasi narkotik dilakukan secara sporadis, misalnya, hanya demi menaikkan pamor atau pangkat orang tertentu di kepolisian. Model semacam ini tidak akan menghentikan perdagangan gelap narkotik dan justru menyuburkannya.






Bagaimana Kontestasi Politik Membentuk Kebijakan Seragam dan Aturan Pemakaian Jilbab di Sekolah Indonesia

1 hari lalu

Bagaimana Kontestasi Politik Membentuk Kebijakan Seragam dan Aturan Pemakaian Jilbab di Sekolah Indonesia

Dua dekade pasca reformasi hingga sekarang, interpretasi jilbab di lembaga pendidikan masih diwarnai kontestasi. Dunia pendidikan harus mampu membuka akses dan kesempatan untuk mengekspresikan pilihan dan kepentingan berbagai kelompok dan kelas dalam masyarakat.


Pahami Keberagaman dan Toleransi di Ruang Digital

2 hari lalu

Pahami Keberagaman dan Toleransi di Ruang Digital

Literasi digital yang baik akan mendorong pemanfaatan teknologi digital ke arah positif.


Literasi Digital Dapat Mengurangi Tindakan Cyber Bullying

2 hari lalu

Literasi Digital Dapat Mengurangi Tindakan Cyber Bullying

Cyber bullying merupakan kejadian seorang anak atau remaja diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media internet.


The Mauritanian: Buku Harian Berdarah dari Guantanamo

3 hari lalu

The Mauritanian: Buku Harian Berdarah dari Guantanamo

Sebuah pengakuan dari seseorang yang ditahan di Guantanamo selama 14 tahun tanpa tuduhan resmi. Jodie Foster memperoleh penghargaan Golden Globe untuk perannya sebagai pengacara.


Bahaya Tentara Merambah Jabatan Sipil

3 hari lalu

Bahaya Tentara Merambah Jabatan Sipil

Negeri ini memiliki pengalaman getir ketika pemerintahan dikendalikan oleh militer. Di era Orde Baru, atas nama dwifungsi, tentara tak hanya bertugas di bidang pertahanan, tapi juga merambah ke urusan sipil dan politik.


Indonesia Fasilitasi Lokakarya Identifikasi Arus Data Lintas Batas untuk Multistakeholder

8 hari lalu

Indonesia Fasilitasi Lokakarya Identifikasi Arus Data Lintas Batas untuk Multistakeholder

Indonesia Fasilitasi Lokakarya Identifikasi Langkah-langkah Penyeimbangan Kepentingan bagi Multistakeholder pada Arus Data Lintas Batas


Literasi Digital Sektor Pemerintahan di Lingkungan ASN Provinsi Jawa Tengah

8 hari lalu

Literasi Digital Sektor Pemerintahan di Lingkungan ASN Provinsi Jawa Tengah

literasi digital sektor pemerintahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Jawa Tengah


Mengapa Permenkominfo tentang PSE Lingkup Privat Memblokir Kebebasan Sipil

9 hari lalu

Mengapa Permenkominfo tentang PSE Lingkup Privat Memblokir Kebebasan Sipil

Permenkominfo tentang PSE Lingkup Privat tak hanya mengancam kebebasan berpendapat dan berekspresi. Apa saja kekeliruan Permenkominfo tersebut?


"Slowbalisation" Perekonomian Dunia, Apa yang Harus Kita Lakukan?

13 hari lalu

"Slowbalisation" Perekonomian Dunia, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Apa itu "slowbalisation"? Bagi Anda yang sedang merencanakan investasi, pastikan untuk mengetahui profil risiko Anda sebelum berinvestasi.


15 hari lalu