Menimbang Hak Atas Tubuh Anak

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • My Sister's Keeper

    My Sister's Keeper

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  

    MY SISTER’S KEEPER

    Sutradara        : Nick Cassavetes
    Skenario          : Jeremy Leven dan Mick Cassavetes (berdasarkan novel Jodi Picoult)
    Pemain           : Cameon Diaz, Abigail Breslin, Jason Patrick

    Drama keluarga yang unik: ada tuntutan hukum anak pada orangtua; ada soal penyakit kanker; dan ada soal cinta dan rasa kehilangan.

    Sebuah film drama keluarga dengan puterinya yang menderita leukemia pasti melahirkan kecurigaan: ini film yang memompa airmata. Tearjerker.

    Anda tak sepenuhnya salah dengan kecurigaan itu. Hanya film terbaru sutradara Nick Cassavette yang diangkat dari novel karya Jodi Picoult ini memiliki satu elemen unik: puteri bungsu keluarga itu menuntut orangtuanya sendiri!

    Dari sinilah drama ini dimulai. Anna Fitzgerald, 11 tahun (diperankan dengan baik oleh Abigail Breslin) menyewa seorang pengacara terkemuka Campbell Alexander (Alec Baldwin) untuk menuntut orang-tuanya. Anna yang dilahirkan dengan rencana untuk membantu situasi kakaknya, Kate  (Sofia Vassilieva)  yang menderita leukemuia, akhirnya merasa cukup sudah dengan segala ekslpoitasi tubuhnya. Sejak balita, tubuh dan darah Anna sudah dikorek dan organnya diubek-ubek dicabut satu persatu untuk menopang kehidupan kakaknya. Pada akhirnya, ketika Kate membutuhkan ginjalnya, Anna melawan dan menuntut agar dia bisa menentukan nasib tubuhnya sendiri.
     
    Tema inilah yang kemudian membuat film ini berbeda dengan film-film lain yang melibatkan penyakit kanker. Bahwa kemudian kita pasti terisak, atau paling tidak berkaca-kaca dengan beberapa momen yang menyentuh, tentu itu sudah tak terhindarkan, karena film ini menyangkut seorang anggota keluarga yang menghadapi maut dengan  sikap manis dan ikhlas. Kate justru siap untuk pergi. Yang membuat segalanya jadi sulit adalah sang ibu, Sara Fitzgerad (Cameron Diaz, di puncak seni peran yang gemilang) yang tak
    pernah mampu mengikhlaskan kenyataan itu: puterinya harus pergi.
    Sedemikiannya Sara memaksakan kekerasan hatinya untuk memperjuangkan hidup puteri sulungnya,  Sara tak lagi peduli perasaan puteri bungsunya. Dia hampir melupakan, Anna, sang puteri bugnsu juga seorang manusia yang  butuh hidup.
       
    Pembelokan di akhir cerita yang mengejutkan itu, di akhir adegan drama,pengadilan, kita diingatkan kembali beberapa adegan aneh tentang abangnya (yang ternyata mengetahui rahasia kedua adiknya yang bersekongkol). 
         
    Hal lain yang menarik adalah setiap sosok dalam film ini, meski mereka hanya peran penunjang, selalu diberi alasan untuk muncul. Hakim  De Salvo (diperankan Joan Cusack yang tegas) mempunyai sejarah kelabu, karena baru saja kehilangan anak. Sang pengacara Campbell Alexander juga punya alasan pribadi, mengapa dia memutuskan membela Anna Fitzgerald pro bono.
      
    Film yang menarik terutama karena keunikan plotnya dan kepandaian sang sutradara (dan penulis novel) untuk menyelipkan beberapa kejutan kecil yang masih wajar.

    Leila S.Chudori

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.