Ketika Tubuh yang Mati Bercerita

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Body of Proof

    Film Body of Proof

    TEMPO Interaktif, Jakarta-               

     BODY OF PROOF

    Kreator       : Christipher Murphey

    Pemain       : Dana Delaney, Nicholas Bishop, Sonja Sohn

    Produksi    : Gross Entertainment dan ABC Studios

     

    Film tentang polisi? Sangat banyak. Tentang detektif? Lebih banyak lagi. Tentang pengacara atau jaksa penuntut? Sudah ada sejak puluhan tahun silam. Tentang ahli forensik? Sudah menjadi tren sejak lahirnya serial CSI yang telah beranak-pinak dan sudah menonjok titik kebosanan penontonnya. Para produser dan stasiun televisi Amerika akhirnya memutuskan: sudah waktunya menampilkan dokter forensik sebagai pahlawan. Meski  kita sudah sering bertemu dengan dokter forensik—yang pasti masuk dalam tim investigasi—pada setiap drama kriminal, tetapi mereka jarang diberi posisi pahlawan utama kecuali dalam serial Crossing Jordan (2001-2007).

    Syahdan dokter Megan Hunt (Dana Delaney) memasuki ruang penuh mayat karena masa lalu yang tak ingin dia kenang: “karena saya tak mungkin membunuh orang yang sudah mati,” katanya pahit setiap kali orang bertanya mengapa dia mencampakkan kariernya yang bersinar sebagai ahli bedah terkemuka.

    Satu peristiwa yang menyebabkan pasiennya tewas di meja operasi membuat dokter Megan—yang dikenal bertangan dingin dan berlidah tajam ini—akhirnya mengundurkan diri. Bersamaan itu, kehidupan pribadinya runtuh. Dia bercerai; perwalian  terhadap Lacey (Mary Mouser) anak remajanya, diserahkan kepada suaminya. Serial ini dimulai pada saat dr. Megan Hunt sedang membangun hidupnya kembali:  menyusun puign-puing hidupnya dengan segala rasa humor yang getir dan sinis.

    Tentu saja dia adalah seorang dokter forensik yang dahsyat, yang mampu mendengarkan “jenazah”nya berbicara; yang bisa melihat segala tanda dan jejak pada tubuh korban yang kemudian menjadi peta peristiwa. Megan Hunt yang bermata tajam dan bertangan cekatan itu selalu teliti menyusuri segala sayatan, segala lubang peluru , segala cakaran atau deraan apapun yang dialami jenazah yang nantinya menjadi seperti “sahabat” nya. Adalah Megan Hunt, dan bukan polisi atau detektif, yang biasanya memecahkan problem mendasar dari kasus-kasus pembunuhan yang mereka hadapi. Tetapi kecerdasannya Megan Hunt satu paket dengan tingkah lakunya yang arogan dan sembarangan.

    Detektif Bud Morris (John Carroll Lynch) bukan saja tidak bisa menghadapi seorang perempuan yang dianggap terlalu dominan, tetapi juga karena dokter Megan sangat sering melenggang mendatangi para tertuduh dan melontarkan berbagai pertanyaan yang seharusnya menjadi tugas sang detektif.

    Sebetulnya dengan didahului serial Crossing Jordan yang juga menampilkan dokter forensik Jordan Cavanaugh (Jill Hennessy) yang masih muda, brilian tetapi sering melibas aturan, maka serial Body of Proof bukanlah sesuatu yang baru. Jika tokoh Jordan masih muda, cantik dan lajang, maka serial Body of Proof  dengan berani mengambil risiko menampilkan sosok seorang ibu paruh baya sebagai peran utama.  Maklum, penonton televisi Barat (dan juga Indonesia) cenderung ingin menyaksikan tokoh muda dan enak dilihat. Tetapi ini Dana Delaney, seorang aktris yang sudah menghabiskan hidupnya di layar lebar dan televisi. Kita tahu dia mampu menjadi seorang Megan Hunt yang kompleks: meski dingin dan seolah angkuh, tapi kita tahu jauh di lapisan terbawah hatinya, Hunt mempunyai kebaikan yang tersembunyi.

    Plot semakin mudah diraba, ketika terjadi kerjasama antara mantan suami dokter Megan, Todd Flemming (Jeffrey Nordling) dengan atasan Megan, Kate Murphy (Jery Ryan). Kate yang cantik dan blonda itu tentu saja tidak dipasang sebagai cantolan. Dia bos yang sama cerdasnya dengan Megan. Buat apalagi dia dipasang di serial ini kalau bukan untuk menciptakan ketegangan? Yang penting sebetulnya, bagaimana dokter Megan yang berhati keras dan bermulut tajam akan menghadapi fakta itu: apakah dia akan santai atau menyatakan perang.

    Kasus-kasus pembunuhan yang harus diungkap dokter Megan Hunt menjadi menarik, karena pembunuhan tak selalu melalui senjata yang kita kenal: peluru dan pisau. Karena dia seorang dokter, maka Megan bahkan bisa mengungkap  pembunuhan seorang kekasih simpanan yang dilakukan dengan obat antibiotika.

    Kalaupun ada beberapa bagian yang klise, serial ini tetap layak disaksikan karena Dana Delaney tak pernah mengecewakan. Lagipula, menyaksikan tokoh Megan Hunt ‘berbincang’ dengan jenazah – yang “selalu bercerita pada saya,apa yang terjadi padanya” demikian kata Megan—adalah sebuah momen yang asyik dan unik.  

    Leila S.Chudori


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.