Di Sekitar Pembunuhan Rosie Larsen  

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film The Killing

    Film The Killing

    TEMPO Interaktif, Jakarta -



    THE KILLING

    Kreator    :  Veena Sud

    Sutradara    : Veema Sud

    Berdasarkan serial TV Denmark "Forbrydelsen"

    Pemain    : Mirelle Enos, Billy Campbell, Michelle Forbes,

    Ketika serial ini muncul dengan sebuah kalimat berbunyi : Who Killed  Rosie Larsen? Tentu saja berkelebat bayang-bayang serial Twin Peaks karya David Lynch yang menjadi aikon tahun 1990-an. Serial itu selama beberapa musim tayang menampilkan pertanyaan besar: siapakah pembunuh Laura Palmer (Sheryl Lee). Selain kita melihat keasyikan agen FBI Dale Cooper (Kyle Maclahlan)melakukan investigasi di kampung itu,  kita juga kita berkenalan dengan warga desa yang aneh dan serba misterius.
        
    Persamaan serial baru The Killing dengan Twin Peaks -sejauh ini-hanya persoalan pertanyaan itu: siapakah yang membunuh Rosie Larsen, pelajar SMA yang cantik dan rajin yang datang dari keluarga kelas pekerja. Selebihnya, kita lebih mengikuti kehidupan detektif Sarah Linden (Mirelle Enos) yang dingin, hampir tak memperlihatkan emosi dan kehidupan pribadinya yang lumayan berantakan. Persamaan lain hanyalah bahwa lokasi seluruh cerita terjadi di sebuah kampung di sudut Amerika yang selalu saja diguyur hujan deras. Itu kemudian mempengaruhi suasana batin tokoh-tokohnya: gelap dan murung.
        
    Rosie Larsen menghilang di sebuah malam. Kamera bergantian merekam Rosie yang tengah dikejar-kejar oleh pembunuhnya sementara detektif Sarah Linden tengah jogging pagi. Ini adalah hari terakhir Sarah bekerja di kampung itu di Seattle. Bersama tunangannya dan putranya dari perkawinannya yang pertama, Sarah berniat pindah ke California yang mataharinya lebih ramah dan tak selalu basah oleh hujan.
        
    Hilangnya Rosie Larsen, yang bahkan tak disadari kedua orang tuanya yang menyangka dia sedang bermalam di rumah kawannya , semula diduga karena dia kabur, atau asyik dengan kawan-kawan remajanya. Mungkin dia sedang berpesta atau nongkrong. Detektif Linden yang semula enggan menjalankan investigasi awal-semua baju sudah di koper dan tiket pesawat malam hari sudah memanggil-manggil-adalah satu-satunya yang menduga Rosie dibunuh. Dugaannya tepat. Rosie ditemukan di bagasi mobil milik tim kampanye calon Wali Kota Darren Richmond (Billy Campbell) dalam keadaan diikat dan penuh memar dan luka. Mobil itu tenggelam di dasar sebuah sungai.
        
    Investigasi dimulai. Sekampung dan satu sekolah geger. Media serabutan membuat teori dan calon walikota gelagapan karena mobil itu milik tim kampanye dan tentu saja tewasnya sang remaja cantik dikaitkan dengan dia. Linden akhirnya berulang menunda keberangkatannya ke California, sementara sang putera ngambek terus-terusan.

    Serial yang dibuat ulang dari serial Denmark berjudul Forbrydelsen, ini menolak format yang tengah populer akhir-akhir ini, yaitu format "prosedural" (seperti CSI, NCIS, Bones atau Law and Order) yang menuntaskan satu kasus dalam satu episode saja. Drama ini lebih mengambil format "serial" seperti Twin Peaks yang memfokuskan satu pembunuhan yang meliputi beberapa musim tayang. Setiap episode menggambarkan kejadian dalam satu hari yang rata-rata diisi oleh investigasi detektif Linden, yang ditemani Stephen Holder (Joel Kinnaman ) partnernya yang muda, sok tahu, tengil dan moralnya perlu dipertanyakan. Satu hari penuh itu juga diisi dengan suasana duka orang-orang yang ditinggalkan Rosie: orang tua Rosie, kawan-kawannya dan gurunya yang juga dicurigai mempunyai hubungan khusus dengan Rosie.
        
    Tak mengherankan mereka yang terbiasa dengan format prosedural CSI atau Law and Order akan merasa serial ini bergerak lamban seperti siput.
        
    Yang istimewa dari The Killing bukan hanya plotnya yang penuh intrik dan misteri, tetapi juga karena pemilihan pemain yang sangat realistis. Enos tampil fantastis dalam kesederhanaannya. Dia senantiasa mengenakan sweater dengan rambut digelung seperti ibu-ibu yang tengah menjemput anaknya dari sekolah. Wajahnya sama sekali tak menunjukkan bahwa dia seorang detektif yang maskulin dengan senjata di pinggangnya. Saat dia berdiam diri, kita bisa melihat matanya banyak berbicara. Dia akan mengevaluasi TKP dengan ketajaman seekor anjing betina dan mengendus pada titik yang tepat, sementara para rekan lelakinya begitu banyak bicara dan banyak pamer otot. Enos menampilkan Sarah Linden sebagai seorang heroin yang asyik, karena dia mempunyai banyak kelemahan (menghadapi anak lelaki remaja yang kelakuannya menjengkelkan) , tetapi kita tahu sosok Sarah Linden akan bekerja sungguh-sungguh tanpa harus bersikap jagoan seperti para detektif umumnya.
        
    Serial The Killing yang ternyata juga tak mengungkap pembunuhnya pada akhir musim tayang pertama ini akan menghadapi tantangan jika mereka tak kunjung menyelesaikan problem ini. Ingat Twin Peaks yang penontonnya mulai resah setelah dua musim tayang tak juga menutup kasus pembunuhan Laura Palmer. Ingat juga serial The Mentalist yang terlalu  bermain-main dengan kasus Red John hingga tiga musim tayang. Tetapi, serial The Killing telah menghidupkan kembali sebuah genre thriller yang menekankan pentingnya menjenguk kisah mereka yang ditinggalkan; bukan sekadar mencari pembunuh saja.

    Leila S.Chudori


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.