Dunia Hiperbolik Rodriguez

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Machete

    Machete

    MACHETE
    Sutradara        : Robert Rodriguez
    Pemain          : Danny Trejo, Robert de Niro, Steven Seagal, Jessica Alba, Steven Seagal

    Machete datang, Machette melibas para penjahat dengan pisau dan kelewang. Siapakah Machete? Siapakah lelaki bertubuh seperti pohon beringin itu, tinggi besar dan seluruh uratnya seperti ingin melincungi siapa saja yang dizalimi? Tak ada yang mengetahui nama sebenarnya. Tetapi mereka mengenalnya sebagai Machette ,seorang veteran agen Federale  yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kasar, tetapi pandai menggunakan pisau dan kelewang untuk menghajar kejahatan. Machete diperankan Danny Trejo, aktor kesayangan sutradara Rodriguez (yang selalu tampil dalam film-film Rodriguez), aktor berleher besar berwajah keras usia 66 tahun yang toh masih diperlakukan seperti lelaki yang diinginkan para perempuan seksi. Susah percaya? Tontonlah. Ceritanya begini:

    Syahdan di perbatasan Meksiko dan AS terjadi sebuah peperangan dahsyat. Setiap seorang atau sekelompok imigran gelap menyelinap, serentetan peluru akan menghajar tubuh mereka.  Dengan konsep komikal film-film B tahun 1970-an, sutradara Rodriguez memperkenalkan tokoh-tokoh yang seolah dari dunia nyata, tetapi tampil seperti sosok komik dengan dialog satu kalimat yang diucapkan antara gumaman macho dan pelintiran kumis. Tokoh Don (Don Johnson, ya Don Johnson yang kita kenal melalui serial Miami Vice itu kini sudah gayek kini berperan sebagai vigilante keji), adalah pimpinan vigilante yang menjaga perbatasan AS-Meksiko dan menembak para imigran gelap karena iseng dank arena kebenciannya pada orang Meksiko.

    Kemudian kita melihat sosok Senator McLaughlin (Robert de Niro) yang ikut menembak korbannya yang terakhir. Lalu menyeringai. Semakin film melaju, sutradara Rodriguez tampak semakin asyik  menambah-nambah sosok keji lainnya, untuk menambah muncratan darah dan kelebatan kelewang. Misalnya tangan kanan Senator McLaughlin , Booth (Jeff Fathey) yang menjebak Machete. Dia menyewa Machete untuk membunuh sang Senator, tetapi Booth sendiri sengaja menggagalkan upaya itu. Machete kemudian menjadi orang yang paling dicari di dua negara. Tambah lagi, raja narkoba Torrez (Steven Seagal, ya Stevel Seagal yang kita kenal selalu berperan sebagai pahlawan film laga kini berperang sebagai penjahat keji juga) juga punya dendam pada Machete, satu-satunya lelaki di dunia yang berani
    menghadapinya.

    Jangan lupa, "pahlawan" bawah tanah selalu punya pendukung fanatic, terutama para perempuan cantik seksi. Pertama, ada  She atau Che (Michelle Rodriguez), aktivis bawah tanah yang menyamar menjadi penjual taco keliling. Ada Sartana (Jessica Alba), pegawai imigrasi yang mengawasi mondar-mandirnya para imigran gelap (tapi kemudian menyeberang menjadi pembela mereka); lalu ada April (Lindsay Lohan, ya Lindsay Lohan yang biasanya kita baca di media gosip itu) , anak puteri Booth, yang tampil sebagai remaja perempuan binal yang berani melakukan eksperimen seksualitas apapun, termasuk tidur bersama gayek berusia 66 tahun ini (bagian ini, anda tak perlu saksikan adegannya).

    Di luar kegilaan imajinasi Rodriguez ini, sebetulnya plotnya adalah plot problem sosial yang klasik. Yang membedakannya dengan sineas lain, seandainya plot ini dipakai oleh sutradara macam Steven
    Sodenberg,misalnya? Rodriguez sengaja bermain di dunia hiperbolisme. Dia sengaja memuncratkan berember-ember saus tomat ke lensa kamera; dia sengaja melemparkan perempuan-perempuan telanjang yang wara-wiri begitu saja; dia sengaja menampilkan lelaki macho dengan suara meraung-raung sekaligus dungu hingga kita tahu, kita berada di dunia komik hiperbolik Rodriguez di mana hal-hal mustahil menjadi bagian kehidupan keseharian.

    Jika kita mampu meletakkan diri kita pada dunia liar lengkap dengan "main-main" ala Rodriguez, maka segalanya, tak masalah. Nikmatilah film ini untuk saluran kejengkelan kita pada politisi busuk yang tak bisa kita eksekusi semudah Machete menebas leher mereka.

    Leila S.Chudori


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.