Sosok sebuah pribadi

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KETIKA ia lahir di sebuah rumah sakit kecil di Tokyo, ibunya hanya ingat dua hal: seekor tikus lari menyeberangi lantai dan seorang perawat berbisik seperti minta maaf. "Saya khawatir bayinya perempuan, nyonya." Lalu ia besar dan menjadi aktris terkenal dan ia mengutip satu kalimat dari pengarang Denmark Tove Ditlevsen: "Dalam diriku ada seorang gadis kecil yang menolak untuk mati." Liv Ullmann.Tak seorang pun mula-mula menyangka bahwa aktris panggung dan layar putih Norwegia yang mengagumkan ini, yang menyebabkan sutradara Ingmar Bergman berhasil dalam banyak film, akan bisa jadi penulis yang menarik perhatian. Ketika ia mulai menyusun kalimat-kalimatnya yang pertama--di atas sebuah peti mayat yang dipakai untuk adegan sebuah film--seorang wartawan Amerika melihatnya. Wartawan itu kemudian menulis sepucuk surat pulang "Liv begitu manis dan menyenangkan. Hari ini ia berbaring pada peti matinya, menulis. Nampaknya ia sedang merencanakan sebuah buku. Saya yakin tak akan banyak artinya. . . "Tapi buku itu, terbit di Norwegia dua tahun yang lalu dengan judul Forandringen dan diterjemahkan ke bahasa Inggeris sebagai Changing, ternyata cukup banyak artinya. Changing bukan saja menambah perbendaharaan bacaan tentang wanita yang tengah membanjir di Barat, tapi juga mencerminkan -sebagaimana dikatakan harian The Times London --"keadaan wanita dewasa ini dalam sosok sebuah pribadi." Seorang wanita dari kedua daratan yang dipisahkan Atlantik, tentu. Tapi barangkali perlu juga sebentar kita pejamkan mata dari peta bumi, sejarah sekitar. Barangkali perlu kita lihat dia sendirian: seorang wanita yang kemudian jadi ibu tapi berkata bahwa dalam dirinya ada seorang gadis kecil yang menolak untuk mati. Liv suatu hari menikah dengan Jappe, dokter muda dengan spesialisasi psikiatri. Mereka hidup tenang, seperti tinggal dalam "kepompong ketenteraman", akrab seperti kakak beradik. Lalu, beberapa tahun kemudian mereka memutuskan buat bercerai Penasihat perkawinan bertanya kenapa mereka mau berpisah, kalau mereka begitu berteman. "Justru karena itulah," jawab mereka, riang. Dan keluar dari sana, di jalan, mereka saling mengucapkan selamat tinggal. Lelaki itu pun melangkah, tak menoleh-noleh lagi ke tengah orang banyak yang tak mengacuhkannya. "Hanya aku yang tahu siapa dia dan apa yang terjadi padanya," tulis Liv. Ada semacam sesal, tapi ia berangkat juga ke Sweden--kepada sutradara termashur itu, Ingmar Bergman. Di tahun 1965 ia membuat film pertamanya di bawah Bergman, Persona, di sebuah pulau. Hari panas. Liv tengah mengalami manusia lain. Ingmar tengah mengalaminya. Lalu terjadilah saat itu Ingmar meletakkan tangan wanita itu ke dalam tangannya dan berkata: "Aku bermimpi semalam. Bahwa kau dan aku secara pedih dihubungkan." Dan di pulau itu, di tempat percakapan itu, Bergman membangun sebuah rumah. Tak lama kemudian mereka pun mempunyai anak. Linn. Sampai akhirnya ada perceraian kembali. Linn ikut ibunya -- yang dalam dirinya masih mengandung seorang gadis kecil yang menolak untuk mati, yang merasa utuh dalam dunia kerjanya, dan yang merasa bersalah karena tak sepenuhnya bisa menjadi ibu bagi gadis kecil itu. Mungkin karena rasa bersalah itulah, epilog Changing, yang berbisik kepada Linn agak merintih-rintih. Tapi buku ini pada dasatnya toh sebuah percobaan dengan puisi--yakni perjuangan untuk mengatakan dan dalam apa yang terlihat, teraba dan terdengar di sana. Dan yang terlihat, teraba, terdengar dari Liv Ullmann adalah satu seri kesangsian: seorang wanita yang mungkin terlalu berat untuk dengan sendirinya menjadi seorang isteri dan seorang ibu. Linn dan aku berbicara tentang hidup dan kematian. Aku percaya kami punya sebuab jawaban bersama, yang terletak di suatu tempat dalam kebisuan kami ketika kami duduk di sini. Tanganku dalam tanganmu. Linn sayang.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.