Selasa, 20 November 2018

Bintang Baru di Langit Hollywood

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bradley Cooper dan Lady Gaga bermain dalam film A Star Is Born (2018)

    Bradley Cooper dan Lady Gaga bermain dalam film A Star Is Born (2018)

    Mungkin, mungkin bintang yang besar hanya lahir setiap beberapa dekade. Paling tidak Hollywood menganggapnya demikian sehingga inilah kali keempat  mereka memproduksi dan melakukan tafsir ulang tentang bagaimana seorang bintang besar lahir di dunia hiburan melalui A Star is Born.

    Bagi generasi saya, paling tidak masih sempat menyaksikan film A Star is Born (1976, Frank Pierson) yang menampilkan Barbara Streisand dan Kris Kristofferson yang hingga kini masih bergaung suaranya yang melampaui beberapa oktaf dan menembus ruang dan waktu. Tetapi sesungguhnya film karya Pierson juga sebuah tafsir ulang dari dua film sebelumnya dengan judul dan cerita sama. Produksi pertama adalah produksi tahun 1937 arahan William A.Wellman yang menampilkan Janet Gaynor dan Fredic March di mana pasangan ini berperan sebagai aktor dan aktris Hollywood. Pada pada tahun 1954 film ini ditafsir sebagai film musikal dengan pemain Judy Garland dan James  Mason dan disutradarai George Cukor.

    Tahun ini kita menikmati versi paling segar dari aktor Bradley Cooper yang sekaligus menyutradarai dirinya dan Lady Gaga. Sebagaimana tafsir versi Barbara Streisand, film terbaru ini juga bicara soal dunia musik dengan kerangka plot yang sama: Jackson Maine, penyanyi lelaki besar yang dipuja-puja penggemarnya dan  mulai redup karena alkohol dan narkoba. Sedangkan lawannya Ally, adalah bintang baru yang ditemukan si bintang besar, dididik, dibesarkan dan melejit melebihi diri si bintang besar.

    A Star Is Born (2018)

    Cerita ini jelas sebuah drama tragedi karena mereka yang sudah menyaksikan sudah mengetahui drama tiga babak ini: perkenalan, klimaks dan akhir yang merontokkan hati. Bradley Cooper  yang tampil sebagai penyanyi balada-country brewok, rambut gondrong berminyak dan  bersuara parau itu sudah pada tahap letih dan  tak mungkin lagi bisa meningkatkan diri karena candunya yang begitu parah pada narkoba dan alkohol.

    Malam itu, seperti biasa, setelah pertunjukan, dia meminta supir setianya membawanya ke salah satu bar untuk menyiram rasa haus pada alkohol. Tak disadari bar yang masih buka adalah sebuah bar khusus waria. Tetapi Jackson tidak peduli karena dia hanya butuh alkohol. Lantas tiba-tiba seorang perempuan bersuara emas berdiri di atas panggung yang mengalunkan suara emasnya hingga  meringkus perhatian Jackson. Ally (Lady Gaga) bukan hanya bernyanyi di atas panggung, dia menyanyikan La Vie en Rose sembari melangkah dan celentang di atas bar. Pandangan Jackson dan Ally bertemu. Dan seterusnya adalah sejarah.

    Bradley tampil bersinar sebagai Jakson seorang tokoh tragis: intens, brilian sekaligus destruktif. Dia tulus mengajak dan melontarkan Ally   ke langit popularitas. Bukan karena ia ingin menolong, tetapi karena Ally memang luar biasa berbakat. Tak heran ketika Ally sudah memiliki agen yang mengatur-atur kehidupannya dan bahkan membelokkan kemampuannya bernyanyi ke jalur pop dengan penari latar, Jakcson kecewa dan kembali jatuh ke botol minuman. Meski penampilan Lady Gaga sebagai Ally tidak mengecewakan, ternyata bintang yang lahir dalam film ini adalah Bradley Cooper. Sebagai aktor  dan sebagai sutradara.

    Sebagai sutradara, Bradley Cooper berhasil menggarap sebuah cerita yang  sudah dikunyah berulang-ulang ini menjadi  satu paket modern yang segar dan tetap relevan. Meski film ini tidak memasukkan unsur baru dalam industri musik –bahwa bibit baru kini juga ditemukan melalui internet dan reality show macam American Idol—tetapi persoalan konflik manajer, penyanyi dan pasangan penyanyi yang klasik dan tak akan pernah usai.

    Sebagai aktor, Bradley Cooper berhasil menampilkan kompleksitas karakter si penyanyi yang perlahan merosot dan hancur lebur sementara isterinya justru berhasil melejit dan meraih berbagai penghargaan prestisius. Meski film ini diperhitungkan bakal masuk ke Academy Awards tahun depan, salah satu problem Cooper sebagai sutradara sebetulnya sekaligus kelemahannya. Dia berhasil membuat pasangan Ally-Jackson sebagai duo yang mengandung dinamit, tetapi ternyata “the star” yang lahir justru dirinya sendiri.

    Tetapi sebagai debut, film “A Star is Born” adalah film yang tampaknya akan bertanding dengan film-film lainnya tahun depan pada musim festival. Untuk sebuah karya pertama, Cooper berhasil meluncurkan bintangnya yang pertama di langit Hollywood.

    A STAR IS BORN

    Sutradara: Bradley Cooper

    Skenario: Bradley Cooper, Eric Roth, Will Fetters

    Pemain: Lady Gaga, Bradley Cooper, Sam Elliot

               


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.