Kisah Cinta dari Verona

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Letter to Juliette

    Letter to Juliette

    TEMPO Interaktif, Jakarta -

    LETTERS TO JULIETTE
    Sutradara   :
    Gary Winick
    Skenario     :
    Jose Rivera dan Tim Sullivan
    Pemain       :
    Amanda Seyfried, Vanessa Redgrace, Christopher Egan, Gael Garcia Bernal

    Verona masih memelihara romansa Romeo dan Juliette melalui sebuah tembok cinta. Di sana, para turis (perempuan) dari berbagai penjuru negeri menulis persoalan cintanya dan melekatkan surat itu pada "tembok Verona". Ketika malam turun, sekelompok perempuan yang menyebut diri sebagai "Sekretaris Juliette" mencabut surat-surat yang dilekatkan itu, lalu membaca dan membalasnya satu-persatu.

    Sophie (Amanda Seyfried), seorang gadis Amerika yang bekerja sebagai pengecek data di majalah bergengsi The New Yorker bertemu takdirnya di Verona. Dia ke Itali bersama tunangannya, Victor (Gael Garcia Bernal)  untuk sebuah "pra-bulan madu". Tetapi karena sang tunangan adalah seorang koki yang sedang membangun restoran di New York. Artinya, Victori tak bisa menahan gairahnya pada kedahsyatan anggur, keju murni dan caviar untuk restorannya kelak. Acara pra-bulan madu mereka akhirnya lebih didominasi urusan makanan. Sudah bisa diduga, Sophie akhirnya memutuskan menyusuri Verona  sendirian hingga ia akhirnya bertemu dengan tembok Juliette dan balkon keluarga Capulet.

    Dari ratusan surat berisi keluh kesah para gadis yang tengah jatuh cinta itu, Sophie menemukan satu surat lusuh yang terselip di antara tumpukan batu bata tembok Verona itu. Ternyata surat itu berusia 50 tahun yang ditulis Claire kepada kekasihnya  Lorenzo Bartolini di masa mudanya.

    Sophie menawarkan diri untuk menjadi relawan yang membalas surat Claire, mumpung sang tunangan sibuk mencoba anggur di luar kota.

    Ternyata balasan "Juliette" versi Sophie itu menyentuh hati Claire (Vanessa Redgrave) yang segera saja terbang dari London ke Verona bersama cucunya, Charlie (Christopher Egan). Claire kemudian merasa "berhutang" penjelasan pada Lorenzo, mengapa dia tidak memenuhi janji muda mereka untuk bertemu dan lari dari orangtua. Rencana masa lalu mereka terdengar begitu romantic. Claire ingin menyusuri seluruh pelosok Verona; Sophie menawarkan diri untuk ikut serta sementara sang cucu yang ganteng-mengingatkan kita pada aktor Heath Ledger di masa muda-justru menentang rencana sinting itu. Charlie khawatir neneknya yang sudah ditinggal suami (karena meninggal) dan anak (juga karena tewas dalam sebuah kecelakaan) akan menemui kekecewaan.
       
    Sudah bisa diduga, film ini adalah sebuah film semi road-movie yang sekaligus memperlihatkan pedesaan cantik Italia. Mudah sekali menemukan Bertolini, karena itu nama umum di sana. Tetapi hanya ada satu Bertolini yang dikenal Claire, yaitu Bertolini yang menatap matanya dengan dalam.
       
    Romantika model begini memang sudah pasti akan membuat penonton perempuan meleleh ditelan romantisme. Apalagi, sudah jelas Sophiepun terlibat dalam persoalan cinta yang kompleks. Dia terikat oleh pertunangan dengan Victor-yang nampaknya lebih gandrung pada anggur dan spaghetti daripada until-untelan dengan pacarnya-sedangkan Sophie ditemani  lelaki muda seganteng heath Ledger.

    Keistimewaan film komedi romantis inia da dua: pertama, ide tembok Verona dan upaya menghidupkan romantisme kisah klasik Romeo and Juliet karya William Shakespeare ke dlaam hidup sehari-hari adalah sebuah titik awal yang unik. Amat langka bagi sineas Hollywood untuk menggali sebuah cerita klasik berusia ribuan tahun untuk menjadi inspirasi sebuah cerita baru. Kedua, penampilan Vanessa Redgrave adalah sinar matahari yang menyelinap dan menghangatkan seluruh adegan. Dia tampll dengan anggun dan meyakinkan sebagai seorang perempuan di masa senja yang ingin menemui cinta pertamanya di sebuah masa. Dengan menampilkan aktor Franco Nero-suami Vanessa dalam hidup nyata-sebagai Bertolini, maka kisah cinta abadi itu tentu saja menjadi satu harapan bagi para penonton (perempuan) yang sinis: bahwa masih ada cinta sejati.
       
    Akhir dari film, adegan balkon dan adegan panjat memanjats saat pernyataan cinta antara Sophie dan Charlie sebetulnya mencoba ingin menarik penonton pada adegan balkon Romeo dan Juliet. Tetapi film ini sebetulnya sudah menciptakan sebuah cerita baru yang menarik, unik dan sama sekali tak membutuhkan kode apapun untuk menarik penonton padakisah klasik Shakespeare. Seharusnya sineas film ini percaya diri pada ceritanya sendiri.

    Leila S.Chudori



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.