Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tumbuh Subur Pasar Narkotik

Oleh

image-gnews
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Tantan Sulistyana (tengah) bersama jajaran Muspida Kota Cilegon membuka bungkusan ganja saat acara pemusnahan 15 kilogram ganja selundupan, di Cilegon, Banten, Rabu, 15 Juli 2020. Sebelumnya, ganja berbobot 15 kilogram tersebut rencananya akan diselundupkan ke Jakarta melalui bus Damri. ANTARA/Asep Fathulrahman
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Tantan Sulistyana (tengah) bersama jajaran Muspida Kota Cilegon membuka bungkusan ganja saat acara pemusnahan 15 kilogram ganja selundupan, di Cilegon, Banten, Rabu, 15 Juli 2020. Sebelumnya, ganja berbobot 15 kilogram tersebut rencananya akan diselundupkan ke Jakarta melalui bus Damri. ANTARA/Asep Fathulrahman
Iklan

PENYELUNDUPAN narkotik ke Indonesia hanya bisa dihentikan dengan usaha serius dan sistematis. Penangkapan para pelakunya secara sporadis tak akan membendung kejahatan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini. Penanganan kejahatan transnasional terorganisasi ini juga membutuhkan kerja sama lintas negara.

Indonesia terus menjadi sasaran penyelundup karena merupakan pasar narkotik yang besar. Data Badan Narkotika Nasional menyebutkan jumlah pencandu narkotik tahun lalu naik 0,03 persen menjadi sekitar 3,6 juta orang. Posisi Indonesia yang dekat dengan “segitiga emas”—kawasan di Thailand, Laos, dan Myanmar, yang merupakan sumber narkotik terbesar di Asia Tenggara—makin meningkatkan peluang penyelundupan.

Sindikat internasional akan terus berusaha memasukkan candu ini ke Indonesia. Ketika jalur darat dijaga ketat, mereka beralih ke laut. Hasil investigasi Tempo menemukan jalur penyelundupan metamfetamin atau narkotik jenis sabu melalui perairan Kepulauan Riau, khususnya Batam, yang melibatkan nelayan Taiwan. Sabu itu berasal dari Myanmar, tempat pabrik baru mereka berdiri. Salah satu kasus besar adalah penangkapan kapal nelayan Taiwan yang membawa 1,03 ton sabu yang akan dikirim lewat Batam pada 2018.

Peningkatan lalu lintas narkotik juga tergambar dari laporan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkotik dan Kejahatan (UNODC) pada 2019. Di situ disebutkan bahwa anggota sindikat Taiwan makin aktif menyelundupkan sabu ke kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur dalam beberapa tahun terakhir. Negara-negara di kawasan ini telah melaporkan penangkapan terhadap penyelundup Taiwan. Badan Narkotika Nasional pernah menyita total 8,23 ton sabu pada 2018.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penurunan jumlah pabrik sabu di Cina dalam lima tahun terakhir membuat Myanmar disebut-sebut menjadi pemasok baru. Sindikat kejahatan ramai-ramai merelokasi pabriknya ke Myanmar. Mereka bekerja sama dengan milisi dan kelompok etnis bersenjata untuk membikin dan menjual sabu. Pada awal 2018, pemerintah Myanmar melaporkan penggerebekan terhadap enam pabrik besar di Negara Bagian Shan Utara dan menyita total 1,2 juta tablet sabu, 259 kilogram sabu kristal, serta beragam jenis narkotik lain.

Pemerintah berbagai negara sebenarnya telah berusaha menahan laju perdagangan gelap sabu ini. Jumlah pabrik sabu yang ditutup tercatat meningkat setiap tahun sejak 2008 dan mencapai puncaknya pada 2015 dengan 526 laboratorium. Jumlahnya kemudian terus turun hingga menjadi 130 laboratorium pada 2018. Namun hal itu belum dapat menahan laju kenaikan kasus perdagangan sabu. Pada 2013, sekitar 40 ton sabu disita aparat keamanan berbagai negara. Jumlah ini terus naik setiap tahun hingga 120 ton pada 2018.

Hal itu menunjukkan model operasi yang dilakukan selama ini belum dapat meredam kegiatan sindikat narkotik. Kerja sama aparat antarnegara di kawasan ini semestinya ditingkatkan. Kekuatan penyelundup terlalu besar jika hanya ditangani aparat negara masing-masing. Kepolisian Negara Republik Indonesia seharusnya juga menyusun sistem penangkalan dengan jangka lebih panjang. Jangan sampai operasi narkotik dilakukan secara sporadis, misalnya, hanya demi menaikkan pamor atau pangkat orang tertentu di kepolisian. Model semacam ini tidak akan menghentikan perdagangan gelap narkotik dan justru menyuburkannya.

Iklan

Berita Selanjutnya




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mendag Zulkifli Hasan: Pelaku Usaha dan Petani Maju, Negara Pasti Maju

2 hari lalu

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan melakukan pertemuan dengan petani tembakau di Kudus, Jawa Tengah, Rabu 2 Agustus 2023.
Mendag Zulkifli Hasan: Pelaku Usaha dan Petani Maju, Negara Pasti Maju

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berkomitmen merespons setiap keluhan perusahaan dan petani untuk memastikan perdagangan berjalan dengan baik.


Komedi Pemberantasan Korupsi

6 hari lalu

Kkepala Basarnas RI periode 2021-2023, Henri Alfiandi saat ini diserahkan KPK kepada Puspom Mabes TNI karena berstatus sebagai anggota TNI, dalam tindak pidana korupsi pemberian suap sebesar Rp.88,3 miliar terkait pengadaan barang dan jasa di Basarnas Tahun 2021 - 2023. Twitter/SAR Indonesia
Komedi Pemberantasan Korupsi

Kesalahpahaman KPK dan TNI sebetulnya tak perlu terjadi jika kedua institusi menjalin komunikasi.


Merah Pasar Organ Tubuh Manusia

13 hari lalu

Sejumlah tersangka dihadirkan saat rilis pengungkapan perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan internasional Indonesia-Kamboja berupa penjualan organ tubuh di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 20 Juli 2023. Dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan 12 orang tersangka lintas profesi dengan barang bukti sebanyak 18 kartu ATM beserta buku tabungan, 16 paspor, uang tunai senilai Rp 950 juta, dan 15 buah handphone, dengan jumlah korban diperkirakan mencapai 122 orang. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Merah Pasar Organ Tubuh Manusia

Perdagangan ilegal organ manusia kian marak. Sulit diberantas karena melibatkan aparat dan jaringan internasional.


Mudjair, Mukibat, dan Nasib Pemuliaan Tanaman

13 hari lalu

Ilustrasi sayuran. Unsplash.com/Inigo De la Maza
Mudjair, Mukibat, dan Nasib Pemuliaan Tanaman

Harus ada upaya untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemuliaan jenis flora dan fauna, sekaligus menjaga harta paling berharga di Indonesia, yaitu benih lokal dan keanekeragaman hayati kita.


Lorong Dua Tujuh

13 hari lalu

Wapres Ma'ruf Amin. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Lorong Dua Tujuh

Lorong Dua Tujuh merupakan fakta, menjadi bagian dari realitas masyarakat urban dalam suatu kawasan padat penduduk di pinggiran DKI.


Menteri Nadiem Jangan Semena-mena

20 hari lalu

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Januari 2023. Rapat tersebut membahas evaluasi program kerja dan anggaran tahun 2022, serta persiapan pelaksanaan program kerja tahun 2023. TEMPO/M Taufan Rengganis
Menteri Nadiem Jangan Semena-mena

Dua profesor UNS dicopot gelarnya karena mempersoalkan pemilihan rektor.


Setengah Hati Sistem Zonasi

27 hari lalu

Petugas melayani orang tua murid yang berkonsultasi terkait pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 untuk zonasi tingkat sekolah dasar (SD) di Posko Pelayanan PPDB Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 14 Juni 2022. Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menutup pendaftaran daring PPDB jalur zonasi tingkat SD pada 15 Juni 2022 pukul 14.00 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Setengah Hati Sistem Zonasi

Kebijakan zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) kembali bermasalah. Pemerintah dan orang tua terkesan setengah hati.


28 hari lalu


Kiai dan Habib

31 hari lalu

Muhammad Quraish Shihab saat berangkat sholat Jumat dari rumahnya daerah Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat 10 Agustus 2012.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.
Kiai dan Habib

Ketika nasab atau garis keturunan selalu diagungkan, materi dan kedudukan yang dibanggakan, selalu mencari popularitas yang dikedepankan, justru takabur akan tumbuh subur.


Dua Chef Qatar dan Master Chef Indonesia Dalami Budaya Melalui Rasa

31 hari lalu

Dua Chef Qatar dan Master Chef Indonesia Dalami Budaya Melalui Rasa

Kegiatan Qatar-Indonesia 2023 Year of Culture berlangsung di 3 kota yaitu Jayapura, Medan dan Bali.