ANTARA SEKOLAH DAN KEHIDUPAN NYATA  

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • an education

    an education

    TEMPO Interaktif

    AN EDUCATION
    Sutradara    : Lone Scherfig
    Skenario    : Nick Hornby
    Berdasarkan memoar karya Lynn Barber
    Pemain    : Alfred Molina, Carey Mulligan, Dominic Cooper, Emma Thompson, Olivia Williams, Peter Sarsgaard, Rosamund Pike

    London 1962.
    Menjadi remaja yang  dibesarkan di kawasan suburban  yang hidupnya begitu mudah ditebak, datar dan serba pas-pasan, tentu saja membuat para murid SMA ingin segera saja melesat keluar dari penjara kebosanan itu. Jenny (Carey Mulligan) , 16 tahun, cerdas dan cerdas, bekerja keras agar hidupnya yang begitu datar bisa berubah menjadi lebih bergelora jika dia diterima di Universitas Oxford. Dia menjadi kesayangan guru-guru, terutama guru sastra Inggris, karena bakat dan minatnya pada sastra dan seni. Untuk melangkah ke Universitas Oxford, Jenny bukan hanya belajar mati-matian, tetapi juga kursus Cello.
        
    Tetapi di suatu siang ketika langit London tumpah hujan,   Jenny dan sang cello basah kuyup. Sebuah mobil mewah meluncur mengikutinya. David Gold(Peter Sarsgaard) , seornag lelaki dewasa, berusia 30-an, simpatik menawarkan Jenny untuk melindungi sang cello. Pertemuan di bawah hujan itu kemudian berlanjut dengan kencan menyaksikan konser, makan malam di restoran mewah di pusat kota London dan bahkan sebuah perjalanan ke Oxford.
        
    An EducationOrangtua Jenny yang keras dan ambisius, Jack (Alfred Molina) dan Marjorie (Cara Seymour) dengan mudah ditipu dengan berbagai kebohongan agar puteri remajanya itu bisa diajak berlibur ke Oxford. Perlahan, Jenny mengetahui bagaimana David dan kawan-kawannya mencari “nafkah”. “Jangan sok borjuis,Jenny. Inilah cara kami mencari duit; tapi dengan apalagi kita bisa menikmati restoran mahal dan liburan ke Paris?”
        
    Film yang diangkat dari memoar Lynn Barber dan skenarionya ditulis oleh sastrawan terkemuka Nick Hornby ini, sebuah film yang getir. Sesekali berkelebatan humor , meski humor itu tetap terasa kepahitan perbedaan kelas. Jack, ayah Jenny, yang selalu menggerutu soal biaya pendidikan anaknya itu serta merta gembira dengan hubungan anaknya dengan seorang lelaki yang tampak begitu kaya raya (dan tak jelas asal muasal aliran duitnya).  Penonton sudah diperkenalkan bagaimana David mencari duit dan bagaimana dia mempunyai kebiasaan ganjil di tempat tidur.  Karena itu,puncak cerita ini sebetulnya adalah: titik apa yang akan membuat Jenny mau meninggalkan lelaki ini.
        
    Sutradara Lone Sherfig  dan penulis skenario Nick Hornby, sengaja membiarkan “kejutan” akhir status David sebagai puncak drama pahit ini. Persoalannya bukan klimaks itu, tetapi bagaimana tokoh Jenny mengatasi tragedi hidupnya (akibat keinginannya untuk mengambil “jalan pintas” dalam hidupnya). Inilah yang penting. Seseorang boleh saja terjerembab—karena rakus atau memilih jalan pintas—tetapi dia harus bisa bangun dan membereskan kepingan reruntuhan yang berjatuhan. Jenny--dengan segala keputusan yang salah karena ingin meraih “daya hidup”--adalah seorang sosok yang bersedia memungut keping-keping yang runtuh untuk membangun kembali.

    Leila S.Chudori


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.