Seorang Raja, Seorang Ratu, dan Sang Dokter

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film A Royal Affair (2012)

    Poster film A Royal Affair (2012)

    Film A Royal Affair

    TEMPO.CO, Jakarta- Sebatang mata pena dicelup ke tinta hitam. Sehelai surat dari Sang Ratu dituliskan untuk anak-anaknya yang berupaya mengungkap sebuah sejarah yang tak tertulis. Sang ibu menjelaskan mengapa dia memutuskan ‘melakukan apa yang kelak dianggap sebagai skandal nasional hingga Istana Denmark mengucilkan dia dari dari anak-anaknya”.

        Dan inilah kisah Sang Ratu kepada anak-anaknya  Frederick VI dan puteri Louise Auguste:

        Inggris 1776, sang Ratu yang masih bernama Caroline Matilda of Wales (Alicia Vikander) adalah puteri Inggris yang cerdas, cantik, agak naif yang gembira  dijodohkan dengan Raja Denmark  Christian VII (Mikkel Følsgaard). Ternyata—maklum di zaman itu komunikasi masih lamban—pihak kerajaan Inggris tak tahu bahwa  sang raja muda itu bukan saja kekanak-kanakan dan  eksentrik,  gemar tidur dengan berbagai perempuan –kecuali isterinya sendiri— tetapi dia juga memang memiliki gangguan mental. Maka Mathilda  bukan saja sengsara, tetapi dia menjadi seorang ratu muda yang kesepian yang menjalankan tugas kenegaraan sendirian karena sang suami nyaris tak berfungsi.

        Saat itu, Denmark adalah satu dari sedikit kerajaan yang masih menolak ide Pencerahan yang sudah populer dan meledak di seluruh penjuru Eropa yang mendorong semua orang untuk memasuki sebuah abad baru yang lebih terbuka; lebih menggunaksan logika dan akal, menekankan temuan-temuan ilmu pengetahuan dan filsafat; mempertanyakan serta segera hal yang dogmatis; ini semua sekaligus pemikiran (dan gerakan) yang pada gilirannya menentang penyalahgunaan kekuasaan gereja dan negara. Abad Pencerahan kemudian memiliki pengaruh luar biasa besar dalam kebudayaan, politik dan pemerintahan di dunia Barat.

        Nun di lipatan bawah tanah Denmark, para intelektual dan aktivis bergerak di antara  lumpur . Di sanalah seorang dokter asal Jerman, Friedrich Struensee (Mads Mikkelsen)  bersama kawan-kawannya seasama aktivis Eropa bekerja mengobati rakyat yang papa sembari tetap menyebarkan pemikiran tentang demokrasi dan perubahan Undang-undang melalui pamflet yang disebarkan di bawah tanah. Sebuah kesempatan emas datang ketika salah satu aktivis menyampaikan pesan bahwa istana membutuhkan dokter pribadi baru karena penyakit menular yang sedang menyergap seluruh kerajaan. Struensee diutus kawan-kawannya untuk mengisi posisi itu sembari mencoba membuat perubahan dari dalam.

        Berkat vaksninasi yang menyembuhkan sang putera mahkota, Dokter Johann Friedrich mendapatkan kepercayaan penuh dari sang Raja dan diangkat menjadi penasehat pribadi. Di dalam istana ia bukan hanya berhasil membentuk persahabatan dengan sang Raja yang sukar  percaya pada orang orang lain; tetapi ia juga berhasil menjadi kekasih gelap sang Ratu. Hubungan segitiga yang aneh ini, tentu saja semula tak diketahui Raja Christian, ternyata berjalan mulus. Sang Ratu yang cerdas dan dokter Struensee berhasil memanipulasi Raja Christian untuk perlahan-lahan meloloskan berbagai undang-undang yang membawa Denmark menjadi kerajaan yang lebih progresif.  Undang-undang yang berhasil mereka loloskan antara lain: penghapusan penyiksaan; penghapusan pekerja tanpa upah, penghapusan sensor terhadap pers, penghapusan hak istimewan pada para bangsawan dan seterusnya yang tentu saja menjengkelkan para para elite dan aristokrat, termasuk ibu tiri sang Raja. Mereka yang menentang undang-undang ini  segera dipecat dari jabatannya. Dengan begitu banyak musuh, tak heran jika terjadi persekongkolan di kalangan elite untuk  menggulingkan dokter Struensee dan Sang Ratu.

        Selebihnya adalah sejarah. Skandal sang ratu dan sang dokter terungkap. Puteri kedua kerajaan sudah jelas adalah anak hasil dari hubungan sang Ratu dengan Struensee. Sang Ratu kemudian ditahan sementara kekasihnya dihukum mati (dipancung dan tubuhnya dicincang). Dia  tak diperkenankan bertemu dengan anaknya-anaknya.

        Film ini berhasil dinominasikan sebagai salah satu Film Asing Terbaik dalam Academy Awards tahun ini—yang kemudian dikalahkan oleh film Amour  karya Michael Hanneke—tahun ini.  Para pemain di dalam film ini juga menampilkan seni peran yang luar biasa. Alicia Vikander  yang juga kita kenal berperan dalam film Anna Karenina (Joe Roth, 2012) mengimbangi Mikkelsen; seorang Ratu asal Inggris yang dikecewakan oleh suami yang memiliki problem mental dan gemar meniduri berbagai perempuan, Vikander menunjukkan Matilda yang kuat, cerdas, percaya pada pemikiran yang mengangkat Eropa pada abad Pencerahan sekaligus Matilda yang sensual dan penuh gairah.

            Mads Mikkelsen sebagai Friedrich Struensee tampil cemerlang. Seorang dokter dengan kegairahan pada perubahan dan reformasi yang menghadapi dilema psikologis karena ia sangat mencintai sang Ratu, tetapi ia juga tetap menghormati dan menyayangi sang Raja. Pergolakan batin itu terpancar dari mata Mikkelsen yang tajam sekaligus penuh rasa peduli kepada sepasang suami isteri itu.  Mungkin ini salah satu peran yang terbaik setelah  Mikkelsen diganjar sebagai Aktor Terbaik Festival Film Cannes tahun 2012 dalam film The Hunt. Menurut pengakuan Mads Mikkelsen kepada Tempo dalam sebuah wawancara telpon, ia tak menemukan kesulitan membedakan seni peran dalam sebuah film modern dengan setting masa kini atau film berlatar belakang sejarah seperti A Royal Affair. “Yang penting bukan kostum dan periode setting, melainkan bagaimana cara masuk ke dalam karakter yang saya mainkan,” kata Mikkelsen kepada Tempo.

        Sebuah film berlatarbelakang historis yang disusun dengan struktur yang konvensional namun tetap efektif. Nikolaj Arcel yang namanya melejit di dunia internasional sejak menulis skenario The Girl with the Dragon Tattoo (Niels Arden Oplev) versi asli Swedia, selalu berhasil menonjok emosi penonton, apakah itu film thriller atau film berlatar belakang sejarah. A Royal Affair adalah sebuah film yang bukan hanya layak ditonton,tetapi dikoleksi.

    Leila S.Chudori

    A ROYAL AFFAIR

    Sutradara  : Nikolaj Arcel
    Skenario    :
    Rasmus Heisterberg, Nikolaj Arcel.
    Berdasarkan novel   The Visit of the Royal Physician karya Per Olov Enquist
    Pemain     :
    Mads Mikkelsen, Alicia Vikander, Mikkel Følsgaard, Trine Dyrholm, David Dencik.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.