Keadilan, bukan kemakmuran

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IDE-IDE perlu diasah, dan tak cuma sekali. Lihatlah pengertian tentang "keadilan sosial". Beberapa puluh tahun kita selalu berbicara tentang hal ini. Kini bahkan ia diberi arah yang lebih jelas, dengan istilah "perataan pendapatan". Dan daya tariknya bukan main. Agaknya tidak ada seorang cendekiawan pun di Indonesia kini yang tidak berbicara untuk itu, dan tak ada seorang pejabat tinggi pemerintah pun yang terang-terangan bersedia menolaknya. Namun tidakkah di balik keramaian suara intelektuil yang terdengar itu sebenarnya masih terasa kemiskinan intelektuil? Ide-ide terlontar dengan sinar yang panas terang, tapi mungkin belum cukup terasah. Sudahkah kaum cendekiawan kita merasa jelas benar dengan konsep "perataan pendapatan"? Adakah telah terjadi proses penajaman dan pencerahan dalam riwayat gagasan itu? Adakah ide itu bukan sekedar pengulangan dari hal yang kabur-!

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.