BIG LOVE

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Big Love

    Big Love

    Kreator : Mark Olsen dan Will Scheffer    
    Pemain   : Bill Paxton, Chloe Sevigny, Jeanne Tripplehorn, Ginnifer Goodwin

    Sebuah kisah fiktif (dari riset kehidupan nyata) tentang kehidupan sekumpulan keluarga di Salt Lake City, AS.

    Inilah dunia di sebuah pojok Utah.    Ketika malam turun, Bill Henrickson  (Bill Paxton) harus mengingat-ingat, apakah dia harus memasuki rumah nomor 1, nomor 2 atau nomor tiga. Apakah malam ini giliran tidur dengan isteri no.1 Barbara (Jeanne Tripplehorn), seorang ibu yang berhasil bertahan dari kanker yang menggerogotnya dan “ibu” dari seluruh keluarga; atau isteri no 2 Nicolette (Chloe Sevigny), puteri manja dari Roman Grant, seorang yang dianggap “pemimpin” rohani di Juniper Creek yang memiliki 14 isteri, puluhan anak dan ratusan cucu dan dikenal sangat represif dan menjalankan bisnis sama kejinya dengan mafia. Atau isteri no.3, Margene (Ginnifer Goodwin), yang cantik, muda, polos, lincah dan sesekali teledor tapi membuat kangen itu?

     

    Inilah kehidupan fiktif di Salt Lake City, Utah tentang kehidupan penganut Mormon; sebuah serial yang kemudian dipersoalkan oleh kelompok Mormon yang mengatakan praktek poligami sudah mereka larang sejak tahun 1890. Fiktif atau nyata, para kreator serial ini mengaku sudah melakukan dua tahun riset di kawasan itu, dan salah satu persoalan dalam film bertema poligami ini adalah: bagaimana mereka hidup dengan pilihan (dan kepercayaan itu) sementara poligami dianggap sebagai pelanggaran di AS.Serial ini menjadi salah satu hit di AS karena sikapnya sama sekali tidak menghakimi kehidupan keluarga-keluarga poligami ini. Ada bapak berpoligami yang  berhati baik , Bill Henrickson yang jungkir balik mencoba  adil dalam mengatur tiga rumahtangganya yang penuh dengan intrik dan kecemburuan , meski upaya untuk kehidupan harmonis itu terasa menyentuh. Lalu ada bapak poligami yang bertingkah laku keji seperti Roman Grant (Harry Dean Stanton) yang memperlakukan belasan isterinya seperti teritori kekuasaan belaka. Salah satu calon isterinya adalah seorang gadis yang masih berusia 16 tahun, yang sudah digadang-gadang akan dikawini jika sudah cukup usia. Tak hanya persoalan perkawinan, tapi Roman juga dikenal sebagai ‘preman’ di kawasan Jupiner Creek yang mengangkat diri sebagai penguasa lahan yang memaksa para bapak rumah tangga untuk memberi upeti padanya. Diantara persoalan cinta dan intrik, para kreator juga tak lupa mengisahkan generasi kedua, anak-anak keluarga poligami yang bingung dan tak bahagia dengan bentuk keluarga mereka yang “berbeda” dibanding keluarga kawan-kawannya di sekolah. Harus diakui, bahkan para keluarga “normal” (atau keluarga monogami, istilahnya) nampak menjadi orang-orang yang tidak toleran dan keji terhadap kelompok ini.
    HBO kini tengah menayangkan musim tayang ke tiga. Namun, sebaiknya, anda menyaksikan musim tayang pertama dan kedua dalam bentuk DVD di akhir pekan ini. Ada dua akibat yang harus dipersiapkan: pertama, kita akan  menjadi candu dengan serial ini dan tak ingin berhenti menyaksikan hingga selesai. Kedua, kita akan ingin  berdiskusi tentang praktek poligami.

    Leila S.Chudori


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.